Wonderful Indonesia
SUDAH TIBA DI JAKARTA
Lagi, Dua WNI Mantan Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Jumat, 16 Desember 2016 - 19:44 WIB > Dibaca 761 kali Print | Komentar
Lagi, Dua WNI Mantan Sandera Abu Sayyaf Dibebaskan
Ilustrasi. (JPNN)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setelah sebelumnya sempat menjadi korban penyanderaan kelompok pemberontak Abu Sayyaf di Filipina, M Nasir (62) dan Robin Piter akhirnya bisa pulang Indonesia. Pada Kamis (15/12/2016),  sekitar pukul 23.20, dua warga negara Indonesia (WNI) tersebut tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Menurut Heru Santoso Ananta Yudha selaku Kepala Bagian Hubungan Masyarakat  dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham), Consul General of the Republik of Indonesia in Davao City,  Filipina, Berlian Napitupulu langsung mengawal kedatangan keduanya.

Kemudian, juga ada seorang staf Konsulat Jenderal RI di Davao yang turut mengawal kedatangan keduanya. "Rombongan mendarat dengan pesawat Singapore Airlines SQ968," kata Heru di Jakarta, Jumat (16/12/2016).

Setelah dilakukan proses keimigrasian, kata dia, kedua korban dijemput oleh petugas Kementerian Luar Negeri, BAIS, Interpol, dan Polri. Kemenlu sebelumnya memastikan kerja keras pemerintah telah berhasil membebaskan Robin dan Nasir.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pemerintah pada 12 Desember 2016 membebaskan Robin dan Piter yang tercatat sebagai ABK TB Charles dari tangan kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan. "Pembebasan ini adalah hasil diplomasi total yang melibatkan berbagai elemen pemerintah selama enam bulan terakhir," katanya.

Bebasnya Robin Piter dan Muhamad Sofyan membuat tujuh anak buah kapal (ABK) TB Charles yang diculik pada 20 Juni 2016 lalu seluruhnya kembali ke pangkuan tanah air. Sebab, pada 7 Agustus 2016, dua ABK atas nama Muhammad Sofyan dan Ismail berhasil dibebaskan.

Kemudian, pada 1 Oktober ABK Edi Suryo, Muhammad Mahbrur Dahri, dan Ferry Arifin juga bebas.(boy)

Sumber: JPNN
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
AUDIENSI DENGAN DPR
Soal Pembubaran Seminar di LBH, Ini Aspirasi dari Perwakilan Ormas
Selasa, 25 September 2017 - 21:00 wib
HADAPI DUA KUBU
Jika Peta Politik Tak Berubah Drastis, Jokowi Diprediksi Kembali Menang Pilpres
Selasa, 25 September 2017 - 20:45 wib
BEREDAR DI MEDIA SOSIAL
Ini Klarifikasi MUI soal Pesan Berantai 70 Ustaz yang Perlu Diwaspadai
Selasa, 25 September 2017 - 20:30 wib
ANALISIS PENGAMAT POLITIK
Penayangan Film G30S/PKI Terancam Batal jika Simpatisan PKI Bergerak
Selasa, 25 September 2017 - 20:20 wib
BERASAL DARI SEJUMLAH ORMAS
Tolak Pencabutan TAP MPRS soal PKI, 50.000 Massa Siapkan Aksi 299
Selasa, 25 September 2017 - 20:15 wib
KASUS UJARAN KEBENCIAN
Mangkir dari Panggilan Polisi, Jonru Minta Pemeriksaan Diundur
Selasa, 25 September 2017 - 19:45 wib
KEMBALI DIPERIKSA SEBAGAI SAKSI
Bantah Sebut Nama Aris Budiman, Miryam: Tak Ada Aliran Dana 2 Miliar
Selasa, 25 September 2017 - 19:30 wib
DALAM PEMBICARAAN INTERNAL
Soal Pengadaan 5.000 Senjata, Pernyataan Panglima TNI Disadap?
Selasa, 25 September 2017 - 19:15 wib
PEMILIK SUDAH DIAMANKAN
Terkait Mahar Koin Nikahsirri.com, Ini Penjelasan Polisi
Selasa, 25 September 2017 - 19:00 wib
SIDANG PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Ratusan Dokumen yang Dibawa KPK Tak Pengaruhi Tim Kuasa Hukum Novanto
Selasa, 25 September 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Soal Pembubaran Seminar di LBH, Ini Aspirasi dari Perwakilan Ormas
Ini Klarifikasi MUI soal Pesan Berantai 70 Ustaz yang Perlu Diwaspadai
Penayangan Film G30S/PKI Terancam Batal jika Simpatisan PKI Bergerak
BIN Tak Perlu Izin Presiden Terkait Pembelian Senjata, Ini Alasan Polri
Soal Pengadaan 5.000 Senjata, Pernyataan Panglima TNI Disadap?
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini