Wonderful Indonesia
PILGUB DKI 2017
PKB Gunakan Pendekatan Istikharah untuk Tentukan Pilihan
Jumat, 17 Februari 2017 - 01:30 WIB > Dibaca 1160 kali Print | Komentar
PKB Gunakan Pendekatan Istikharah untuk Tentukan Pilihan
Ketua DPP PKB Lukman Edy. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Untuk menentukan pasangan calon gubernur mana yang bakal didukung pada putaran kedua Pilkada DKI, Partai Kebagkitan Bangsa (PKB) akan meminta petunjuk dengan salat istikharah. Hal itu terkait apakah akan memberi dukungan ke pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat atau Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Menurut Ketua DPP PKB Lukman Edy, semua menjadi bahan pertimbangan.

Memilih untuk bersama PDIP sebagai bagian partai pendukung pemerintah atau mempertimbankan kekompakan koalisi Jakarta ketika mengusung Agus Harimurti Yudhoyono. "Makanya kemudian PKB begitu ada dua pilihan ragu, maka minta petunjuk pada yang maha kuasa. PKB pasti pendekatannya istikharah. Apalagi tinggal dua calon, wajib kita istikharah," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Yang akan menentukan bakal kemana suara PKB melalui salat istikharah itu, imbuhnya, adalah ketua umumnya, Muhaimin Iskandar. "Cuma siapa yang ditugaskan PKB untuk istikharah, ketua umum yang menentukan. Mekanisme PKB juga nanti mengajak beberapa kiai yang dianggap selama ini kita pakai untuk acara seperti ini," jelasnya.

Dikatakannya, pertimbangan PKB tak hanya sebatas hubungan antar partai, tetapi juga para konstituennya, terutama warga Nahdlatul Ulama. Meski begitu, yang pasti, suara yang akan diberikan PKB nantinya akan mempengaruhi kemenangan paslon tersebut. "PKB ini posisi penting, ke mana PKB akan bergerak di situ kemenangan," tegasnya.

Tim dari dua pasangan calon yang mendapatkan suara terbanyak, aku Lukman, sejauh ini sudah mengubungi PKB. "Dua-duanya mengajak kita karena PKB menentukan. Kemana PKB bergeser, itu yang menang," sebutnya.

Namun, wakil ketua komisi II DPR itu mengaku pihaknya tetap menunggu pengumuman resmi hasil suara dari KPU DKI karena hitung cepat dinilai tidak bisa dijadikan dasar. "Kami akan menunggu itu sampai datanya resmi dan itu diyakini kebenarannya. Kemudian PKB pasti akan istikharah untuk menentukan pilihan," tuntasnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

CSR, Whiz Hotel Santuni Panti Asuhan
Jumat, 23 Juni 2017 - 15:38 wib
ERATKAN SILATURAHMI JELANG IDUL FITRI
Novotel Undang Warga Sekitar dan Anak Yatim Piatu Buka Puasa Bersama
Jumat, 23 Juni 2017 - 14:49 wib
Edy Langsung Jadi Petugas Mengatur Kendaraan
Melancarkan Arus Mudik, Polisi Berjaga di Garuda Sakti
Jumat, 23 Juni 2017 - 13:37 wib
Polresta Pekanbaru Kembali Suguhkan Opor Sahur
Jalin Kemitraan dengan Masyarakat
Jumat, 23 Juni 2017 - 13:33 wib
Polisi Bersenjata Lengkap Berjaga di Pasar Ramayan
Jelang lebaran, Sat Sabhara Gencar Lakukan Patroli Premanisme
Jumat, 23 Juni 2017 - 12:47 wib
TEMBILAHAN
Keberadaan Anak Yatim-Piatu Didata
Jumat, 23 Juni 2017 - 09:08 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Anggaran Polri dan KPK Akan Diboikot, Ini Tanggapan Kader PDI P
DPR: KPK Tak Perlu Khawatir dengan Kehadiran Miryam
DPRD Harus Tingkatkan Kinerja

Kamis, 22 Juni 2017 - 10:03 WIB

Mahfud MD: DPR Tak Akan Bekukan Anggaran KPK-Polri
Mendagri: Butuh Waktu untuk Revolusi Mental

Rabu, 21 Juni 2017 - 19:13 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us