Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DITANGKAP DINIHARI TADI
Pegamat: Sulit Menyebut WNI Pembunuh Kim Jong-nam sebagai Mata-mata Asing
Jumat, 17 Februari 2017 - 01:24 WIB > Dibaca 1199 kali Print | Komentar
Pegamat: Sulit Menyebut WNI Pembunuh Kim Jong-nam sebagai Mata-mata Asing
Ilustrasi. (JPNN)
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Otoritas keamanan Malaysia telah menetapkan Siti Aisyah sebagai tersangka  pembunuhan terhadap Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un,. Namun, kronologi kejadian dugaan pembunuhan tersebut masih belum jelas hingga saat ini.

Pasalnya, ada yang mengatakan kalau Jong-nam disemprot dengan cairan kimia. Di sisi lain, ada yang menyebut wajahnya dibekap dengan kain hingga pada akhirnya meninggal dalam  perjalanan menuju Rumah Sakit. Banyak yang menduga wanita kelahiran Serang yang memegang paspor Indonesia ini  merupakan agen intelijen asing demi kepentingan pihak tertentu.

Dalam hal ini musuh dari Korea Utara maupun pemerintahan itu sendiri. Akan tetapi, dunia intelijen memang sangat abu-abu. "Namanya intel itu, kerja abu-abu. Dia itu mati tidak dicari, sukses tidak dipuji, gagal dicaci maki," sebut Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, Pengamat Intelijen, seperti dikutip dari JawaPos.com, Kamis (16/2/2017).

Dunia intelijen, kata dia lagi, sulit sekali diraba. Begitu pula mereka yang bekerja di dalamnya. "Itukan suatu hal yang terbungkus. (Intelijen itu menggunakan) covered identity atau identitas yang tak sebenarnya, covered action atau sebuah aksi terselubung dengan aksi lain," kata Nuning, sapaannya.

Meski begitu, siapa saja memang bisa menjadi agen intelijen, termasuk warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi agen intelijen asing dengan berbagai covered identity. Alasan yang mendasari seseorang menjadi intelijen pun ada beberapa faktor.

Di antara faktor tersebut, yakni ideologi, kebutuhan materialistik atau ekonomi, teknologi, dan masih banyak lainnya. Hanya saja, sekali lagi dia menegaskan bahwa untuk membuktikan seseorang menjadi intelijen asing akan sulit dilakukan.

"Ada atau tidak ada kan kita tidak bisa tuduh bila tidak ada bukti awal. (Seorang intel) tidak boleh ada yang tahu pekerjaan dia intelijen," tuntasnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
ISTANA TANGGAPI PERNYATAAN FAHRI
Jokowi Memang Pernah Bertemu Setya Novanto, tapi...
Rabu, 21 November 2017 - 21:00 wib
USAI JADI TERSANGKA E-KTP
Ini Penjelasan Ketua MKD soal Pembatalan Rapat Pergantian Setnov
Rabu, 21 November 2017 - 20:50 wib
SUDAH INKRACHT DI PENGADILAN
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Rabu, 21 November 2017 - 20:40 wib
RESMI DIBERHENTIKAN PSSI
Berakhir Sudah Tugas Indra Indra Sjafri di Timnas U-19, Selanjutnya...
Rabu, 21 November 2017 - 20:30 wib
USAI SETNOV DITAHAN KPK
Kursi Ketua DPR Layak Diisi Enam Kader Golkar Ini
Rabu, 21 November 2017 - 20:20 wib
344 WARGA PENDATANG DIBEBASKAN
Bebaskan Sandera KKSB, Kekuatan TNI-Polri Jauh Lebih Besar
Rabu, 21 November 2017 - 20:00 wib
BANYAK KEJANGGALAN DALAM KASUS E-KTP
Minta Pansus Angket Investigasi, Fahri Hamzah Ancam Bubarkan KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:54 wib
DITAHAN TERKAIT KASUS E-KTP
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Rabu, 21 November 2017 - 19:48 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK
Rabu, 21 November 2017 - 19:42 wib
BANTU KPK
Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?
Rabu, 21 November 2017 - 19:36 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Perhiasan Mewah Hingga Lukisan Milik Koruptor Dilelang KPK
Dua Malam "Menginap," Setnov Sebut Sel Tahanan KPK Cukup Layak
Ketika Setya Novanto Tidur saat Diperiksa KPK

Selasa, 21 November 2017 - 19:42 WIB

Kapolri Tak Ikut Campur dalam Kasus Novanto, Sudah Tepat?

Selasa, 21 November 2017 - 19:36 WIB

Ini Saran ICW untuk Golkar Terkait Calon Pengganti Setnov

Selasa, 21 November 2017 - 19:30 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini