Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
Bachtiar Nasir Enggan Penuhi Panggilan Bareskrim, Ini Alasannya
Rabu, 08 Februari 2017 - 16:59 WIB > Dibaca 1465 kali Print | Komentar
Bachtiar Nasir Enggan Penuhi Panggilan Bareskrim, Ini Alasannya
Ustaz Bachtiar Nasir. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemanggilan terhadap Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Ustaz Bachtiar Nasir pada Rabu (8/2/2017) telah diagendakan oleh Bareskrim Polri.

Hanya saja, Bachtiar sudah memastikan diri tak akan memenuhi panggilan itu. Menurut Ketua Bidang Advokasi GNPF-MUI Kapitra Ampera, surat panggilan Bareskrim ke Bachtiar secara administrasi tak memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Berdasarkan Pasal 227 ayat 1 KUHAP, surat panggilan harus sudah sampai di pihak yang hendak diperiksa minimal tiga hari sebelum hari pemeriksaan. “Ini dua hari. Maka mau konfirmasi dulu ke penyidik, apakah ini memenuhi. Apakah tidak menyalahi aturan kalau kami datang," ujarnya di kantor sementara Bareskrim Polri di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat.

Ditambahkannya, tidak ada kejelasan dalam surat panggilan yang membutuhkan keterangan Bachtiar itu. Bachtiar di dalam surat panggilan itu disebutkan bakal diperiksa terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang atau money laundering di salah satu yayasan. Ditegaskan Kapitra, Bachtiar yang memimpin Arrahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center tidak pernah mengurus langsung tentang uang.

Karena itu, surat panggilan Bareskrim itu juga membingungkan. "Kami tidak tahu yayasan apa. Tidak dijelaskan dalam surat, uang apa, perkara pokoknya apa, perkara pokok siapa. Ini kami minta penjelasan,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, apabila yang dimaksud adalah yayasan untuk menampung dana Aksi Bela Islam, Bachtiar juga tidak ada sangkut-pautnya. “Jadi, kami minta konfirmasi dulu sama penyidik. Setelah terang benderang, kami siap kapan saja dipanggil," tutupnya.(mg4)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BUNTUT INSIDEN BENDERA TERBALIK
Viral Lagi, Lagu Rapper Saykoji Sindir Malaysia
Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:38 wib
HASI SIDANG ISBAT
Kemenag Tetapkan 10 Dzulhijah Jatuh pada 1 September
Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:24 wib
TERUS KOORDINASI DENGAN OCA
Baru 35 Persen, JK Optimistis Dana Sponsor Asian Games Capai Target
Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:17 wib
PARTAI PENGUSUNG BELUM DIKETAHUI
Ini Tanggapan PSSI soal Ketum Maju di Pilkada Sumut
Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:00 wib
LIGUE 1 PRANCIS
Klub-klub Ligue 1 Kecam Rencana PSG Beli Mbappe
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:54 wib
SEA GAMES 2017
Begini Imbauan Menhan kepada Masyarakat Terkait Insiden Bendera Terbalik
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:36 wib
KIAN DEKAT KE HARI H
Raisa dan Hamish Daud Sudah Sebar Undangan Pernikahan?
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:29 wib
MA KELUARKAN SK
Panitera Tersangka Penerima Suap Pengurusan Perkara Dinonaktifkan Sementara
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:17 wib
TERKAIT KASUS CHAT PORNO
Lakukan Pengawasan ke Sekolah Penabur, Ini Beberapa Catatan KPAI
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:00 wib
PERTIMBANGKAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Maskapai Penerbangan Vietnam Segera Buka Rute di Indonesia
Rabu, 22 Agustus 2017 - 21:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Panitera Tersangka Penerima Suap Pengurusan Perkara Dinonaktifkan Sementara
Lakukan Pengawasan ke Sekolah Penabur, Ini Beberapa Catatan KPAI
Dua Sandi Ini Jadi Kode Suap ke Panitera PN Jaksel

Selasa, 22 Agustus 2017 - 20:30 WIB

KPAI Datangi Sekolah Penabur Terkait Kasus Chat Porno Guru kepada Siswi
KPK OTT Panitera dan Empat Pihak Lain di PN Jaksel, Begini Kronologinya
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us