Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DITANGKAP DINIHARI TADI
Pegamat: Sulit Menyebut WNI Pembunuh Kim Jong-nam sebagai Mata-mata Asing
Jumat, 17 Februari 2017 - 01:24 WIB > Dibaca 976 kali Print | Komentar
Pegamat: Sulit Menyebut WNI Pembunuh Kim Jong-nam sebagai Mata-mata Asing
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Otoritas keamanan Malaysia telah menetapkan Siti Aisyah sebagai tersangka  pembunuhan terhadap Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un,. Namun, kronologi kejadian dugaan pembunuhan tersebut masih belum jelas hingga saat ini.

Pasalnya, ada yang mengatakan kalau Jong-nam disemprot dengan cairan kimia. Di sisi lain, ada yang menyebut wajahnya dibekap dengan kain hingga pada akhirnya meninggal dalam  perjalanan menuju Rumah Sakit. Banyak yang menduga wanita kelahiran Serang yang memegang paspor Indonesia ini  merupakan agen intelijen asing demi kepentingan pihak tertentu.

Dalam hal ini musuh dari Korea Utara maupun pemerintahan itu sendiri. Akan tetapi, dunia intelijen memang sangat abu-abu. "Namanya intel itu, kerja abu-abu. Dia itu mati tidak dicari, sukses tidak dipuji, gagal dicaci maki," sebut Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, Pengamat Intelijen, seperti dikutip dari JawaPos.com, Kamis (16/2/2017).

Dunia intelijen, kata dia lagi, sulit sekali diraba. Begitu pula mereka yang bekerja di dalamnya. "Itukan suatu hal yang terbungkus. (Intelijen itu menggunakan) covered identity atau identitas yang tak sebenarnya, covered action atau sebuah aksi terselubung dengan aksi lain," kata Nuning, sapaannya.

Meski begitu, siapa saja memang bisa menjadi agen intelijen, termasuk warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi agen intelijen asing dengan berbagai covered identity. Alasan yang mendasari seseorang menjadi intelijen pun ada beberapa faktor.

Di antara faktor tersebut, yakni ideologi, kebutuhan materialistik atau ekonomi, teknologi, dan masih banyak lainnya. Hanya saja, sekali lagi dia menegaskan bahwa untuk membuktikan seseorang menjadi intelijen asing akan sulit dilakukan.

"Ada atau tidak ada kan kita tidak bisa tuduh bila tidak ada bukti awal. (Seorang intel) tidak boleh ada yang tahu pekerjaan dia intelijen," tuntasnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Kemenpar Siap Dongkrak SDM Pariwisata di Wakatobi
Minggu, 23 April 2017 - 13:40 wib

Nusa Dua Bali Akan Dihebohkan Bali Blues Festival 2017
Minggu, 23 April 2017 - 13:11 wib

Wisatawan Asing Pun Ikut Asyik Nikmati Tumpeng
Minggu, 23 April 2017 - 12:52 wib
Sajak-sajak Umi Kulsum
SAJAK
Sajak-sajak Umi Kulsum
Minggu, 23 April 2017 - 01:44 wib
CERPEN BAYU PRATAMA
Benjor, Pistol, dan Sebutir Peluru
Minggu, 23 April 2017 - 01:36 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Tantang KPK, Masinton Minta Rekaman Miryam Dibuka di Persidangan
Siap Dibubarkan, Acara “Khilafah Forum” HTI Tak Kantongi Izin Kepolisian
Dua Pria Mencurigakan di Kediaman Novel Ternyata Informan Polisi
Identitas Dua Pria Mencurigakan di Kediaman Novel Baswedan Terkuak
KPK Panggil Mantan Pejabat Era Megawati Terkait Kasus BLBI
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us