Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DIDEPORTASI PEMERINTAH TURKI
Terduga Pendukung ISIS Diduga Mantan Pegawainya, Ini Kata Kemenkeu
Jumat, 27 Januari 2017 - 16:18 WIB > Dibaca 837 kali Print | Komentar
Terduga Pendukung ISIS Diduga Mantan Pegawainya, Ini Kata Kemenkeu
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Informasi mengenai warga negara Indonesia (WNI) berinisial TUAB yang ditangkap otoritas Turki merupakan pegawainya, dibenarkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Meski begitu, TUAB alias Triyono diketahui sudah bukan pegawai Kemenkeu. Dia sendiri diduga hendak bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak Suriah (ISIS).

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nurfansa Wira Sakti, TUAB pernah tercatat sebagai pegawai di Kementerian Keuangan. “Pada Februari 2016, yang bersangkutan mengajukan pengunduran diri dari PNS Kemenkeu,"‎ ungkapnya lewat keterangan tertulis, Jumat (27/1/2017).

TUAB, lanjutnya, mengundurkan diri dengan dalih hendak mengurus pesantren anak yatim di Bogor. "Sejak saat itu yang bersangkutan tidak dapat dihubungi," imbuhnya.

Di sisi lain, soal posisi TUAB yang kini sedang diproses polisi, dia menegaskan bahwa Kemenkeu tidak akan memberikan bantuan apa pun terhadap bapak tiga anak yang pernah tercatat sebagai penduduk Cilincing, Jakarta Utara itu. "Kemenkeu tidak memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan, menjunjung tinggi taat asas praduga tak bersalah, dan menghormati proses penegakan hukum yang dilaksanakan oleh kepolisian‎," tuturnya.

TUAB bersama istrinya, NK dan ketiga anaknya, yakni NK serta NCh (12), MSU (7) dan MAU (3) sebelumnya dideportasi dari Turki. Pada Rabu (25/1/2017) malam, kelimanya tiba di Bandara Ngurah Rai. Laman Channel News Asia yang mengutip pejabat senior di lembaga keamanan Indonesia menuturkan, TUAB menual rumahnya untuk mengumpulkan uang guna bergabung dengan ISIS.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Nazaruddin Benarkan Ancaman Gamawan Fauzi kepada Andi Narogong
Senin, 20 November 2017 - 20:45 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Lawan KPK, Setya Novanto Gandeng Otto Hasibuan
Senin, 20 November 2017 - 20:30 wib
BERSAKSI UNTUK TERDAKWA ANDI NAROGONG
Nazaruddin Yakin Ganjar Terima Uang Proyek e-KTP
Senin, 20 November 2017 - 20:20 wib
RESMI DITAHAN KPK
Golkar Tarik Setya Novanto dari Kursi Ketua DPR di Rapat Pleno
Senin, 20 November 2017 - 20:10 wib
AKUI KETERLIBATAN DALAM PROYEK E-KTP
Bersiaplah! Jika Setnov "Bernyanyi", Jagat Politik Nasional Berguncang
Senin, 20 November 2017 - 20:00 wib
SEBELUM DITAHAN KPK
Bicara dengan Idrus, Setya Novanto Siap Lepaskan Semua Jabatan
Senin, 20 November 2017 - 19:40 wib
BERSAKSI UNTUK TERDAKWA ANDI NAROGONG
Begini Jawaban Nazaruddin saat Ditanya soal Pembagian Uang Korupsi e-KTP
Senin, 20 November 2017 - 19:30 wib
RESMI DITAHAN KPK
Tiga Pimpinan Parpol yang Jadi Pesakitan Sebelum Setya Novanto
Senin, 20 November 2017 - 19:20 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ternyata, Ini Alasan KPK Berani Jebloskan Setnov ke Tahanan
Senin, 20 November 2017 - 19:10 wib
HILMAN LUPA KECEPATAN MOBIL
Polisi Minta Keterangan Toyota untuk Usut Kecelakaan Setya Novanto
Senin, 20 November 2017 - 19:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Nazaruddin Benarkan Ancaman Gamawan Fauzi kepada Andi Narogong
Lawan KPK, Setya Novanto Gandeng Otto Hasibuan

Senin, 20 November 2017 - 20:30 WIB

Nazaruddin Yakin Ganjar Terima Uang Proyek e-KTP

Senin, 20 November 2017 - 20:20 WIB

Bersiaplah! Jika Setnov "Bernyanyi", Jagat Politik Nasional Berguncang
Pengamat Ungkap Alasan KPK Berani Tangkap Novanto

Senin, 20 November 2017 - 19:50 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us