Wonderful Indonesia
TAMAN NASIONAL
Selamatkan Tesso Nilo dari Kerusakan Ekologi
Minggu, 12 Februari 2017 - 18:10 WIB > Dibaca 1954 kali Print | Komentar
Selamatkan Tesso Nilo dari Kerusakan Ekologi
Berita Terkait

Jelajah Tesso Nilo, Dahsyat!!!



Krisis ekologi semakin mengancam keseimbangan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Keanekaragaman warisan sumberdaya alam mulai terkikis oleh perambahan hutan di kawasan konservasi tersebut.

Laporan MARRIO KISAZ, Pekanbaru

AREAL Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) merupakan salah satu warisan kekayaan plasma nutfah yang sudah diakui nasional. Saat ini, kawasan yang sejatinya menjadi kebanggaan daerah sebagai kawaasan hijau semakin tersorot dengan aksi perambahan dan kerusakan lahan yang semakin mengkhawatirkan.

Aksi perambahan dan pengeksploitasian yang sudah berlangsung hingga bertahun-tahun itu menyebabkan kawasan TNTN perlu langkah nyata untuk perbaikan, Mulai dari penegakan hokum, pemetaan kawasan, penghijauan  hingga retorasi yang bertujuan mengembalikan fungsi ekologi hutan di alam.

Kekhwatiran tersebut melatar belakangi instansi terkait, baik lokal maupun nasional mencarikan solusi konkrit. Sehingga aksi peramnbahan yang sudah mengancam separuh dari kawasan hijau tersebut. Sehingga restorasi TNTN menjadi hal yang sangat mendesak, jika tidak ingin kekayaan sumberdaya alam di TNTN hanya menjadi kenangan di masa mendatang.  
Tesso Nilo merupakan warisan berharga di Riau. Pasalnya TNTN termasuk salah satu blok hutan dataran rendah yang masih tersisa di Pulau Sumatera. Kawasan ini terletak di Provinsi Riau dan terbentang di empat kabupaten yaitu Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Kampar. Seluas 38. 576 Ha hutan Tesso Nilo yang terletak di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu ditunjuk menjadi Taman Nasional Tesso Nilo pada 19 Juli 2004. Pada 19 Oktober 2009, taman nasional tersebut diperluas menjadi 83.068 Ha. Saat ini kawasan tersebut diprediksi lebih setengahnya yang sudah dirambah oknum-oknum perusak lingkungan.  
Keanekaragaman TNTN juga terlihat dari flora dan fauna yang terdapat di areal tersebut.  Blok hutan menjadi habitat gajah dan harimau Sumatera. Dua dari sembilan kantong yang tersisa di Riau yang masih tersisia di Riau berada di Tesso Nilo yaitu pada Taman Nasional Tesso Nilo dan kawasan sekitarnya. Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir, Riau telah kehilangan lebih dari 4 juta ha hutan atau 65 persen tutupan hutannya telah hilang. Keadaan ini menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik manusia-gajah dan menyebabkan populasi gajah Sumatera semakin menurun.

Tingginya laju perambahan kawasan TNTN menjadi perhatian nasional. Menanggapi hal tersebut Direktur Eksekutif Walhi Riko mengatakan hal tersebut harus segera dicarikan langkah konkrit.  Dari fakta yang ditemukan, seolah-olah terjadi pembiaran oleh negara terkait kawasan yang dirambah oleh banyak orang. Kondisi ini tambahnya harus segera ditangani secara bijak dengan kebijakan yang pro lingkungan.

‘’Dalam konteks revitalisasi ekosisten Tesso Nilo, kita melihat perambahan sudah puluhan tahun. Nah,  dalam konteks saat ini kita melihat ada harapan ini diperbaiki. Seperti waktu keluarnya SK dari Menteri Kehutan dan Lingkungan Hidup terkait kawasan tersebut,’’ tuturnya.

Ia mengharapkan, langkah tegas yang dapat dilakukan adalah penegakan hokum untuk para cukong-cukong yang melakukan perambahan dalam skala besar. Terdapat kegiatan paralel antara penegakan hukum dan kegiatan restorasinya. Ini diperlukan untuk pemulihan ekoistem yang dirusak untuk masa lalu.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERUNGKAP DALAM DAKWAAN JPU KPK
Novanto Libatkan Anak dan Istri dalam Proyek e-KTP, Begini Skenarionya
Kamis, 14 Desember 2017 - 17:20 wib
TERIMA KABAR DARI AJUDAN
Mengkhawatirkan, Begini Kondisi AM Fatwa Sebelum Meninggal Dunia
Kamis, 14 Desember 2017 - 17:10 wib
JADI SAHABAT BERTUKAR PIKIRAN
Sering Dikritik AM Fatwa, SBY Ucapkan Belasungkawa
Kamis, 14 Desember 2017 - 17:00 wib
PIALA DUNIA ANTARKLUB 2017
Madrid Dibuat Stres oleh Kiper Ini
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:55 wib
DITAHAN DI RUTAN PONDOK BAMBU
Kasasi Ditolak MA, Publik Penasaran Kondisi Terkini Jessica
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:50 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Resmi! Hakim Gugurkan Permohonan Praperadilan Setya Novanto
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:30 wib
GANTIKAN SETYA NOVANTO
Airlangga Jabat Ketum Golkar, Ini Reaksi Aziz Syamsuddin
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:20 wib
PAMITAN DENGAN DOKTER
Sebelum Wafat, AM Fatwa Sampaikan Pesan Ini kepada Ketua DPD
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:10 wib
DIANGKAT SESUAI AD/ART
Simak! Profil Airlangga Hartarto, Ketua Umum Golkar Pengganti Novanto
Kamis, 14 Desember 2017 - 16:00 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Daratan Pulau Topang Berkurang 1.857 Ha

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:31 WIB

Melihat Pengelolaan Sampah dari Jalanan Singapura (2) Tong Sampah Ada di Mana-mana
Februari, Swastanisasi Sampah

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:09 WIB

Penyeludupan Berpotensi Lebih Besar Saat Cuaca Buruk

Rabu, 13 Desember 2017 - 08:51 WIB

Melihat Pengelolaan Sampah dari Jalanan Singapura (1)

Selasa, 12 Desember 2017 - 10:02 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us