Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
Begini Tanggapan Bachtiar Nasir usai Pemeriksaan di Bareskrim
Sabtu, 11 Februari 2017 - 15:47 WIB > Dibaca 718 kali Print | Komentar
Begini Tanggapan Bachtiar Nasir usai Pemeriksaan di Bareskrim
Bachtiar Nasir. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Jumat (10/2/2017), Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir menjalani pemeriksaan di Bareskrim. Dia diperiksa sebagai saksi dugaan penyalahgunaan penghimpunan dana masyarakat.

Bachtiar mengaku optimistis tidak ada penyelewengan dalam penggunaan dana tersebut. Dia menuturkan, penggalangan dana dilakukan untuk aksi 4 November (411) dan 2 Desember (212) lalu. Dana juga digunakan untuk membantu korban gempa Aceh dan banjir di Bima. "Rp500 juta untuk Aceh dan Rp200 juta di Bima. Jadi, uang itu kembali ke umat," katanya, seperti dikutip dari JPNN.

Menurutnya, jika untuk aksi, uang penggalangan itu dipergunakan untuk transportasi dan konsumsi. Bahkan, juga untuk biaya berobat korban 411. "Semua itu dipergunakan sesuai kebutuhan dan saya yakin tidak ada pengalihan dana menjadi hak siapapun," sebutnya.

Ditanyakan berapa total dana hasil penggalangan tersebut, dia menyebut tidak tahu dengan tepat. Namun, kalau dana pribadinya yang disumbangkan mencapai Rp3 miliar. "Uang pribadi itu juga belum semuanya habis. Kalau dibanding uang partai ini sangat kecil ya," ungkapnya.

Di sisi lain, terkait uang yang masuk ke Yayasan Justice fo All, Bachtiar mengaku tidak terhubung sama sekali. Namun, yang pasti tidak ada yang mengambil uang tersebut. "Saya bukan anggota, pengawas atau apapun. Tapi, uang itu seharusnya tidak ada yang mengambil. Tetap untuk umat," jelasnya.

Sementara itu, terkait proses hukum, apakah merasa ini kriminalisasi, diakuinya dirinya sama sekali tidak pernah menyebut adanya kriminalisasi terhadap dirinya. Yang pasti, Polri sedang berupaya menegakkan hukum. "Saya mendukung penegakan hukum yang dilakukan Polri," ucapnya.

Bachtiar menilai, tidak perlu memojokkan siapapun dalam kasus tersebut, apalagi Polri. Bila memang ada kesalahan, dia siap untuk bertanggungjawab. "Kalau saya salah ya harus tanggung jawab," tuturnya ditemui di depan gedung Bareskrim.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
JADI SAKSI DUA TERDAKWA
Sebut Dakwaan Lucu, Ganjar Bantah Kecipratan Uang e-KTP
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:40 wib
INFORMASI DARI SUMBER PENEGAK HUKUM
Oknum Pejabat PAL Indonesia Terjaring OTT KPK
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:34 wib
MINTA PESERTA TERTIB
Begini Komentar Djarot soal Aksi 313 Besok
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:31 wib
BERKELILING KE ENAM KOTA
Surat Izin Safari Zakir Naik Belum Diterima Mabes Polri
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:27 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Novel Kantongi Bukti Percakapan Miryam dalam OTT
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:59 wib
RANGKAIAN AKSI UNJUK RASA
Simbolis, Mahasiswa Lempar Gedung DPR dengan Tikus
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:46 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Bantahan Kader PDI P Terkait Tekanan terhadap Miryam
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:42 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Hakim Tolak Permintaan Jaksa KPK untuk Menahan Miryam
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:38 wib
MINTA MASYARAKAT MELAPORKAN
Soni Sanksi Tegas PNS yang Ikut Aksi 313
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:32 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Ganjar: Saya Tidak Terima, tapi Memang Ada
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:28 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Sebut Dakwaan Lucu, Ganjar Bantah Kecipratan Uang e-KTP
Oknum Pejabat PAL Indonesia Terjaring OTT KPK

Kamis, 30 Maret 2017 - 19:34 WIB

Surat Izin Safari Zakir Naik Belum Diterima Mabes Polri
Novel Kantongi Bukti Percakapan Miryam dalam OTT

Kamis, 30 Maret 2017 - 18:59 WIB

Bantahan Kader PDI P Terkait Tekanan terhadap Miryam
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us