Wonderful Indonesia
PILGUB DKI 2017
PKB Gunakan Pendekatan Istikharah untuk Tentukan Pilihan
Jumat, 17 Februari 2017 - 01:30 WIB > Dibaca 1197 kali Print | Komentar
PKB Gunakan Pendekatan Istikharah untuk Tentukan Pilihan
Ketua DPP PKB Lukman Edy. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Untuk menentukan pasangan calon gubernur mana yang bakal didukung pada putaran kedua Pilkada DKI, Partai Kebagkitan Bangsa (PKB) akan meminta petunjuk dengan salat istikharah. Hal itu terkait apakah akan memberi dukungan ke pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat atau Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Menurut Ketua DPP PKB Lukman Edy, semua menjadi bahan pertimbangan.

Memilih untuk bersama PDIP sebagai bagian partai pendukung pemerintah atau mempertimbankan kekompakan koalisi Jakarta ketika mengusung Agus Harimurti Yudhoyono. "Makanya kemudian PKB begitu ada dua pilihan ragu, maka minta petunjuk pada yang maha kuasa. PKB pasti pendekatannya istikharah. Apalagi tinggal dua calon, wajib kita istikharah," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Yang akan menentukan bakal kemana suara PKB melalui salat istikharah itu, imbuhnya, adalah ketua umumnya, Muhaimin Iskandar. "Cuma siapa yang ditugaskan PKB untuk istikharah, ketua umum yang menentukan. Mekanisme PKB juga nanti mengajak beberapa kiai yang dianggap selama ini kita pakai untuk acara seperti ini," jelasnya.

Dikatakannya, pertimbangan PKB tak hanya sebatas hubungan antar partai, tetapi juga para konstituennya, terutama warga Nahdlatul Ulama. Meski begitu, yang pasti, suara yang akan diberikan PKB nantinya akan mempengaruhi kemenangan paslon tersebut. "PKB ini posisi penting, ke mana PKB akan bergerak di situ kemenangan," tegasnya.

Tim dari dua pasangan calon yang mendapatkan suara terbanyak, aku Lukman, sejauh ini sudah mengubungi PKB. "Dua-duanya mengajak kita karena PKB menentukan. Kemana PKB bergeser, itu yang menang," sebutnya.

Namun, wakil ketua komisi II DPR itu mengaku pihaknya tetap menunggu pengumuman resmi hasil suara dari KPU DKI karena hitung cepat dinilai tidak bisa dijadikan dasar. "Kami akan menunggu itu sampai datanya resmi dan itu diyakini kebenarannya. Kemudian PKB pasti akan istikharah untuk menentukan pilihan," tuntasnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SIDANG TAHUNAN
Jokowi Didoakan Supaya Gemuk, PDI P Kritik Tifatul Sembiring
Rabu, 16 Agustus 2017 - 20:17 wib
SIDANG TAHUNAN
Setelah Doakan Jokowi Gemuk, Tifatul Minta Pemimpin Takut kepada Tuhan
Rabu, 16 Agustus 2017 - 20:06 wib
NOTA RAPBN 2018
Cukai Plastik Kembali Dipungut Pemerintah Tahun Depan
Rabu, 16 Agustus 2017 - 19:59 wib
DAKWAAN JPU KPK
Dua Pejabat Kemendes Terancam 5 Tahun Penjara dalam Kasus Suap
Rabu, 16 Agustus 2017 - 19:57 wib
DITARGETKAN SELESAI TAHUN DEPAN
Kirim Jutaan Blanko, Mendagri Minta Masyarakat Segera Rekam e-KTP
Rabu, 16 Agustus 2017 - 19:52 wib
DIJADWALKAN MEMBACA PIDATO
Absen di Pembukaan Masa Sidang DPR, Setnov Dikabarkan Sakit
Rabu, 16 Agustus 2017 - 19:44 wib
SIDANG TAHUNAN
Ternyata, Ketua MPR Sudah Izinkan Tifatul Doakan Jokowi Supaya Gemuk
Rabu, 16 Agustus 2017 - 19:38 wib
SIDANG TAHUNAN
Jokowi Bangga, 72 Tahun Indonesia Tanpa Perang Saudara
Rabu, 16 Agustus 2017 - 19:33 wib
SIDANG TAHUNAN
Tidak Sesuai Realita, Pidato Jokowi soal Ekonomi Dikritik Fadli Zon
Rabu, 16 Agustus 2017 - 19:27 wib
PIDATO JOKOWI DI SIDANG TAHUNAN
Kepercayaan Tinggi dari Rakyat Harus Didapatkan Semua Lembaga Negara
Rabu, 16 Agustus 2017 - 19:24 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Jokowi Didoakan Supaya Gemuk, PDI P Kritik Tifatul Sembiring
Setelah Doakan Jokowi Gemuk, Tifatul Minta Pemimpin Takut kepada Tuhan
Kritik Pidato Jokowi soal Lembaga Negara, Fadli Singgung Pembubaran Ormas
Absen di Pembukaan Masa Sidang DPR, Setnov Dikabarkan Sakit
Jokowi Bangga, 72 Tahun Indonesia Tanpa Perang Saudara
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us