Depan >> Berita >> Politik >>
PILGUB DKI 2017
PKB Gunakan Pendekatan Istikharah untuk Tentukan Pilihan
17 Februari 2017 - 01:30 WIB > Dibaca 964 kali Print | Komentar
PKB Gunakan Pendekatan Istikharah untuk Tentukan Pilihan
Ketua DPP PKB Lukman Edy. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Untuk menentukan pasangan calon gubernur mana yang bakal didukung pada putaran kedua Pilkada DKI, Partai Kebagkitan Bangsa (PKB) akan meminta petunjuk dengan salat istikharah. Hal itu terkait apakah akan memberi dukungan ke pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat atau Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Menurut Ketua DPP PKB Lukman Edy, semua menjadi bahan pertimbangan.

Memilih untuk bersama PDIP sebagai bagian partai pendukung pemerintah atau mempertimbankan kekompakan koalisi Jakarta ketika mengusung Agus Harimurti Yudhoyono. "Makanya kemudian PKB begitu ada dua pilihan ragu, maka minta petunjuk pada yang maha kuasa. PKB pasti pendekatannya istikharah. Apalagi tinggal dua calon, wajib kita istikharah," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Yang akan menentukan bakal kemana suara PKB melalui salat istikharah itu, imbuhnya, adalah ketua umumnya, Muhaimin Iskandar. "Cuma siapa yang ditugaskan PKB untuk istikharah, ketua umum yang menentukan. Mekanisme PKB juga nanti mengajak beberapa kiai yang dianggap selama ini kita pakai untuk acara seperti ini," jelasnya.

Dikatakannya, pertimbangan PKB tak hanya sebatas hubungan antar partai, tetapi juga para konstituennya, terutama warga Nahdlatul Ulama. Meski begitu, yang pasti, suara yang akan diberikan PKB nantinya akan mempengaruhi kemenangan paslon tersebut. "PKB ini posisi penting, ke mana PKB akan bergerak di situ kemenangan," tegasnya.

Tim dari dua pasangan calon yang mendapatkan suara terbanyak, aku Lukman, sejauh ini sudah mengubungi PKB. "Dua-duanya mengajak kita karena PKB menentukan. Kemana PKB bergeser, itu yang menang," sebutnya.

Namun, wakil ketua komisi II DPR itu mengaku pihaknya tetap menunggu pengumuman resmi hasil suara dari KPU DKI karena hitung cepat dinilai tidak bisa dijadikan dasar. "Kami akan menunggu itu sampai datanya resmi dan itu diyakini kebenarannya. Kemudian PKB pasti akan istikharah untuk menentukan pilihan," tuntasnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Warga Hibahkan Tanah Kepada TNI AU
Senin, 27 Februari 2017 - 09:09 wib

Belum Ditemukan Liquid Vape Mengandung Narkoba
Senin, 27 Februari 2017 - 09:06 wib
DISKUSI SASTRA
FLP Bedah Luka dan Dendam Megat
Senin, 26 Februari 2017 - 14:16 wib
DISKUSI SASTRA
Cinta dan Perempuan dalam Kelas Menulis IV
Senin, 26 Februari 2017 - 13:20 wib
Perempuan dalam Tubuh Puisi
ESAI SASTRA
Perempuan dalam Tubuh Puisi
Senin, 26 Februari 2017 - 12:02 wib
Mari Berbahasa Ibu
KOLOM ALINEA
Mari Berbahasa Ibu
Senin, 26 Februari 2017 - 11:37 wib
CERPEN IDA FITRI
Sibylla
Senin, 26 Februari 2017 - 11:26 wib
FILM
Menunggu Kelahiran "Mafia, Agaknya Geng!"
Senin, 26 Februari 2017 - 11:01 wib
Ke Toba
PERISA YUSMAR YUSUF
Ke Toba
Senin, 26 Februari 2017 - 10:51 wib
TERKAIT PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN INFORMASI
Oh, Ternyata Ini Maksud Demokrasi Kebablasan Pak Jokowi
Senin, 26 Februari 2017 - 05:00 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Oh, Ternyata Ini Maksud Demokrasi Kebablasan Pak Jokowi

Minggu, 26 Februari 2017 - 05:00 WIB

Hayo, Mas Agus Pilih Ahok atau Anies ? Ternyata...

Minggu, 26 Februari 2017 - 03:30 WIB

Makin Terang-terangan! Selawatan di TMII, Titiek Bakal Undang Anies-Sandi
Evaluasi di Internal, Golkar Bakal Minta Klarifikasi Titiek Soeharto
Wow! DPR Siapkan Sajian Istimewa Ini untuk Sambut Raja Salman
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us