Wonderful Indonesia
TERJADI DI WILAYAH SULAWESI
Duh, Kelompok Abu Sayyaf Kembali Berulah, Kali Ini...
Sabtu, 21 Januari 2017 - 17:31 WIB > Dibaca 2291 kali Print | Komentar
Duh, Kelompok Abu Sayyaf Kembali Berulah, Kali Ini...
Ilustrasi. (JPNN)
MAKASSAR (RIAUPOS.CO) - Tiga warga Sulawesi Selatan menjadi korban penculikan kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Mereka adalah Hamdan bin Salim dan Sudarling Samansung asal Selayar, serta Subandu bin Sattu yang tercatat sebagai warga Bulukumba. Ketiga adalah nelayan kapal penangkap ikan Sandakan BN 838/4F, yang diculik di Perairan Lahad Datu, Malaysia Timur, Kamis (19/1/2017).

Menurut Kepala Komando Mindanao Barat, Mayjen Carlito Galvez Jr, seperti dikutip dari Inquirer, membenarkan penculikan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut. Carlito menyatakan, ketiga sandera termasuk di antara enam awak kapal Sandakan BN 838/4F. Awalnya dilaporkan hilang setelah serangan kelompok bersenjata di perbatasan laut Filipina dan Malaysia. “Hingga kini nasib ketiganya belum jelas,” kata Raphael Alano, juru bicara pemerintah Filipina, Jumat (20/1/2017).

Saat ini, kabar diculiknya ketiga warga tersebut, sudah sampai ke kampung halaman masing-masing. Dikatakan Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Eddy S Tarigan, pada Oktober 2015, Sudarling yang merupakan warga Pulau Bembe, Kepulauan Selayar, pergi ke Nunukan bersama Hamdan yang merupakan pamannya.

Mereka bekerja bersama Subandi (warga Bonto Bahari, Bulukumba ) sebagai nelayan. “Di Malaysia ditampung oleh keluarganya yang bernama M Arsyad. Mereka bekerja di kapal penangkap udang. Hamdan merupakan juragan, sementara Sudarling dan Subandi bertugas sebagai anak buah kapal,” ucapnya kepada FAJAR (Jawa Pos Group), Jumat malam.

Menurut Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, dirinya sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga sandera. Dia berjanji Pemkab Bulukumba akan terlibat aktif dalam upaya pembebasan. “Kami juga akan berkordinasi dengan Pemkab Selayar untuk bersama-sama berjuang membebaskan warga,” ucapnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kepulauan Selayar juga tak tinggal diam. Bupati Basli Ali sudah mendapat kabar soal dua warganya yang disandera kelompok Abu Sayyaf. Basli menyatakan, dia langsung berkoordinasi dengan semua pihak terkait.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
AUDIENSI DENGAN DPR
Soal Pembubaran Seminar di LBH, Ini Aspirasi dari Perwakilan Ormas
Selasa, 25 September 2017 - 21:00 wib
HADAPI DUA KUBU
Jika Peta Politik Tak Berubah Drastis, Jokowi Diprediksi Kembali Menang Pilpres
Selasa, 25 September 2017 - 20:45 wib
BEREDAR DI MEDIA SOSIAL
Ini Klarifikasi MUI soal Pesan Berantai 70 Ustaz yang Perlu Diwaspadai
Selasa, 25 September 2017 - 20:30 wib
ANALISIS PENGAMAT POLITIK
Penayangan Film G30S/PKI Terancam Batal jika Simpatisan PKI Bergerak
Selasa, 25 September 2017 - 20:20 wib
BERASAL DARI SEJUMLAH ORMAS
Tolak Pencabutan TAP MPRS soal PKI, 50.000 Massa Siapkan Aksi 299
Selasa, 25 September 2017 - 20:15 wib
KASUS UJARAN KEBENCIAN
Mangkir dari Panggilan Polisi, Jonru Minta Pemeriksaan Diundur
Selasa, 25 September 2017 - 19:45 wib
KEMBALI DIPERIKSA SEBAGAI SAKSI
Bantah Sebut Nama Aris Budiman, Miryam: Tak Ada Aliran Dana 2 Miliar
Selasa, 25 September 2017 - 19:30 wib
DALAM PEMBICARAAN INTERNAL
Soal Pengadaan 5.000 Senjata, Pernyataan Panglima TNI Disadap?
Selasa, 25 September 2017 - 19:15 wib
PEMILIK SUDAH DIAMANKAN
Terkait Mahar Koin Nikahsirri.com, Ini Penjelasan Polisi
Selasa, 25 September 2017 - 19:00 wib
SIDANG PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Ratusan Dokumen yang Dibawa KPK Tak Pengaruhi Tim Kuasa Hukum Novanto
Selasa, 25 September 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Soal Pembubaran Seminar di LBH, Ini Aspirasi dari Perwakilan Ormas
Ini Klarifikasi MUI soal Pesan Berantai 70 Ustaz yang Perlu Diwaspadai
Penayangan Film G30S/PKI Terancam Batal jika Simpatisan PKI Bergerak
BIN Tak Perlu Izin Presiden Terkait Pembelian Senjata, Ini Alasan Polri
Soal Pengadaan 5.000 Senjata, Pernyataan Panglima TNI Disadap?
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini