Wonderful Indonesia
NASIONAL
Sandera ABK TB Charles Terakhir Dibebaskan
Selasa, 13 Desember 2016 - 10:41 WIB > Dibaca 438 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dua sandera terakhir dari kasus penculikan anak buah kapal (ABK) TB Charles akhirnya berhasil dibebaskan. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pemerintah berhasil membebaskan dua WNI ABK TB Charles dari tangan kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan, Ahad (12/12). Identitas kedua ABK tersebut adalah Robin Piter asal Samarinda dan Muhamad Sofyan asal Sulawesi Selatan.

’’Rencananya mereka akan diserahkan langsung oleh Komandan Komando Mindanao Barat kepada Duta Besar RI di Manila besok (hari ini, red) di Kota Zamboanga,’’ jelasnya, Ahad (12/12).

Dia menegaskan, itu adalah hasil dari upaya diplomasi total yang melibatkan pemerintah selama enam bulan terakhir. Dengan bebasnya dua WNI tersebut, kasus TB Charles secara resmi tuntas.

Pada 20 Juni lalu, tujuh ABK disandera kelompok Abu Sayyaf. Baru pada 7 Agustus, dua ABK atas nama Muhammad Sofyan dan Ismail berhasil meloloskan diri. Sementara itu, pada 1 Oktober, 3 ABK lainnya Edi Suryo, Muhammad Mahbrur Dahri, dan Ferry Arifin juga berhasil dibebaskan.

’’Total tujuh ABK TB Charles yang diculik pada 20 Juni 2016 seluruhnya telah dibebaskan,’’ tegasnya.

Juru Bicara Komando Militer Mindao Barat Filemon Tan mengklaim, pembebasan tersebut terjadi karena pihak penyandera merasa tertekan oleh aksi militer Filipina Selatan.

’’Mereka membebaskan dua sandera Indoensia setelah ditekan dengan operasi nonstop.

 Selain itu, juga dengan bantuan dari MNLF (Moro National Liberation Front,’’ jelasnya.

Saat ini masih terdapat 4 WNI lainnya yang masih berada di tangan penyandera. Seluruhnya adalah nelayan yang bekerja di kapal-kapal ikan berbendera Malaysia. Mereka diculik di sekitar perairan Sabah selama periode November-Desember 2016.(bil/oki/jpg)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
AUDIENSI DENGAN DPR
Soal Pembubaran Seminar di LBH, Ini Aspirasi dari Perwakilan Ormas
Selasa, 25 September 2017 - 21:00 wib
HADAPI DUA KUBU
Jika Peta Politik Tak Berubah Drastis, Jokowi Diprediksi Kembali Menang Pilpres
Selasa, 25 September 2017 - 20:45 wib
BEREDAR DI MEDIA SOSIAL
Ini Klarifikasi MUI soal Pesan Berantai 70 Ustaz yang Perlu Diwaspadai
Selasa, 25 September 2017 - 20:30 wib
ANALISIS PENGAMAT POLITIK
Penayangan Film G30S/PKI Terancam Batal jika Simpatisan PKI Bergerak
Selasa, 25 September 2017 - 20:20 wib
BERASAL DARI SEJUMLAH ORMAS
Tolak Pencabutan TAP MPRS soal PKI, 50.000 Massa Siapkan Aksi 299
Selasa, 25 September 2017 - 20:15 wib
KASUS UJARAN KEBENCIAN
Mangkir dari Panggilan Polisi, Jonru Minta Pemeriksaan Diundur
Selasa, 25 September 2017 - 19:45 wib
KEMBALI DIPERIKSA SEBAGAI SAKSI
Bantah Sebut Nama Aris Budiman, Miryam: Tak Ada Aliran Dana 2 Miliar
Selasa, 25 September 2017 - 19:30 wib
DALAM PEMBICARAAN INTERNAL
Soal Pengadaan 5.000 Senjata, Pernyataan Panglima TNI Disadap?
Selasa, 25 September 2017 - 19:15 wib
PEMILIK SUDAH DIAMANKAN
Terkait Mahar Koin Nikahsirri.com, Ini Penjelasan Polisi
Selasa, 25 September 2017 - 19:00 wib
SIDANG PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Ratusan Dokumen yang Dibawa KPK Tak Pengaruhi Tim Kuasa Hukum Novanto
Selasa, 25 September 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Soal Pembubaran Seminar di LBH, Ini Aspirasi dari Perwakilan Ormas
Ini Klarifikasi MUI soal Pesan Berantai 70 Ustaz yang Perlu Diwaspadai
Penayangan Film G30S/PKI Terancam Batal jika Simpatisan PKI Bergerak
BIN Tak Perlu Izin Presiden Terkait Pembelian Senjata, Ini Alasan Polri
Soal Pengadaan 5.000 Senjata, Pernyataan Panglima TNI Disadap?
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini