Wonderful Indonesia
KEMERIAHAN IMLEK DI RIAU
Pegang Teguh Tradisi Leluhur
Sabtu, 28 Januari 2017 - 14:27 WIB > Dibaca 3287 kali Print | Komentar
Pegang Teguh Tradisi Leluhur
Hujan bermakna keberuntungan. Masyarakat etnis Tionghoa sangat meyakini itu. Apalagi jatuh saat tahun baru Imlek. Di Bumi Lancang Kuning, perayaan Imlek yang sudah jadi tradisi dari para leluhur tetap terjaga hingga kini.

Laporan Siti Azura dan Evi Suriyati, Pekanbaru dan Bengkalis

BAK jamur di musim hujan. Seperti itulah gambaran pedagang keperluan Imlek di Pekanbaru ini.Ya, memang banyak pedagang musiman yang menjajakan aneka dagangan yang mungkin hanya ditemukan jelang hari besar masyarakat Tionghoa itu. Mulai dari baju bernuansa merah, bunga segar, tebu, kembang api hingga kaset lagu mandarin lengkap dijajakan di seputaran Jalan  Juanda dan Jalan Karet.

Keramaian begitu terasa saat memasuki sebuah gang yang memang berisi pedagang. Seluruh pedagang terlihat melayani pembeli yang silih berganti. Salah satunya adalah Yanto, pedagang baju merah khas Imlek. Pria keturunan Jawa ini sudah 1 bulan terakhir berjualan.

“Kalau dibilang musiman, ya begitulah. Saya jualan baju-baju ini memang hanya jelang Imlek saja. Kalau hari-hari biasa, saya jualan baju olahraga keliling,” tuturnya.

Per hari rata-rata dia bisa menjual tak kurang dari 100 potong baju anak-anak hingga dewasa. Yang paling diminati ialah baju bermotif ayam. Sesuai dengan shio tahun ini.

Beranjak dari Yanto, terlihat beberapa pedagang bunga segar. Wanita asal Sumatera Utara dengan logatnya yang khas meneriakkan tiga sepuluh ribu kepada pembeli yang lalu lalang. Bak mantera, teriakan itu manjur memancing pembeli. Mereka rata rata membeli lebih dari tiga rangkai bunga yang berasal dari jenis sedap malam, lili dan bunga berwarna cerah lainnya.

“Dalam kepercayaan kami, merangkai bunga segar dan menempatkannya pada depan rumah membawa keberuntungan tersendiri. Bunga segar juga sebagai penghormatan untuk Dewi Kwan Im,” ujar salah seorang pembeli, Lisa.

Di samping itu, bunga segar juga dinilai bisa menetralisir aroma asap yang semerbak saat sembahyang.  Tak hanya bunga asal provinsi tetangga yang laris manis. Batang-batang tebu, jeruk dan nanas  juga jadi incaran.

Tebu sendiri memiliki arti sebagai tanaman yang banyak disukai. Karena rasanya yang manis, segar dan memberikan semangat dalam tubuh. Sedangkan jeruk berarti rezeki dan nanas berarti mahkota raja.Melihat antusias mereka membeli aneka rupa tersebut, mengisyaratkan bahwa masyarakat Tionghoa Pekanbaru masih memegang teguh tradisi dan kepercayaan leluhur mereka.

“Meski perayaan imlek di Pekanbaru tidak terlalu meriah, tapi kami tetap antusias merayakannya. Segala tradisi leluhur tetap kami pegang dan jalankan demi keberhasilan dan kemakmuran hidup di tahun ini,” ujar Layla Syafina warga keturunan  Tionghoa yang dibesarkan di Dumai dan kini menetap di Pekanbaru.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Wako Cilegon Dibekuk KPK
Suap Ditransfer ke Cilegon United FC
Minggu, 24 September 2017 - 15:44 wib

Pesantren Babussalam Kerja Sama dengan KUIS Selangor
Minggu, 24 September 2017 - 14:21 wib

Myanmar Bersalah atas Genosida Rohingya
Minggu, 24 September 2017 - 14:13 wib
Apotek Sentral Sehat Disegel
PCC Nihil, Obat Kedaluarsa Ditemukan
Minggu, 24 September 2017 - 13:49 wib

Polisi Buru Pelaku Penembakan Buaya Raksasa
Minggu, 24 September 2017 - 13:32 wib

Iran Juga Luncurkan Rudal Khoramshahr
Minggu, 24 September 2017 - 12:29 wib
POLITIK
Rakerda PG Sempat Ricuh
Minggu, 24 September 2017 - 12:03 wib
Satu Beroperasi di Pekanbaru
OJK Stop Lima Investasi Bodong
Minggu, 24 September 2017 - 11:51 wib

Kominfo Blokir Situs Nikah Siri
Minggu, 24 September 2017 - 11:47 wib

Reputasi Rekor Tandang
Minggu, 24 September 2017 - 11:42 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Setiap Hari dapat Kiriman Air Limbah

Minggu, 10 September 2017 - 13:34 WIB

Nyala Hari Puisi Ini Pun Tak Akan Pernah Padam

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:08 WIB

Filosofi Hidup dalam Permainan Tradisi

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:03 WIB

Oppss! Ini Via Vallen Lho, Bukan Ayu Ting Ting atau Isyana Sarasvati...
Lama Waktu Mengemudi Maksimal Tiga  Jam

Minggu, 11 Juni 2017 - 11:05 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us