Wonderful Indonesia
DERITA TRAGIS PENGUNGSI MENGGAPAI EROPA
Dunia, Lihatlah Tumpukan Mayat di Kapal Pengungsi Ini Terpaksa Diinjak!
Jumat, 07 Oktober 2016 - 14:15 WIB > Dibaca 16122 kali Print | Komentar
Dunia, Lihatlah Tumpukan Mayat di Kapal Pengungsi Ini Terpaksa Diinjak!
Tragis, mereka harus berjalan di sela dan bahkan menginjak mayat sesama pengungsi untuk keluar dari kapal saat diselamatkan.
ITALIA (RIAUPOS.CO) – Menghindar dari kecamuk di dalam negeri, ribuan pengungsi dari sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika menempuh berbagai cara agar dapat diangkut kapal menuju tanah harapan, Eropa.

Ya, penderitaan dan kesengsaraan pengungsi itu, seakan tak habis-habisnya. Mereka, terutama yang berasal dari Afrika, harus mempertaruhkan nyawa dalam kapal nelayan saat mengarungi Laut Mediterania. Gambar-gambar berikut memperlihatkan bagaimana hal-hal tragis yang mereka alami. Ini bukan cuplikan kisah fiksi, tapi nyata!

Gambar-gambar yang kami tampilkan ini adalah sebagian dari ribuan pengungsi yang dijejal di dalam kapal oleh penyelundup, hingga ada yang tewas karena lemas, kepanasan dan terhimpit.


Jenazah pengungsi diikat sedemikian rupa untuk dikeluarkan dari lambung kapal


Pekan ini, fotografer Aris Messinis, mengabadikan dengan airmata bagaimana kondisi pengungsi itu, di dalam sebuah kapal yang sedang dalam pelayaran dari Libya menuju Italia, yang terpaksa berjalan di sela-sela mayat sesama pengungsi, bahkan terpaksa menginjaknya, untuk keluar dari kapal ketika berhasil diselamatkan.


Pengungsi yang nyebur ke laut diselamatkan dengan perahu karet


Insiden tragis Selasa lalu, misalnya, dia menyaksikan  ada tumpukan sedikitnya 22 jenazah pengungsi di bawah geladak kapal. Namun sebenarnya, ada banyak lagi mayat dan setelah semua mayat dikeluarkan, diketahui jumlahnya adalah 28 sosok. Mereka tewas akibat lemas, desak-desakan, terhimpit di bagian bawah lambung kapal.

Messinis berada di atas Astral, kapal yang disewa NGO Spanyol, ProActiva Open Arms, untuk melakukan aksi penyelamatan pengungsi, ketika berpapasan dengan kapal nelayan membawa 1-1.000 pengungsi itu.

Seperti inilah di antara cara mereka menurunkan pengungsi anak-anak, dinanti oleh mereka yang sudah duluan berada di atas laut
.

Sepanjang pekan ini, pengawal pantai Italia menyelamatkan 6.000 pengungsi dari Afrika dan dalam satu kapal, ditemukan sembilan mayat termasuk seorang wanita hamil.

Ketika semua  kapal penjaga pantai Italia pulang ke pelabuhan membawa pengungsi, Astral terpaksa membantu pengungsi di atas kapal tersebut  sendirian, dibantu perahu karet yang didrop pesawat militer Spanyol.

Begitu saratnya pengungsi yang dijejal di kapal nelayan


Pengungsi di atas kapal tersebut berdesak-desakan keluar. Tidak sedikit yang terjun ke laut dan aksi penyelamatan oleh Astral yang dimulai sejak dinihari itu, baru berakhir ketika cuaca kembali berangsur gelap karena malam segera tiba.(Daily Mail/amzar)


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Canadian Ambassador Kunjungi PCR Terkait PEDP
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:20 wib

Petugas Bandara Harus Jeli
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:17 wib

Kapolres Ingatkan Personel Tingkatkan Pelayanan
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:17 wib
SELATPANJANG
Karantina Amankan 424 Kg Buah Ilegal
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:15 wib

DPRD Bentuk Pansus Bahas 7 Ranperda Retribusi
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:14 wib
PEKANBARU
DAK BOKB Riau 2018 Capai Rp51,8 Miliar
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:13 wib

Pretzel, si Kue Gurih Manis Asal Eropa
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:12 wib

STMIK Hang Tuah-Multimatics Jalin MoU
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:09 wib

RESEP PRETZEL RUMAHAN
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:06 wib

OSIS SMAN 12 Pekanbaru Taja Lomba Antar Kelas
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:05 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Pesan Wawako, Jangan Lupa Jaga Kebersihan

Jumat, 01 Desember 2017 - 09:04 WIB

Takjub Keindahan Baiturrahman

Selasa, 28 November 2017 - 12:08 WIB

Setiap Hari dapat Kiriman Air Limbah

Minggu, 10 September 2017 - 13:34 WIB

Nyala Hari Puisi Ini Pun Tak Akan Pernah Padam

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:08 WIB

Filosofi Hidup dalam Permainan Tradisi

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:03 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us