Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
Oh, Yayasan Bachtiar Nasir Dicurigai Bareskrim Karena Ini
Rabu, 08 Februari 2017 - 18:19 WIB > Dibaca 905 kali Print | Komentar
Oh, Yayasan Bachtiar Nasir Dicurigai Bareskrim Karena Ini
Ketua Bidang Advokasi GNPF-MUI Kapitra Ampera di Bareskrim Polri, Rabu (8/2). (FATHAN SINAGA/JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Yayasan Justice For All atau Keadilan Untuk Semua dicurigai hanyalah kedok bagi tindak pidana pencucian uang terkait Aksi 411 dan 212 pada 2016 lalu. Hal itu sebagaimana pandangan Bareskrim Polri.

Adapun kasus tersebut telah menyeret Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir. Ketua Tim GNPF-MUI Kapitra Ampera menyebut, polisi mencurigai yayasan itu menjadi penampung dana masyarakat untuk kemudian menggunakannya sebagai biaya Aksi 411 dan 212 atau yang dikenal dengan sebutan Aksi Bela Islam. Akan tetapi, dia memastikan GNPF-MUI bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana yang dihimpun dari publik.

"Insya Allah ini bisa dipertanggungjawabkan oleh pengurus GNPF," ujarnya setelah menemui penyidik Bareskrim Polri di Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Di sisi lain, dia pun menepis kecurigaan bahwa Bachtiar menjadi pengurus inti yayasan yang diduga melakukan pencucian uang itu.

Kapitra menyebut, Bareskrim Polri telah membuat dugaan salah. "Kami akan buktikan beliau tidak ada hubungan dengan yayasan itu. Dia bukan pendiri, pembina, dan pengawas. Dan beliau tidak masuk dalam struktur," jelasnya.

Mengenai kasus yang sedang diproses Bareskrim itu, dia menilai polisi mencurigai dana masyarakat justru digunakan untuk kepentingan pribadi pengurus Yayasan Justice For All, yakni ada dugaan pengalihan aset yayasan kepada pihak pembina dan pengawas. “Baru dugaan pengalihan. Tentu kalau dijelaskan nanti yayasan ini bergerak dalam bidang apa, semua akan terjawab. Dan panggilan ini sebagai bentuk klarifikasi," tegasnya. (Mg4)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BAHAS KORUPSI LINTAS NEGARA
Lembaga Antikorupsi Malaysia Perkuat Kerja Sama dengan KPK
Rabu, 26 Juli 2017 - 21:00 wib
TERKAIT PT 20 PERSEN
Jika PAN Gabung Poros PD-Gerindra-PKS, Pilpres 2019 Dipastikan...
Rabu, 26 Juli 2017 - 20:45 wib
RUMOR BURSA TRANSFER
City Akan Salip Madrid untuk Dapatkan Mbappe
Rabu, 26 Juli 2017 - 20:17 wib
PERKARA DUGAAN SUAP
Saipul Jamil Tuding Panitera PN Jakarta Utara Tipu Pengacaranya
Rabu, 26 Juli 2017 - 20:14 wib
BINA HUBUNGAN BAIK
Laporkan Perkembangan, PSSI Sambangi Kemenpora
Rabu, 26 Juli 2017 - 20:10 wib
KASUS PENYIRAMAN AIR KERAS
Simak! Inilah Pesan Novel Baswedan untuk Kapolri
Rabu, 26 Juli 2017 - 19:59 wib
AJUKAN PERMOHONAN PENGUJIAN
Datangi MK, Persis Gugat Perppu Ormas
Rabu, 26 Juli 2017 - 19:56 wib
BERAKHIR PADA 2021
Pemerintah Pastikan Izin Freeport Belum Diperpanjang
Rabu, 26 Juli 2017 - 19:52 wib
PSSI KOORDINASI DENGAN PEMERINTAH
AFC Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala AFC U-19
Rabu, 26 Juli 2017 - 19:47 wib
KANTORNYA DISEBUT JADI TEMPAT TRANSAKSI SUAP
Bantah Tudingan Yulianis, Elza Syarif Minta Dipanggil DPR
Rabu, 26 Juli 2017 - 19:34 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Lembaga Antikorupsi Malaysia Perkuat Kerja Sama dengan KPK
Saipul Jamil Tuding Panitera PN Jakarta Utara Tipu Pengacaranya
Simak! Inilah Pesan Novel Baswedan untuk Kapolri

Rabu, 26 Juli 2017 - 19:59 WIB

Datangi MK, Persis Gugat Perppu Ormas

Rabu, 26 Juli 2017 - 19:56 WIB

Bantah Tudingan Yulianis, Elza Syarif Minta Dipanggil DPR
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us