Depan >> Berita >> Hukum >>
DINILAI SARAT DENGAN PEMOLITIKAN HUKUM
Dugaan Pencucian Uang UBN, Kapitra: Pakai Detergen atau Sabun Colek?
Kamis, 09 Februari 2017 - 19:53 WIB > Dibaca 1450 kali Print | Komentar
Dugaan Pencucian Uang UBN, Kapitra: Pakai Detergen atau Sabun Colek?
Ustaz Bachtiar Nasir. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kasus dugaan penyimpangan dana umat untuk Yayasan Justice For All, menurut Ketua Bidang Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Kapitra Ampera sarat dengan pemolitikan hukum.

Dia menduga, pengungkapan kasus itu untuk menyasar Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir. Bareskrim sendiri saat ini mengusut kasus dugaan tindak pidana pencucian uang melalui Yayasan Justice For All. Yayasan itu diduga sebagai penampung dana untuk membiayai Aksi Bela Islam (ABI) I dan II pada 2016.

Akan tetapi, dia menuding Bareskrim Polri punya agenda lain di balik pengungkapan kasus itu karena sangat ganjil jika dana umat dipersoalkan. "Ini bukan hanya kriminalisasi terhadap ulama, tapi bentuk pemolitikan hukum. Saya heran dengan pernyataan Bareskrim yang menyoal dana umat untuk Aksi Bela Islam," kata Kapitra, seperti dikutip dari JPNN, Kamis (9/2/2017).

Justru, Kapitra yang juga kuasa hukum Bachtiar tersebut mempertanyakan dasar Bareskrim mencurigai adanya praktik pencucian uang yang dituduhkan kepada Bachtiar.

Hal itu lantaran uang yang digalang dari umat benar-benar digunakan untuk ABI I dan II. "Bareskrim mencari-cari celah untuk menjerat UBN (Ustaz Bachtiar Nasir, red). Penggalangan dana ini murni dari umat dan tidak ada yang melaporkan. Lagi pula ABI satu dan dua benar ada. Lantas apa yang disoal?” jelasnya.

Karena itu, dia menganggap tudingan Bachtiar melakukan tindak pidana pencucian uang jelas tudingan aneh. ”Kalau dibilang pencucian uang, pakai apa? Apa pakai detergen atau sabun colek?” tuturnya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
JADI SAKSI DUA TERDAKWA
Sebut Dakwaan Lucu, Ganjar Bantah Kecipratan Uang e-KTP
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:40 wib
INFORMASI DARI SUMBER PENEGAK HUKUM
Oknum Pejabat PAL Indonesia Terjaring OTT KPK
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:34 wib
MINTA PESERTA TERTIB
Begini Komentar Djarot soal Aksi 313 Besok
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:31 wib
BERKELILING KE ENAM KOTA
Surat Izin Safari Zakir Naik Belum Diterima Mabes Polri
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:27 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Novel Kantongi Bukti Percakapan Miryam dalam OTT
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:59 wib
RANGKAIAN AKSI UNJUK RASA
Simbolis, Mahasiswa Lempar Gedung DPR dengan Tikus
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:46 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Bantahan Kader PDI P Terkait Tekanan terhadap Miryam
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:42 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Hakim Tolak Permintaan Jaksa KPK untuk Menahan Miryam
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:38 wib
MINTA MASYARAKAT MELAPORKAN
Soni Sanksi Tegas PNS yang Ikut Aksi 313
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:32 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Ganjar: Saya Tidak Terima, tapi Memang Ada
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:28 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Sebut Dakwaan Lucu, Ganjar Bantah Kecipratan Uang e-KTP
Oknum Pejabat PAL Indonesia Terjaring OTT KPK

Kamis, 30 Maret 2017 - 19:34 WIB

Surat Izin Safari Zakir Naik Belum Diterima Mabes Polri
Novel Kantongi Bukti Percakapan Miryam dalam OTT

Kamis, 30 Maret 2017 - 18:59 WIB

Bantahan Kader PDI P Terkait Tekanan terhadap Miryam
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us