Depan >> Berita >> Hukum >>
DITANGKAP DINIHARI TADI
Pegamat: Sulit Menyebut WNI Pembunuh Kim Jong-nam sebagai Mata-mata Asing
Jumat, 17 Februari 2017 - 01:24 WIB > Dibaca 941 kali Print | Komentar
Pegamat: Sulit Menyebut WNI Pembunuh Kim Jong-nam sebagai Mata-mata Asing
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Otoritas keamanan Malaysia telah menetapkan Siti Aisyah sebagai tersangka  pembunuhan terhadap Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un,. Namun, kronologi kejadian dugaan pembunuhan tersebut masih belum jelas hingga saat ini.

Pasalnya, ada yang mengatakan kalau Jong-nam disemprot dengan cairan kimia. Di sisi lain, ada yang menyebut wajahnya dibekap dengan kain hingga pada akhirnya meninggal dalam  perjalanan menuju Rumah Sakit. Banyak yang menduga wanita kelahiran Serang yang memegang paspor Indonesia ini  merupakan agen intelijen asing demi kepentingan pihak tertentu.

Dalam hal ini musuh dari Korea Utara maupun pemerintahan itu sendiri. Akan tetapi, dunia intelijen memang sangat abu-abu. "Namanya intel itu, kerja abu-abu. Dia itu mati tidak dicari, sukses tidak dipuji, gagal dicaci maki," sebut Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, Pengamat Intelijen, seperti dikutip dari JawaPos.com, Kamis (16/2/2017).

Dunia intelijen, kata dia lagi, sulit sekali diraba. Begitu pula mereka yang bekerja di dalamnya. "Itukan suatu hal yang terbungkus. (Intelijen itu menggunakan) covered identity atau identitas yang tak sebenarnya, covered action atau sebuah aksi terselubung dengan aksi lain," kata Nuning, sapaannya.

Meski begitu, siapa saja memang bisa menjadi agen intelijen, termasuk warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi agen intelijen asing dengan berbagai covered identity. Alasan yang mendasari seseorang menjadi intelijen pun ada beberapa faktor.

Di antara faktor tersebut, yakni ideologi, kebutuhan materialistik atau ekonomi, teknologi, dan masih banyak lainnya. Hanya saja, sekali lagi dia menegaskan bahwa untuk membuktikan seseorang menjadi intelijen asing akan sulit dilakukan.

"Ada atau tidak ada kan kita tidak bisa tuduh bila tidak ada bukti awal. (Seorang intel) tidak boleh ada yang tahu pekerjaan dia intelijen," tuntasnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
MOTOGP 2017
Rossi Pakai KTP Palsu? Bagaimana Ceritanya?
Rabu, 29 Maret 2017 - 00:23 wib
Polri Tembak Mati Bandar Eks Penegak Hukum
Bandar Narkotika Internasional Makin Liar
Rabu, 29 Maret 2017 - 00:20 wib
PRA PIALA DUNIA 2018
Jepang dan Australia Menang, Zona Asia Makin Seru
Rabu, 29 Maret 2017 - 00:00 wib
KEGIATAN KEBERSAMAAN
Toyota Brotherhood Community Promo Wisata Sambil Bakti Sosial
Rabu, 28 Maret 2017 - 20:55 wib
SPS RIAU
SPS Persembahkan "Integrity Award"
Rabu, 28 Maret 2017 - 17:04 wib
NASIONAL
Jerat Pemilik Restoran Pencuri Data Kartu Kredit
Rabu, 28 Maret 2017 - 16:58 wib
TEMBILHAN
Komit Bangun Pendidikan dan Sejahterakan Guru
Rabu, 28 Maret 2017 - 16:51 wib
POLITIK
Keluarkan Perppu Perpanjang Masa Aktif Pimpinan KPU
Rabu, 28 Maret 2017 - 16:43 wib
POLITIK
Kepala Daerah Boleh Ikut Kampanye di Pilkada DKI
Rabu, 28 Maret 2017 - 16:41 wib
POLITIK
Intsiawati Ayus Geser Pesaing
Rabu, 28 Maret 2017 - 16:39 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Bandar Narkotika Internasional Makin Liar

Rabu, 29 Maret 2017 - 00:20 WIB

Kasubag Humas MK Resmi Bersatus Tersangka

Selasa, 28 Maret 2017 - 00:21 WIB

Basaria Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Pemeriksaan KPK
Menghilang, Miryam Tak Datang dalam Rapat DPP Hanura
Novel Baswedan Di-SP2, Ini Komentar Komisioner KPK

Senin, 27 Maret 2017 - 19:25 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us