Wonderful Indonesia
TAMAN NASIONAL
Selamatkan Tesso Nilo dari Kerusakan Ekologi
Minggu, 12 Februari 2017 - 18:10 WIB > Dibaca 1749 kali Print | Komentar
Selamatkan Tesso Nilo dari Kerusakan Ekologi
Berita Terkait



Krisis ekologi semakin mengancam keseimbangan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Keanekaragaman warisan sumberdaya alam mulai terkikis oleh perambahan hutan di kawasan konservasi tersebut.

Laporan MARRIO KISAZ, Pekanbaru

AREAL Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) merupakan salah satu warisan kekayaan plasma nutfah yang sudah diakui nasional. Saat ini, kawasan yang sejatinya menjadi kebanggaan daerah sebagai kawaasan hijau semakin tersorot dengan aksi perambahan dan kerusakan lahan yang semakin mengkhawatirkan.

Aksi perambahan dan pengeksploitasian yang sudah berlangsung hingga bertahun-tahun itu menyebabkan kawasan TNTN perlu langkah nyata untuk perbaikan, Mulai dari penegakan hokum, pemetaan kawasan, penghijauan  hingga retorasi yang bertujuan mengembalikan fungsi ekologi hutan di alam.

Kekhwatiran tersebut melatar belakangi instansi terkait, baik lokal maupun nasional mencarikan solusi konkrit. Sehingga aksi peramnbahan yang sudah mengancam separuh dari kawasan hijau tersebut. Sehingga restorasi TNTN menjadi hal yang sangat mendesak, jika tidak ingin kekayaan sumberdaya alam di TNTN hanya menjadi kenangan di masa mendatang.  
Tesso Nilo merupakan warisan berharga di Riau. Pasalnya TNTN termasuk salah satu blok hutan dataran rendah yang masih tersisa di Pulau Sumatera. Kawasan ini terletak di Provinsi Riau dan terbentang di empat kabupaten yaitu Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, dan Kampar. Seluas 38. 576 Ha hutan Tesso Nilo yang terletak di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu ditunjuk menjadi Taman Nasional Tesso Nilo pada 19 Juli 2004. Pada 19 Oktober 2009, taman nasional tersebut diperluas menjadi 83.068 Ha. Saat ini kawasan tersebut diprediksi lebih setengahnya yang sudah dirambah oknum-oknum perusak lingkungan.  
Keanekaragaman TNTN juga terlihat dari flora dan fauna yang terdapat di areal tersebut.  Blok hutan menjadi habitat gajah dan harimau Sumatera. Dua dari sembilan kantong yang tersisa di Riau yang masih tersisia di Riau berada di Tesso Nilo yaitu pada Taman Nasional Tesso Nilo dan kawasan sekitarnya. Dalam kurun waktu 25 tahun terakhir, Riau telah kehilangan lebih dari 4 juta ha hutan atau 65 persen tutupan hutannya telah hilang. Keadaan ini menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik manusia-gajah dan menyebabkan populasi gajah Sumatera semakin menurun.

Tingginya laju perambahan kawasan TNTN menjadi perhatian nasional. Menanggapi hal tersebut Direktur Eksekutif Walhi Riko mengatakan hal tersebut harus segera dicarikan langkah konkrit.  Dari fakta yang ditemukan, seolah-olah terjadi pembiaran oleh negara terkait kawasan yang dirambah oleh banyak orang. Kondisi ini tambahnya harus segera ditangani secara bijak dengan kebijakan yang pro lingkungan.

‘’Dalam konteks revitalisasi ekosisten Tesso Nilo, kita melihat perambahan sudah puluhan tahun. Nah,  dalam konteks saat ini kita melihat ada harapan ini diperbaiki. Seperti waktu keluarnya SK dari Menteri Kehutan dan Lingkungan Hidup terkait kawasan tersebut,’’ tuturnya.

Ia mengharapkan, langkah tegas yang dapat dilakukan adalah penegakan hokum untuk para cukong-cukong yang melakukan perambahan dalam skala besar. Terdapat kegiatan paralel antara penegakan hukum dan kegiatan restorasinya. Ini diperlukan untuk pemulihan ekoistem yang dirusak untuk masa lalu.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DUKUNGAN UNTUK EKOSISTEM DIGITAL YANG POSITIF
Family Protect, Layanan Internet Aman dari Telkomsel
Selasa, 16 Oktober 2017 - 17:45 wib

Menghadirkan Busana Muslimah Berfashion
Selasa, 16 Oktober 2017 - 15:48 wib
PEKANBARU CLEAN
Desain Indah, Agar Warga Cintai Lingkungan
Selasa, 16 Oktober 2017 - 15:32 wib

Mesin Sensor Internet Rp194 M
Selasa, 16 Oktober 2017 - 13:30 wib

Dinilai Tidak Akan Efektif
Selasa, 16 Oktober 2017 - 13:07 wib

Urban View + Yoga = Positive Vibes
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:30 wib
Kabupaten Rokan Hilir
Bupati Apresiasi Peran Mahasiswa
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:21 wib

Benturan Keras, Kiper Persela Meninggal
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:12 wib
Pekanbaru, riau
MAN 2 Pekanbaru Juara Olimpiade Science
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:10 wib
Pekanbaru, riau
BEI Riau Ajak Menabung Saham
Selasa, 16 Oktober 2017 - 12:08 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Tanam Suweg, Tumbuh Bunga Bangkai

Kamis, 12 Oktober 2017 - 09:01 WIB

SAA Ajak Warga Cegah Banjir

Rabu, 11 Oktober 2017 - 10:02 WIB

TPA di Selatpanjang Tak Layak

Rabu, 11 Oktober 2017 - 09:37 WIB

Sampah Rajawali Makin Parah

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 10:49 WIB

Gunakan Medsos Pasarkan Tas dari Limbah

Sabtu, 07 Oktober 2017 - 10:40 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini