Kasus Rasuah PON Riau
Diki: Rp9 M Mengalir ke DPR RI
06 Juli 2012 - 07:54 WIB > Dibaca 1290 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RP)- Ada fakta aliran dana lain terungkap dalam lanjutan sidang kasus dugaan suap revisi Perda No 6/2010 tentang Venue Lapangan Tembak dengan tersangka Kasi Pembangunan Sarana dan Prasarana Dispora Riau, Eka Dharma Putra, dan Manajer Keuangan PT Pembangunan Perumahan, Rahmat Syahputra, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (5/7).

Saksi yang diperiksa mengungkapkan, selain aliran uang suap Rp900 juta ke anggota dewan, juga ada dana yang mengalir ke DPR RI sebanyak Rp9 miliar.

Kesaksian itu diberikan Manajer Operasional proyek pembangunan Stadion Utama Diki Aldianto dari PT Adhi Karya di depan majelis hakim yang dipimpin Ketua Majelis Krosbin Lumban Gaol SH MH.

‘’Total uang yang diserahkan ke DPR RI sudah Rp9 miliar, itu kemungkinan agar APBN PON cair,’’ kata Diki.

Pada awal pemeriksaan, Diki mengatakan, ia tidak mengetahui adanya dana Rp900 juta yang diberikan kepada anggota DPRD untuk membahas dan merevisi peraturan daerah tersebut.

‘’Waktu itu saat pertemuan di rumah Taufan Andoso, Syarif Hidayat, Adrian Ali dan Taufan Andoso mengatakan, kami harus menyediakan dana Rp1,8 miliar. Mereka minta realisasi Rp900 juta dulu,’’ kata Diki.

Diki kemudian memberitahukan pada atasannya dan diarahkan agar Diki tidak melayani permintaan dana tersebut. ‘’Kemudian dua kali Lukman Abbas menghubungi saya, tapi tidak dilayani sampai terjadinya peristiwa penangkapan oleh KPK,’’ kata Diki.

Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim dan penuntut umum dari KPK, Diki mengatakan, Adhi Karya sudah memberikan dana Rp9 miliar untuk DPR RI dalam kepentingan pembangunan venue PON tersebut.

Selain itu, Diki juga mengungkapkan, atasannya, Aji Satmoko, pernah memerintahkan memberikan uang atas permintaan Lukman Abbas.

‘’Lukman Abbas meminta uang Rp700 juta. Atasan saya menyuruh saya memberikan uang kepada Lukman Abbas Rp700 juta, saya kemudian menelepon Pak Lukman. Katanya uang tersebut diantarkan langsung ke rumahnya,’’ terang Diki.

Bahkan disebutkan Diki, anggota DPRD bernama Syarif Hidayat pernah meminta uang Rp4 miliar untuk mengatasi kekurangan dana pembangunan venue PON.

‘’Katanya untuk mengatasi kekurangan dana, dan ia bisa membantu dengan memberikan uang kepadanya Rp4 miliar, tapi tidak dijelaskan pembagiannya kepada siapa saja,’’ ungkap Diki.(rul)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Loh... Kok Ahok Tak Ada di Pendaftar Cagub DKI?
Minggu, 01 Mei 2016 - 02:04 wib
Panas! PKS Klaim Keberadaan Fahri di DPR Ilegal
Minggu, 01 Mei 2016 - 01:02 wib
Ada Neraka di Kepala Maria
Ada Neraka di Kepala Maria
Minggu, 01 Mei 2016 - 00:42 wib
Gagal Tafsir
Gagal Tafsir
Minggu, 01 Mei 2016 - 00:36 wib
Sajak-sajak Subaidi Pratama
Sajak-sajak Subaidi Pratama
Minggu, 01 Mei 2016 - 00:32 wib
Cerita Rakyat sebagai Pembentuk Karakter Anak
Cerita Rakyat sebagai Pembentuk Karakter Anak
Minggu, 01 Mei 2016 - 00:27 wib
Bale Bawa Real Madrid Puncaki Klasemen Sementara
Minggu, 01 Mei 2016 - 00:25 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
RAPP Latih Warga Rancang Perencanaan Bisnis

Sabtu, 30 April 2016 - 16:08 WIB

Buku Kisah Merger dan Akuisisi XL-AXIS Diluncurkan

Sabtu, 30 April 2016 - 15:47 WIB

TEMAS Line Bukukan Laba Rp317 M

Sabtu, 30 April 2016 - 11:55 WIB

Sensus Ekonomi Penting untuk Kemajuan Bangsa

Sabtu, 30 April 2016 - 11:51 WIB

GATF 2016 Tarik Wisatawan

Sabtu, 30 April 2016 - 11:48 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
Follow Us