Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
TERKAIT TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
Bachtiar Nasir Enggan Penuhi Panggilan Bareskrim, Ini Alasannya
Rabu, 08 Februari 2017 - 16:59 WIB > Dibaca 1578 kali Print | Komentar
Bachtiar Nasir Enggan Penuhi Panggilan Bareskrim, Ini Alasannya
Ustaz Bachtiar Nasir. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemanggilan terhadap Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Ustaz Bachtiar Nasir pada Rabu (8/2/2017) telah diagendakan oleh Bareskrim Polri.

Hanya saja, Bachtiar sudah memastikan diri tak akan memenuhi panggilan itu. Menurut Ketua Bidang Advokasi GNPF-MUI Kapitra Ampera, surat panggilan Bareskrim ke Bachtiar secara administrasi tak memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Berdasarkan Pasal 227 ayat 1 KUHAP, surat panggilan harus sudah sampai di pihak yang hendak diperiksa minimal tiga hari sebelum hari pemeriksaan. “Ini dua hari. Maka mau konfirmasi dulu ke penyidik, apakah ini memenuhi. Apakah tidak menyalahi aturan kalau kami datang," ujarnya di kantor sementara Bareskrim Polri di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat.

Ditambahkannya, tidak ada kejelasan dalam surat panggilan yang membutuhkan keterangan Bachtiar itu. Bachtiar di dalam surat panggilan itu disebutkan bakal diperiksa terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang atau money laundering di salah satu yayasan. Ditegaskan Kapitra, Bachtiar yang memimpin Arrahman Quranic Learning (AQL) Islamic Center tidak pernah mengurus langsung tentang uang.

Karena itu, surat panggilan Bareskrim itu juga membingungkan. "Kami tidak tahu yayasan apa. Tidak dijelaskan dalam surat, uang apa, perkara pokoknya apa, perkara pokok siapa. Ini kami minta penjelasan,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, apabila yang dimaksud adalah yayasan untuk menampung dana Aksi Bela Islam, Bachtiar juga tidak ada sangkut-pautnya. “Jadi, kami minta konfirmasi dulu sama penyidik. Setelah terang benderang, kami siap kapan saja dipanggil," tutupnya.(mg4)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAPAT PERHATIAN KHUSUS
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:00 wib
UNTUK NAIKKAN ELEKTABILITAS
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:45 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:30 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:15 wib
SAMBUT BAIK USAHA PEMBERANTASAN KORUPSI
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:00 wib
MASA JABATAN BERAKHIR
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:30 wib
SOAL ISTILAH PRIBUMI
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:20 wib
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:10 wib
UNTUK SATU POSTINGAN INSTAGRAM
Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:00 wib
PILPRES 2019
Saingi Jokowi, Apa yang Sudah Diperbuat Prabowo?
Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Polri Minta Pendapat Ahli soal Istilah "Pribumi" di Pidato Anies
Divonis 4 Tahun, Keluarga Terdakwa Maki Hakim

Kamis, 19 Oktober 2017 - 11:49 WIB

Berkas Lengkap, Agus Saputra Diserahkan ke Jaksa Dugaan Korupsi ADD
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us