Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
Oh, Yayasan Bachtiar Nasir Dicurigai Bareskrim Karena Ini
Rabu, 08 Februari 2017 - 18:19 WIB > Dibaca 866 kali Print | Komentar
Oh, Yayasan Bachtiar Nasir Dicurigai Bareskrim Karena Ini
Ketua Bidang Advokasi GNPF-MUI Kapitra Ampera di Bareskrim Polri, Rabu (8/2). (FATHAN SINAGA/JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Yayasan Justice For All atau Keadilan Untuk Semua dicurigai hanyalah kedok bagi tindak pidana pencucian uang terkait Aksi 411 dan 212 pada 2016 lalu. Hal itu sebagaimana pandangan Bareskrim Polri.

Adapun kasus tersebut telah menyeret Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir. Ketua Tim GNPF-MUI Kapitra Ampera menyebut, polisi mencurigai yayasan itu menjadi penampung dana masyarakat untuk kemudian menggunakannya sebagai biaya Aksi 411 dan 212 atau yang dikenal dengan sebutan Aksi Bela Islam. Akan tetapi, dia memastikan GNPF-MUI bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana yang dihimpun dari publik.

"Insya Allah ini bisa dipertanggungjawabkan oleh pengurus GNPF," ujarnya setelah menemui penyidik Bareskrim Polri di Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Di sisi lain, dia pun menepis kecurigaan bahwa Bachtiar menjadi pengurus inti yayasan yang diduga melakukan pencucian uang itu.

Kapitra menyebut, Bareskrim Polri telah membuat dugaan salah. "Kami akan buktikan beliau tidak ada hubungan dengan yayasan itu. Dia bukan pendiri, pembina, dan pengawas. Dan beliau tidak masuk dalam struktur," jelasnya.

Mengenai kasus yang sedang diproses Bareskrim itu, dia menilai polisi mencurigai dana masyarakat justru digunakan untuk kepentingan pribadi pengurus Yayasan Justice For All, yakni ada dugaan pengalihan aset yayasan kepada pihak pembina dan pengawas. “Baru dugaan pengalihan. Tentu kalau dijelaskan nanti yayasan ini bergerak dalam bidang apa, semua akan terjawab. Dan panggilan ini sebagai bentuk klarifikasi," tegasnya. (Mg4)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PASCA-DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA
Habib Rizieq Sebut Perang Hukum Telah Dimulai
Selasa, 29 Mei 2017 - 21:00 wib
TERBUKTI LAKUKAN UJARAN KEBENCIAN
Penulis Buku Jokowi Undercover Divonis 3 Tahun Penjara
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:50 wib
SOAL MASA KEPEMIMPINAN
Darmayanti Sebut Polemik DPD Dibuat-Buat agar Gaduh
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:45 wib
SEBUT HUKUMNYA WAJIB
Kampanyekan Bayar Zakat, Ketua MPR Kunjungi Baznas
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:35 wib
TERKAIT PEMBERIAN PREDIKAT WTP
KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah dari Kantor Kemendes
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:25 wib
PASCA-DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA
Kuasa Hukum Habib Rizieq Bentuk Tim Pembela Ulama
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:13 wib
SIDAK DI MAPOLRES JAKTIM
Saling Kenal, Fahri Bertemu Auditor BPK Terjerat OTT KPK
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:08 wib
KOMENTARI UNGGAHAN DIVISI MABES POLRI
Hina Kapolri di Instagram, Pria Madura Diciduk Polisi
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:03 wib
PERCEPAT REVISI UU
Presiden Ingin TNI Ikut Berantas Terorisme
Selasa, 29 Mei 2017 - 19:58 wib
TERKAIT PENYELENGGARAAN ANGKUTAN LEBARAN
CCTV Pelabuhan Harus Terintegrasi dengan Posko Dirjen Perhubungan Laut
Selasa, 29 Mei 2017 - 19:53 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Habib Rizieq Sebut Perang Hukum Telah Dimulai

Senin, 29 Mei 2017 - 21:00 WIB

Penulis Buku Jokowi Undercover Divonis 3 Tahun Penjara
KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah dari Kantor Kemendes
Pakar Sebut Pelantikan OSO sebagai Ketua DPD Tak Bermasalah
Kuasa Hukum Habib Rizieq Bentuk Tim Pembela Ulama
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini