Wonderful Indonesia
TEATER
"Dramatic Reading" Marsinah
Minggu, 05 Februari 2017 - 00:49 WIB > Dibaca 1175 kali Print | Komentar
"Dramatic Reading" Marsinah
Berita Terkait

Kembalikan Kejayaan Teater JKT48

Keheningan “Situs” di KABA Festival



Puluhan tahun usai kematiannya, Marsinah kembali. Namun, bukan dalam sosok nyata, melainkan lewat sebuah dramatic reading di panggung Datuk Bandar, Kompleks Bandar Seni Raja Ali Haji (Serai), Kota Pekanbaru, Kamis (2/2/2017).

Pementasan berbasis monolog atas karya Ratna Sarumpaet itu diperankan oleh Nena Padmah. Kepada Riau Pos, mahasiswi Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) itu mengaku sejak lama tertarik untuk mementaskan lakon Marsinah. Namun, kata Nena, ketertarikannya atas Marsinah dan teks Ratna itu bukan karena latar belakang perempuan 24 tahun yang meregang nyawa di zaman Orde Baru (Orba) tersebut.

“Marsinah itu hanya ingin menjadi perempuan biasa-biasa saja, tetapi ternyata hidupnya berat. Semua perempuan ingin begitu (hidup yang baik-baik saja, red), tetapi Marsinah tak mendapatkan itu,” ungkap Nena yang ditemui sebelum pertunjukan.

Dalam sejarahnya, diceritakan bahwa Marsinah meningggal lewat sebuah insiden penculikan. Kuat dugaan, buruh perempuan yang bekerja di satu pabrik di daerah Lamongan itu dilenyapkan lantaran dianggap berbahaya.

 “Saya pun tak memasukkan unsur ideologis Marsinah di dalam pementasan ini,” aku Nena.

Hal itu dikatakan Nena terkait latar belakang Marsinah yang diketahui selama ini. Sebab, bersama sejumlah buruh lainnya, Marsinah menuntut adanya kenaikan upah di tempatnya bekerja. Nahas, ia pun dibinasakan sebelum tuntutan itu tercapai.

Nena mengaku, dalam pementasannya, latar belakang Marsinah sebagai buruh itu tak akan diangkut ke atas panggung. Menurutnya, yang akan ditonjokan nantinya adalah karakter perempuan yang dimiliki Marsinah itu sendiri.

“Saya mengambil sisi perempuan Marsinah seutuhnya, terlepas dari latar belakangnya sebagai buruh,” ucap Nena.

Terkait bagaimana dramatic reading tersebut digarap, Nena mengatakan bahwa karya itu lahir dari pembacaannya yang kemudian langsung diilustrasikan. Artinya, kata Nena lagi, interpretasi atas teks Marsinah itu lahir ketika ia dibacakan di panggung. Hal itu berbeda dengan monolog tanpa teks yang sering ditemukan pada beberapa pementasan.

“Lalu, saya pun menerjemahkannya (teks) itu lebih jauh dari kandungannya sendiri. Dramatic reading itu teks yang didramatisasi langsung saat ia (teks) dibacakan,” jelas Nena.
Diakui Nena, penerjemahan atas teks monolog dan sejarah hidup Marsinah sendiri sudah banyak dilakukan oleh kalangan seniman. Tak hanya diadopsi ke bentuk teater, kisah dan penderitaan Marsinah itu juga dihadirkan ke dalam seni tari, musik, lukis, dan lain-lain.

Misalnya saja yang dilakukan oleh Sardono, seniman tari, di Jogjakarta, beberapa waktu lalu. Adapun dalam bentuk musik, Marsinah dihadirkan oleh kelompok musik beraliran punk rock asal Jakarta, Marjinal.

Sementara itu, mengenai ide untuk menggarap pementasan itu sendiri, Nena menyebut bahwa dramatic reading yang digelar malam itu merupakan semacam pemanasan dari pertunjukan berikutnya. Perempuan berambut panjang itu mengaku, monolog Marsinah tersebut nantinya akan digarap dalam bentuk teater.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT PEMBERANTASAN KORUPSI
Aturan Tumpang Tindih, Kemenkumham Minta KPK Ikuti UNCAC
Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 wib
WACANA PDI P
Pimpinan DPR Tidak Akan Dikocok Ulang, Ini Alasannya
Selasa, 12 Desember 2017 - 16:45 wib

Duta Besar Kanada Berkunjung ke PCR untuk Program PEDP
Selasa, 12 Desember 2017 - 16:43 wib
TAJAM DI LIVERPOOL
Pemain Terbaik Afrika 2017? Mohamed Salah!
Selasa, 12 Desember 2017 - 16:35 wib
TEMBILAHAN
Maksimalkan Sinergi dalam Pembangunan
Selasa, 12 Desember 2017 - 15:29 wib
TEMBILAHAN
Satu Pelaku Penikaman Masih Boron
Selasa, 12 Desember 2017 - 15:27 wib

Peduli Korban Bencana di Jawa, PAMOR Serahkan Bantuan
Selasa, 12 Desember 2017 - 13:25 wib
Rencanakan Beraksi Akhir Tahun
Jadikan Polisi Target, Empat Terduga Teroris Diamankan
Selasa, 12 Desember 2017 - 13:17 wib
BSP Raih Peringkat Pertama KI Award
Motivasi Berkarya Bangun Daerah
Selasa, 12 Desember 2017 - 13:15 wib
Cari Berita
Kebudayaan Terbaru
Dari Pekan Rantau Melayu di Hotel Sri Indrayani

Senin, 11 Desember 2017 - 09:55 WIB

Jefri Antoni Beri Motivasi Umat untuk Bangun Masjid

Senin, 11 Desember 2017 - 09:29 WIB

Riset dan Proses Kreatif

Minggu, 10 Desember 2017 - 19:48 WIB

Kostum Tiara Tembus Enam Besar  Miss Ambasador

Minggu, 10 Desember 2017 - 19:40 WIB

Tiga Hari Mengenal Melayu

Jumat, 08 Desember 2017 - 09:40 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us