Wonderful Indonesia
Sidang Dahlan, Saksi yang Dihadirkan JPU Tak Memiliki Kapasitas
Jaksa Jadikan Makelar Tanah Sumber Data
Sabtu, 04 Februari 2017 - 11:47 WIB > Dibaca 739 kali Print | Komentar
Jaksa Jadikan Makelar Tanah Sumber Data
DUKUNGAN: Dahlan Iskan (kanan) mendapat dukungan dari Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (3/2/2017).
SURABAYA (RIAUPOS.CO) - Modus jaksa Kejati Jatim yang memaksakan perkara PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim untuk menyeret Dahlan Iskan ke persida­ngan semakin terkuak. Dalam lanjutan sidang kemarin (3/2), terungkap bahwa jaksa mengarahkan saksi ketika memberikan keterangan dalam penyidikan. Bahkan, sebagian besar saksi fakta yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) tidak memiliki kapasitas. Mereka tidak mengetahui kejadian tersebut secara langsung.

Pada sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya kemarin, jaksa menghadirkan lima saksi. Mereka adalah Tony Suparwis (Lurah Kenayan, Tulungagung); Subiyanto (Sekretaris Kelurahan Kenayan, Tulungagung); Kuntjoro (mantan Sekretaris Kelurahan Kenayan, Tulungagung); Turkan (PNS Badan Pertanahan Nasional Bagian Peralihan Hak); serta Sugiono (Sekretaris Dinas Pendapatan Kabupaten Tulungagung).

Saksi-saksi tersebut dihadirkan terkait dengan penjualan tanah PT Keramik di Jalan Hasanuddin Nomor 1, Tulungagung. Dengan saksi itu, jaksa ingin mengonstruksi bahwa tanah PT Keramik Tulungagung dijual PT PWU kepada PT Sempulur Adi Mandiri (SAM) dengan harga di bawah harga pasar.

Misalnya, yang ditanyakan kepada saksi Tony Suparwis. Jaksa menganggap Tony sebagai lurah memiliki kapasitas menerangkan harga tanah. Padahal, sejak awal, saksi menegaskan bahwa kelurahan tidak menyimpan data apa pun soal harga tanah.

’’(Harga tanah, red) tahun itu tidak tahu. Hanya tanya-tanya ke masyarakat,’’ kata Tony dalam sidang.

Dalam sidang, pria yang tinggal di Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, itu menyebut bahwa masyarakat yang dimaksud adalah makelar tanah. Menurut Tony, dari bertanya kepada makelar, diketahui bahwa pada 2002 harga tanah di sekitar lokasi pabrik keramik itu Rp1 juta per meter persegi. Padahal, sesuai dengan NJOP (nilai jual objek pajak), harga tanah pada tahun itu di lokasi yang sama adalah Rp243 ribu per meter persegi.

Selisih hingga empat kali lipat itu juga terjadi dalam penghitungan versi makelar yang tercantum dalam BAP dan NJOP pada 2003, 2004, hingga 2005. ’’Makelar jualnya di atas harga NJOP. Bisa berlipat-lipat,’’ ucap lurah kelahiran 30 September 1962 itu.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Nazaruddin Benarkan Ancaman Gamawan Fauzi kepada Andi Narogong
Senin, 20 November 2017 - 20:45 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Lawan KPK, Setya Novanto Gandeng Otto Hasibuan
Senin, 20 November 2017 - 20:30 wib
BERSAKSI UNTUK TERDAKWA ANDI NAROGONG
Nazaruddin Yakin Ganjar Terima Uang Proyek e-KTP
Senin, 20 November 2017 - 20:20 wib
RESMI DITAHAN KPK
Golkar Tarik Setya Novanto dari Kursi Ketua DPR di Rapat Pleno
Senin, 20 November 2017 - 20:10 wib
AKUI KETERLIBATAN DALAM PROYEK E-KTP
Bersiaplah! Jika Setnov "Bernyanyi", Jagat Politik Nasional Berguncang
Senin, 20 November 2017 - 20:00 wib
SEBELUM DITAHAN KPK
Bicara dengan Idrus, Setya Novanto Siap Lepaskan Semua Jabatan
Senin, 20 November 2017 - 19:40 wib
BERSAKSI UNTUK TERDAKWA ANDI NAROGONG
Begini Jawaban Nazaruddin saat Ditanya soal Pembagian Uang Korupsi e-KTP
Senin, 20 November 2017 - 19:30 wib
RESMI DITAHAN KPK
Tiga Pimpinan Parpol yang Jadi Pesakitan Sebelum Setya Novanto
Senin, 20 November 2017 - 19:20 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ternyata, Ini Alasan KPK Berani Jebloskan Setnov ke Tahanan
Senin, 20 November 2017 - 19:10 wib
HILMAN LUPA KECEPATAN MOBIL
Polisi Minta Keterangan Toyota untuk Usut Kecelakaan Setya Novanto
Senin, 20 November 2017 - 19:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Polisi Minta Keterangan Toyota untuk Usut Kecelakaan Setya Novanto
Bebaskan Sandera KKB, TNI-Polri Tuai Pujian Jokowi

Senin, 20 November 2017 - 17:30 WIB

Soal Perlindungan, Jokowi Minta Setnov Jalani Proses Hukum
Kata Kalpolri, Syarat untuk Kuasai Dunia Bukan Militer, melainkan...
Sempat Ingin Menghadap Presiden

Senin, 20 November 2017 - 11:59 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us