Wonderful Indonesia
TEATER
"Dramatic Reading" Marsinah
Minggu, 05 Februari 2017 - 00:49 WIB > Dibaca 1298 kali Print | Komentar
"Dramatic Reading" Marsinah
Puluhan tahun usai kematiannya, Marsinah kembali. Namun, bukan dalam sosok nyata, melainkan lewat sebuah dramatic reading di panggung Datuk Bandar, Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji (Serai), Kota Pekanbaru, Kamis (2/2/2017).

Pementasan berbasis monolog atas karya Ratna Sarumpaet itu diperankan oleh Nena Padmah. Kepada Riau Pos, mahasiswi Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) itu mengaku sejak lama tertarik untuk mementaskan lakon Marsinah. Namun, kata Nena, ketertarikannya atas Marsinah dan teks Ratna itu bukan karena latar belakang perempuan 24 tahun yang meregang nyawa di zaman Orde Baru (Orba) tersebut.

“Marsinah itu hanya ingin menjadi perempuan biasa-biasa saja, tetapi ternyata hidupnya berat. Semua perempuan ingin begitu (hidup yang baik-baik saja, red), tetapi Marsinah tak mendapatkan itu,” ungkap Nena yang ditemui sebelum pertunjukan.

Dalam sejarahnya, diceritakan bahwa Marsinah meningggal lewat sebuah insiden penculikan. Kuat dugaan, buruh perempuan yang bekerja di satu pabrik di daerah Lamongan itu dilenyapkan lantaran dianggap berbahaya.

 “Saya pun tak memasukkan unsur ideologis Marsinah di dalam pementasan ini,” aku Nena.

Hal itu dikatakan Nena terkait latar belakang Marsinah yang diketahui selama ini. Sebab, bersama sejumlah buruh lainnya, Marsinah menuntut adanya kenaikan upah di tempatnya bekerja. Nahas, ia pun dibinasakan sebelum tuntutan itu tercapai.

Nena mengaku, dalam pementasannya, latar belakang Marsinah sebagai buruh itu tak akan diangkut ke atas panggung. Menurutnya, yang akan ditonjokan nantinya adalah karakter perempuan yang dimiliki Marsinah itu sendiri.

“Saya mengambil sisi perempuan Marsinah seutuhnya, terlepas dari latar belakangnya sebagai buruh,” ucap Nena.

Terkait bagaimana dramatic reading tersebut digarap, Nena mengatakan bahwa karya itu lahir dari pembacaannya yang kemudian langsung diilustrasikan. Artinya, kata Nena lagi, interpretasi atas teks Marsinah itu lahir ketika ia dibacakan di panggung. Hal itu berbeda dengan monolog tanpa teks yang sering ditemukan pada beberapa pementasan.

“Lalu, saya pun menerjemahkannya (teks) itu lebih jauh dari kandungannya sendiri. Dramatic reading itu teks yang didramatisasi langsung saat ia (teks) dibacakan,” jelas Nena.
Diakui Nena, penerjemahan atas teks monolog dan sejarah hidup Marsinah sendiri sudah banyak dilakukan oleh kalangan seniman. Tak hanya diadopsi ke bentuk teater, kisah dan penderitaan Marsinah itu juga dihadirkan ke dalam seni tari, musik, lukis, dan lain-lain.

Misalnya saja yang dilakukan oleh Sardono, seniman tari, di Jogjakarta, beberapa waktu lalu. Adapun dalam bentuk musik, Marsinah dihadirkan oleh kelompok musik beraliran punk rock asal Jakarta, Marjinal.

Sementara itu, mengenai ide untuk menggarap pementasan itu sendiri, Nena menyebut bahwa dramatic reading yang digelar malam itu merupakan semacam pemanasan dari pertunjukan berikutnya. Perempuan berambut panjang itu mengaku, monolog Marsinah tersebut nantinya akan digarap dalam bentuk teater.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
MENJAWAB WARTAWAN SAMBIL BERCANDA
Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres
Sabtu, 24 Februari 2018 - 00:09 wib
TERKAIT PENUTUPAN JALAN DI TANAH ABANG
Anies Baswedan Diadukan, Polisi Masih Mempelajari
Sabtu, 23 Februari 2018 - 21:11 wib
TUDINGAN WAYAN KOSTER TERIMA SUAP MILIARAN
Nyanyian Nazaruddin Harus Dibuktikan Secara Hukum
Sabtu, 23 Februari 2018 - 19:12 wib
POLISI MEMBANTAH
Artis Cantik Ini Bukan Pengedar Narkoba
Sabtu, 23 Februari 2018 - 18:15 wib
DITANGKAP POLISI
Pengunggah Hoax "Megawati Minta Azan di Masjid Ditiadakan" Bilang Cuma Iseng
Sabtu, 23 Februari 2018 - 17:43 wib
DIPUTUSKAN DI RAKERNAS III DI BALI
PDI Perjuangan Akhirnya Tetapkan Sosok Ini Jadi Calon Presiden
Sabtu, 23 Februari 2018 - 17:29 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Suku Teater Mulai Pementasan Perdana "Dilanggar Todak"

Jumat, 23 Februari 2018 - 01:20 WIB

 Berita Hoaks dan Kesantunan Berbahasa Menjadi Perhatian
55 Situs Budaya Diusulkan Jadi WBTB

Selasa, 20 Februari 2018 - 10:51 WIB

Lelaki Tua dan Boneka

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:15 WIB

Metonimia

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:08 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us