Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
Bachtiar Nasir Enggan Penuhi Panggilan Bareskrim, Ini Alasannya
Rabu, 08 Februari 2017 - 16:59 WIB > Dibaca 1317 kali Print | Komentar
Bachtiar Nasir Enggan Penuhi Panggilan Bareskrim, Ini Alasannya
Ustaz Bachtiar Nasir. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemanggilan terhadap Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Ustaz Bachtiar Nasir pada Rabu (8/2/2017) telah diagendakan oleh Bareskrim Polri.

Hanya saja, Bachtiar sudah memastikan diri tak akan memenuhi panggilan itu. Menurut Ketua Bidang Advokasi GNPF-MUI Kapitra Ampera, surat panggilan Bareskrim ke Bachtiar secara administrasi tak memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Berdasarkan Pasal 227 ayat 1 KUHAP, surat panggilan harus sudah sampai di pihak yang hendak diperiksa minimal tiga hari sebelum hari pemeriksaan. “Ini dua hari. Maka mau konfirmasi dulu ke penyidik, apakah ini memenuhi. Apakah tidak menyalahi aturan kalau kami datang," ujarnya di kantor sementara Bareskrim Polri di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat.

Ditambahkannya, tidak ada kejelasan dalam surat panggilan yang membutuhkan keterangan Bachtiar itu. Bachtiar di dalam surat panggilan itu disebutkan bakal diperiksa terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang atau money laundering di salah satu yayasan. Ditegaskan Kapitra, Bachtiar yang memimpin Arrahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center tidak pernah mengurus langsung tentang uang.

Karena itu, surat panggilan Bareskrim itu juga membingungkan. "Kami tidak tahu yayasan apa. Tidak dijelaskan dalam surat, uang apa, perkara pokoknya apa, perkara pokok siapa. Ini kami minta penjelasan,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, apabila yang dimaksud adalah yayasan untuk menampung dana Aksi Bela Islam, Bachtiar juga tidak ada sangkut-pautnya. “Jadi, kami minta konfirmasi dulu sama penyidik. Setelah terang benderang, kami siap kapan saja dipanggil," tutupnya.(mg4)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
JADI SAKSI DUA TERDAKWA
Sebut Dakwaan Lucu, Ganjar Bantah Kecipratan Uang e-KTP
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:40 wib
INFORMASI DARI SUMBER PENEGAK HUKUM
Oknum Pejabat PAL Indonesia Terjaring OTT KPK
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:34 wib
MINTA PESERTA TERTIB
Begini Komentar Djarot soal Aksi 313 Besok
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:31 wib
BERKELILING KE ENAM KOTA
Surat Izin Safari Zakir Naik Belum Diterima Mabes Polri
Kamis, 30 Maret 2017 - 19:27 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Novel Kantongi Bukti Percakapan Miryam dalam OTT
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:59 wib
RANGKAIAN AKSI UNJUK RASA
Simbolis, Mahasiswa Lempar Gedung DPR dengan Tikus
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:46 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Bantahan Kader PDI P Terkait Tekanan terhadap Miryam
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:42 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Hakim Tolak Permintaan Jaksa KPK untuk Menahan Miryam
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:38 wib
MINTA MASYARAKAT MELAPORKAN
Soni Sanksi Tegas PNS yang Ikut Aksi 313
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:32 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Ganjar: Saya Tidak Terima, tapi Memang Ada
Kamis, 30 Maret 2017 - 18:28 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Sebut Dakwaan Lucu, Ganjar Bantah Kecipratan Uang e-KTP
Oknum Pejabat PAL Indonesia Terjaring OTT KPK

Kamis, 30 Maret 2017 - 19:34 WIB

Surat Izin Safari Zakir Naik Belum Diterima Mabes Polri
Novel Kantongi Bukti Percakapan Miryam dalam OTT

Kamis, 30 Maret 2017 - 18:59 WIB

Bantahan Kader PDI P Terkait Tekanan terhadap Miryam
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us