Wonderful Indonesia
Sidang Dahlan, Saksi yang Dihadirkan JPU Tak Memiliki Kapasitas
Jaksa Jadikan Makelar Tanah Sumber Data
Sabtu, 04 Februari 2017 - 11:47 WIB > Dibaca 471 kali Print | Komentar
Jaksa Jadikan Makelar Tanah Sumber Data
DUKUNGAN: Dahlan Iskan (kanan) mendapat dukungan dari Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (3/2/2017).
SURABAYA (RIAUPOS.CO) - Modus jaksa Kejati Jatim yang memaksakan perkara PT Panca Wira Usaha (PWU) Jatim untuk menyeret Dahlan Iskan ke persida­ngan semakin terkuak. Dalam lanjutan sidang kemarin (3/2), terungkap bahwa jaksa mengarahkan saksi ketika memberikan keterangan dalam penyidikan. Bahkan, sebagian besar saksi fakta yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) tidak memiliki kapasitas. Mereka tidak mengetahui kejadian tersebut secara langsung.

Pada sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Surabaya kemarin, jaksa menghadirkan lima saksi. Mereka adalah Tony Suparwis (Lurah Kenayan, Tulungagung); Subiyanto (Sekretaris Kelurahan Kenayan, Tulungagung); Kuntjoro (mantan Sekretaris Kelurahan Kenayan, Tulungagung); Turkan (PNS Badan Pertanahan Nasional Bagian Peralihan Hak); serta Sugiono (Sekretaris Dinas Pendapatan Kabupaten Tulungagung).

Saksi-saksi tersebut dihadirkan terkait dengan penjualan tanah PT Keramik di Jalan Hasanuddin Nomor 1, Tulungagung. Dengan saksi itu, jaksa ingin mengonstruksi bahwa tanah PT Keramik Tulungagung dijual PT PWU kepada PT Sempulur Adi Mandiri (SAM) dengan harga di bawah harga pasar.

Misalnya, yang ditanyakan kepada saksi Tony Suparwis. Jaksa menganggap Tony sebagai lurah memiliki kapasitas menerangkan harga tanah. Padahal, sejak awal, saksi menegaskan bahwa kelurahan tidak menyimpan data apa pun soal harga tanah.

’’(Harga tanah, red) tahun itu tidak tahu. Hanya tanya-tanya ke masyarakat,’’ kata Tony dalam sidang.

Dalam sidang, pria yang tinggal di Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, itu menyebut bahwa masyarakat yang dimaksud adalah makelar tanah. Menurut Tony, dari bertanya kepada makelar, diketahui bahwa pada 2002 harga tanah di sekitar lokasi pabrik keramik itu Rp1 juta per meter persegi. Padahal, sesuai dengan NJOP (nilai jual objek pajak), harga tanah pada tahun itu di lokasi yang sama adalah Rp243 ribu per meter persegi.

Selisih hingga empat kali lipat itu juga terjadi dalam penghitungan versi makelar yang tercantum dalam BAP dan NJOP pada 2003, 2004, hingga 2005. ’’Makelar jualnya di atas harga NJOP. Bisa berlipat-lipat,’’ ucap lurah kelahiran 30 September 1962 itu.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BAHAS KORUPSI LINTAS NEGARA
Lembaga Antikorupsi Malaysia Perkuat Kerja Sama dengan KPK
Rabu, 26 Juli 2017 - 21:00 wib
TERKAIT PT 20 PERSEN
Jika PAN Gabung Poros PD-Gerindra-PKS, Pilpres 2019 Dipastikan...
Rabu, 26 Juli 2017 - 20:45 wib
RUMOR BURSA TRANSFER
City Akan Salip Madrid untuk Dapatkan Mbappe
Rabu, 26 Juli 2017 - 20:17 wib
PERKARA DUGAAN SUAP
Saipul Jamil Tuding Panitera PN Jakarta Utara Tipu Pengacaranya
Rabu, 26 Juli 2017 - 20:14 wib
BINA HUBUNGAN BAIK
Laporkan Perkembangan, PSSI Sambangi Kemenpora
Rabu, 26 Juli 2017 - 20:10 wib
KASUS PENYIRAMAN AIR KERAS
Simak! Inilah Pesan Novel Baswedan untuk Kapolri
Rabu, 26 Juli 2017 - 19:59 wib
AJUKAN PERMOHONAN PENGUJIAN
Datangi MK, Persis Gugat Perppu Ormas
Rabu, 26 Juli 2017 - 19:56 wib
BERAKHIR PADA 2021
Pemerintah Pastikan Izin Freeport Belum Diperpanjang
Rabu, 26 Juli 2017 - 19:52 wib
PSSI KOORDINASI DENGAN PEMERINTAH
AFC Tunjuk Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala AFC U-19
Rabu, 26 Juli 2017 - 19:47 wib
KANTORNYA DISEBUT JADI TEMPAT TRANSAKSI SUAP
Bantah Tudingan Yulianis, Elza Syarif Minta Dipanggil DPR
Rabu, 26 Juli 2017 - 19:34 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Fadli Zon Tulis Puisi "Sajak Diktator Kecil", Begini Tanggapan Istana
Israel Larang Warga Palestina Salat, Ini Kata PBNU
Yakin IR64 Beras Subsidi, Ini Alasan Menteri Pertanian
Kemendagri: Tidak Ada Paksaan bagi Warga Ahmadiyah
Kapolri: Idham Azis Orang Lama

Rabu, 26 Juli 2017 - 16:36 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us