Wonderful Indonesia
PILGUB DKI 2017
PKB Gunakan Pendekatan Istikharah untuk Tentukan Pilihan
Jumat, 17 Februari 2017 - 01:30 WIB > Dibaca 1266 kali Print | Komentar
PKB Gunakan Pendekatan Istikharah untuk Tentukan Pilihan
Ketua DPP PKB Lukman Edy. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Untuk menentukan pasangan calon gubernur mana yang bakal didukung pada putaran kedua Pilkada DKI, Partai Kebagkitan Bangsa (PKB) akan meminta petunjuk dengan salat istikharah. Hal itu terkait apakah akan memberi dukungan ke pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat atau Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Menurut Ketua DPP PKB Lukman Edy, semua menjadi bahan pertimbangan.

Memilih untuk bersama PDIP sebagai bagian partai pendukung pemerintah atau mempertimbankan kekompakan koalisi Jakarta ketika mengusung Agus Harimurti Yudhoyono. "Makanya kemudian PKB begitu ada dua pilihan ragu, maka minta petunjuk pada yang maha kuasa. PKB pasti pendekatannya istikharah. Apalagi tinggal dua calon, wajib kita istikharah," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Yang akan menentukan bakal kemana suara PKB melalui salat istikharah itu, imbuhnya, adalah ketua umumnya, Muhaimin Iskandar. "Cuma siapa yang ditugaskan PKB untuk istikharah, ketua umum yang menentukan. Mekanisme PKB juga nanti mengajak beberapa kiai yang dianggap selama ini kita pakai untuk acara seperti ini," jelasnya.

Dikatakannya, pertimbangan PKB tak hanya sebatas hubungan antar partai, tetapi juga para konstituennya, terutama warga Nahdlatul Ulama. Meski begitu, yang pasti, suara yang akan diberikan PKB nantinya akan mempengaruhi kemenangan paslon tersebut. "PKB ini posisi penting, ke mana PKB akan bergerak di situ kemenangan," tegasnya.

Tim dari dua pasangan calon yang mendapatkan suara terbanyak, aku Lukman, sejauh ini sudah mengubungi PKB. "Dua-duanya mengajak kita karena PKB menentukan. Kemana PKB bergeser, itu yang menang," sebutnya.

Namun, wakil ketua komisi II DPR itu mengaku pihaknya tetap menunggu pengumuman resmi hasil suara dari KPU DKI karena hitung cepat dinilai tidak bisa dijadikan dasar. "Kami akan menunggu itu sampai datanya resmi dan itu diyakini kebenarannya. Kemudian PKB pasti akan istikharah untuk menentukan pilihan," tuntasnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TURUT DALAM PERENCANAAN AKSI TERORISME
Dua Orang yang Membantu Pembakaran Mapolres Dharmasraya Ditangkap
Sabtu, 18 November 2017 - 01:25 wib
PUNYA BUKTI CUKUP
Setya Novanto Resmi Ditahan KPK
Sabtu, 18 November 2017 - 01:05 wib
TETAPKAN SETYA NOVANTO BURON
Fahri Hamzah Muak Lihat Sandiwara KPK
Sabtu, 18 November 2017 - 00:57 wib
DIVONIS 10 TAHUN PENJARA
"Aku Ora Salah, Aku Ora Salah" Dan Anggota Brimob Itupun Histeris
Sabtu, 18 November 2017 - 00:38 wib
UNTUK AKUN TWITTER
Wow... Personel JKT 48 Seleb Cewek Paling Berpengaruh Nomor 6 Sedunia
Sabtu, 18 November 2017 - 00:09 wib
MEME BERTEBARAN DI MEDSOS
Sekjen Golkar Minta Publik Percaya Kecelakaan Setnov Bukan Rekayasa
Sabtu, 17 November 2017 - 21:00 wib
PASCA-KECELAKAAN
Kata Dokter, Luka di Pelipis Kiri Setnov Tak Terlalu Parah
Sabtu, 17 November 2017 - 20:50 wib
SEBELUM TERJADINYA KECELAKAAN
Novanto Sempat Disembunyikan Jurnalis Metro TV? Ini Kata Polisi
Sabtu, 17 November 2017 - 20:40 wib
DIINISIASI MAKI
Pemenang Sayembara Cari Novanto Ternyata Bukan Tiang Listrik, melainkan...
Sabtu, 17 November 2017 - 20:30 wib
TURUT PRIHATIN
Setya Novanto Kecelakaan Naik Fortuner, Begini Penjelasan Toyota
Sabtu, 17 November 2017 - 20:20 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Sekjen Golkar Minta Publik Percaya Kecelakaan Setnov Bukan Rekayasa
Pengamat Minta JK Turun Gunung dalam Kasus Setnov, Ini Alasannya
Setelah ke Eropa, Kini Ajukan Izin ke AS

Jumat, 17 November 2017 - 11:30 WIB

Riau Daerah Aman Pelaksanaan Pilkada

Jumat, 17 November 2017 - 11:29 WIB

PDI P: Mengada-ada kalau KPK Tak Tahu Keberadaan Setya Novanto
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us