Wonderful Indonesia
TEATER
"Dramatic Reading" Marsinah
Minggu, 05 Februari 2017 - 00:49 WIB > Dibaca 906 kali Print | Komentar
"Dramatic Reading" Marsinah
Berita Terkait

Keheningan “Situs” di KABA Festival



Puluhan tahun usai kematiannya, Marsinah kembali. Namun, bukan dalam sosok nyata, melainkan lewat sebuah dramatic reading di panggung Datuk Bandar, Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji (Serai), Kota Pekanbaru, Kamis (2/2/2017).

Pementasan berbasis monolog atas karya Ratna Sarumpaet itu diperankan oleh Nena Padmah. Kepada Riau Pos, mahasiswi Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) itu mengaku sejak lama tertarik untuk mementaskan lakon Marsinah. Namun, kata Nena, ketertarikannya atas Marsinah dan teks Ratna itu bukan karena latar belakang perempuan 24 tahun yang meregang nyawa di zaman Orde Baru (Orba) tersebut.

“Marsinah itu hanya ingin menjadi perempuan biasa-biasa saja, tetapi ternyata hidupnya berat. Semua perempuan ingin begitu (hidup yang baik-baik saja, red), tetapi Marsinah tak mendapatkan itu,” ungkap Nena yang ditemui sebelum pertunjukan.

Dalam sejarahnya, diceritakan bahwa Marsinah meningggal lewat sebuah insiden penculikan. Kuat dugaan, buruh perempuan yang bekerja di satu pabrik di daerah Lamongan itu dilenyapkan lantaran dianggap berbahaya.

 “Saya pun tak memasukkan unsur ideologis Marsinah di dalam pementasan ini,” aku Nena.

Hal itu dikatakan Nena terkait latar belakang Marsinah yang diketahui selama ini. Sebab, bersama sejumlah buruh lainnya, Marsinah menuntut adanya kenaikan upah di tempatnya bekerja. Nahas, ia pun dibinasakan sebelum tuntutan itu tercapai.

Nena mengaku, dalam pementasannya, latar belakang Marsinah sebagai buruh itu tak akan diangkut ke atas panggung. Menurutnya, yang akan ditonjokan nantinya adalah karakter perempuan yang dimiliki Marsinah itu sendiri.

“Saya mengambil sisi perempuan Marsinah seutuhnya, terlepas dari latar belakangnya sebagai buruh,” ucap Nena.

Terkait bagaimana dramatic reading tersebut digarap, Nena mengatakan bahwa karya itu lahir dari pembacaannya yang kemudian langsung diilustrasikan. Artinya, kata Nena lagi, interpretasi atas teks Marsinah itu lahir ketika ia dibacakan di panggung. Hal itu berbeda dengan monolog tanpa teks yang sering ditemukan pada beberapa pementasan.

“Lalu, saya pun menerjemahkannya (teks) itu lebih jauh dari kandungannya sendiri. Dramatic reading itu teks yang didramatisasi langsung saat ia (teks) dibacakan,” jelas Nena.
Diakui Nena, penerjemahan atas teks monolog dan sejarah hidup Marsinah sendiri sudah banyak dilakukan oleh kalangan seniman. Tak hanya diadopsi ke bentuk teater, kisah dan penderitaan Marsinah itu juga dihadirkan ke dalam seni tari, musik, lukis, dan lain-lain.

Misalnya saja yang dilakukan oleh Sardono, seniman tari, di Jogjakarta, beberapa waktu lalu. Adapun dalam bentuk musik, Marsinah dihadirkan oleh kelompok musik beraliran punk rock asal Jakarta, Marjinal.

Sementara itu, mengenai ide untuk menggarap pementasan itu sendiri, Nena menyebut bahwa dramatic reading yang digelar malam itu merupakan semacam pemanasan dari pertunjukan berikutnya. Perempuan berambut panjang itu mengaku, monolog Marsinah tersebut nantinya akan digarap dalam bentuk teater.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT ISU PEMBANGUNAN APARTEMEN
RJA DPR di Kalibata Ternyata Berhantu, tapi...
Rabu, 23 Agustus 2017 - 21:00 wib
TARGETKAN TUNTAS PADA MASA SIDANG INI
Pembahasan Perppu Ormas Akan Dipercepat Komisi II DPR, Alasannya...
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:45 wib
DINILAI BERTANGGUNG JAWAB PENUH
Pansus Angket KPK Didesak Panggil Jokowi ke DPR
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:30 wib
TERKAIT ISU PEMBANGUNAN APARTEMEN
Hanya untuk Kalangan Dewan, Staf Ternyata Tak Boleh Tempati RJA DPR
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:15 wib
DIDATANGI BRPD DAN DITLANTAS
Soal Tunggakan Pajak Mobil Mewah, Begini Klarifikasi Raffi Ahmad
Rabu, 23 Agustus 2017 - 20:00 wib
LA LIGA SPANYOL
Di Maria Gabung Barcelona? Ternyata Ulah Hacker
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:48 wib
SEMPAT DIWACANAKAN SEBELUMNYA
Pengamat: Anggota DPR Seperti Menghina Rakyat jika Jadi Buat Apartemen
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:41 wib
TERUS DIBURU TIM BARESKRIM POLRI
Buronan Korupsi Aset Pertamina Ini Masuk Daftar Cekal Imigrasi
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:37 wib
PERMENHUB DICABUT MA
Organda Khawatir Angkutan Konvensional dan Online Kembali Bergejolak
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:33 wib
PASCA-PENANGKAPAN TARMIZI
Empat Panitera Ini Pernah Terjaring OTT KPK, Berikut Daftarnya
Rabu, 23 Agustus 2017 - 19:27 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Pesan dalam Liuk Tubuh

Minggu, 20 Agustus 2017 - 13:17 WIB

Perkenalkan Budaya  untuk Jaga Persatuan

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:55 WIB

Afrizal, Modernitas dan Kecemasan

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:46 WIB

Rasa Merdeka

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:30 WIB

Tradisi Masyarakat  Warnai Pelepasan JCH

Minggu, 20 Agustus 2017 - 11:16 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us