Wonderful Indonesia
TEATER
"Dramatic Reading" Marsinah
Minggu, 05 Februari 2017 - 00:49 WIB > Dibaca 1046 kali Print | Komentar
"Dramatic Reading" Marsinah
Berita Terkait

Kembalikan Kejayaan Teater JKT48

Keheningan “Situs” di KABA Festival



Puluhan tahun usai kematiannya, Marsinah kembali. Namun, bukan dalam sosok nyata, melainkan lewat sebuah dramatic reading di panggung Datuk Bandar, Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji (Serai), Kota Pekanbaru, Kamis (2/2/2017).

Pementasan berbasis monolog atas karya Ratna Sarumpaet itu diperankan oleh Nena Padmah. Kepada Riau Pos, mahasiswi Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) itu mengaku sejak lama tertarik untuk mementaskan lakon Marsinah. Namun, kata Nena, ketertarikannya atas Marsinah dan teks Ratna itu bukan karena latar belakang perempuan 24 tahun yang meregang nyawa di zaman Orde Baru (Orba) tersebut.

“Marsinah itu hanya ingin menjadi perempuan biasa-biasa saja, tetapi ternyata hidupnya berat. Semua perempuan ingin begitu (hidup yang baik-baik saja, red), tetapi Marsinah tak mendapatkan itu,” ungkap Nena yang ditemui sebelum pertunjukan.

Dalam sejarahnya, diceritakan bahwa Marsinah meningggal lewat sebuah insiden penculikan. Kuat dugaan, buruh perempuan yang bekerja di satu pabrik di daerah Lamongan itu dilenyapkan lantaran dianggap berbahaya.

 “Saya pun tak memasukkan unsur ideologis Marsinah di dalam pementasan ini,” aku Nena.

Hal itu dikatakan Nena terkait latar belakang Marsinah yang diketahui selama ini. Sebab, bersama sejumlah buruh lainnya, Marsinah menuntut adanya kenaikan upah di tempatnya bekerja. Nahas, ia pun dibinasakan sebelum tuntutan itu tercapai.

Nena mengaku, dalam pementasannya, latar belakang Marsinah sebagai buruh itu tak akan diangkut ke atas panggung. Menurutnya, yang akan ditonjokan nantinya adalah karakter perempuan yang dimiliki Marsinah itu sendiri.

“Saya mengambil sisi perempuan Marsinah seutuhnya, terlepas dari latar belakangnya sebagai buruh,” ucap Nena.

Terkait bagaimana dramatic reading tersebut digarap, Nena mengatakan bahwa karya itu lahir dari pembacaannya yang kemudian langsung diilustrasikan. Artinya, kata Nena lagi, interpretasi atas teks Marsinah itu lahir ketika ia dibacakan di panggung. Hal itu berbeda dengan monolog tanpa teks yang sering ditemukan pada beberapa pementasan.

“Lalu, saya pun menerjemahkannya (teks) itu lebih jauh dari kandungannya sendiri. Dramatic reading itu teks yang didramatisasi langsung saat ia (teks) dibacakan,” jelas Nena.
Diakui Nena, penerjemahan atas teks monolog dan sejarah hidup Marsinah sendiri sudah banyak dilakukan oleh kalangan seniman. Tak hanya diadopsi ke bentuk teater, kisah dan penderitaan Marsinah itu juga dihadirkan ke dalam seni tari, musik, lukis, dan lain-lain.

Misalnya saja yang dilakukan oleh Sardono, seniman tari, di Jogjakarta, beberapa waktu lalu. Adapun dalam bentuk musik, Marsinah dihadirkan oleh kelompok musik beraliran punk rock asal Jakarta, Marjinal.

Sementara itu, mengenai ide untuk menggarap pementasan itu sendiri, Nena menyebut bahwa dramatic reading yang digelar malam itu merupakan semacam pemanasan dari pertunjukan berikutnya. Perempuan berambut panjang itu mengaku, monolog Marsinah tersebut nantinya akan digarap dalam bentuk teater.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DAPAT PERHATIAN KHUSUS
Tak Ingin Ada Konflik di Pemilu 2019, Kapolri Ambil Langkah Ini
Kamis, 19 Oktober 2017 - 21:00 wib
UNTUK NAIKKAN ELEKTABILITAS
Isu Pribumi Harus Terus Dimainkan Anies? Ini Penjelasan Pengamat
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:45 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Pengamat Ungkap Tiga Tokoh yang Berpeluang Bertarung di Pilpres 2019
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:30 wib
MASUKI TAHUN POLITIK
Fahri Tantang Prabowo Segera Deklarasi Sebagai Capres, Alasannya...
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:15 wib
SAMBUT BAIK USAHA PEMBERANTASAN KORUPSI
Terkait Pembentukan Densus Tipikor, Begini Sikap MUI
Kamis, 19 Oktober 2017 - 20:00 wib
MASA JABATAN BERAKHIR
Akhir Tahun Ini, KPK Kembalikan Dua Penyidik dari Polri
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:30 wib
SOAL ISTILAH PRIBUMI
Mabes Polri Pastikan Kaji Semua Laporan Terkait Pidato Anies
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:20 wib
PASCA-PEMBUBARAN
HTI Jelaskan Khilafah di DPR karena Merasa Dizalimi Pemerintah
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:10 wib
UNTUK SATU POSTINGAN INSTAGRAM
Soal Endorse Rp100 Juta, Syahrini Akui Hanya Bercanda
Kamis, 19 Oktober 2017 - 19:00 wib
PILPRES 2019
Saingi Jokowi, Apa yang Sudah Diperbuat Prabowo?
Kamis, 19 Oktober 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Pertunjukan Budaya Meriahkan Pelantikan Pengurus Pamor Riau
Gubri Dijadwalkan Hadiri Haul 100 Tahun Ma’rifat Mardjani
Istri Pangkostrad Kagumi  Oleh-oleh Khas Riau

Rabu, 11 Oktober 2017 - 10:26 WIB

Ratusan Seniman Gelar Aksi untuk Rohingya

Jumat, 06 Oktober 2017 - 10:01 WIB

Kerajinan Khas Daerah Terus Dipopulerkan

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:50 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us