Wonderful Indonesia
DERITA TRAGIS PENGUNGSI MENGGAPAI EROPA
Dunia, Lihatlah Tumpukan Mayat di Kapal Pengungsi Ini Terpaksa Diinjak!
Jumat, 07 Oktober 2016 - 14:15 WIB > Dibaca 16442 kali Print | Komentar
Dunia, Lihatlah Tumpukan Mayat di Kapal Pengungsi Ini Terpaksa Diinjak!
Tragis, mereka harus berjalan di sela dan bahkan menginjak mayat sesama pengungsi untuk keluar dari kapal saat diselamatkan.
ITALIA (RIAUPOS.CO) – Menghindar dari kecamuk di dalam negeri, ribuan pengungsi dari sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika menempuh berbagai cara agar dapat diangkut kapal menuju tanah harapan, Eropa.

Ya, penderitaan dan kesengsaraan pengungsi itu, seakan tak habis-habisnya. Mereka, terutama yang berasal dari Afrika, harus mempertaruhkan nyawa dalam kapal nelayan saat mengarungi Laut Mediterania. Gambar-gambar berikut memperlihatkan bagaimana hal-hal tragis yang mereka alami. Ini bukan cuplikan kisah fiksi, tapi nyata!

Gambar-gambar yang kami tampilkan ini adalah sebagian dari ribuan pengungsi yang dijejal di dalam kapal oleh penyelundup, hingga ada yang tewas karena lemas, kepanasan dan terhimpit.


Jenazah pengungsi diikat sedemikian rupa untuk dikeluarkan dari lambung kapal


Pekan ini, fotografer Aris Messinis, mengabadikan dengan airmata bagaimana kondisi pengungsi itu, di dalam sebuah kapal yang sedang dalam pelayaran dari Libya menuju Italia, yang terpaksa berjalan di sela-sela mayat sesama pengungsi, bahkan terpaksa menginjaknya, untuk keluar dari kapal ketika berhasil diselamatkan.


Pengungsi yang nyebur ke laut diselamatkan dengan perahu karet


Insiden tragis Selasa lalu, misalnya, dia menyaksikan  ada tumpukan sedikitnya 22 jenazah pengungsi di bawah geladak kapal. Namun sebenarnya, ada banyak lagi mayat dan setelah semua mayat dikeluarkan, diketahui jumlahnya adalah 28 sosok. Mereka tewas akibat lemas, desak-desakan, terhimpit di bagian bawah lambung kapal.

Messinis berada di atas Astral, kapal yang disewa NGO Spanyol, ProActiva Open Arms, untuk melakukan aksi penyelamatan pengungsi, ketika berpapasan dengan kapal nelayan membawa 1-1.000 pengungsi itu.

Seperti inilah di antara cara mereka menurunkan pengungsi anak-anak, dinanti oleh mereka yang sudah duluan berada di atas laut
.

Sepanjang pekan ini, pengawal pantai Italia menyelamatkan 6.000 pengungsi dari Afrika dan dalam satu kapal, ditemukan sembilan mayat termasuk seorang wanita hamil.

Ketika semua  kapal penjaga pantai Italia pulang ke pelabuhan membawa pengungsi, Astral terpaksa membantu pengungsi di atas kapal tersebut  sendirian, dibantu perahu karet yang didrop pesawat militer Spanyol.

Begitu saratnya pengungsi yang dijejal di kapal nelayan


Pengungsi di atas kapal tersebut berdesak-desakan keluar. Tidak sedikit yang terjun ke laut dan aksi penyelamatan oleh Astral yang dimulai sejak dinihari itu, baru berakhir ketika cuaca kembali berangsur gelap karena malam segera tiba.(Daily Mail/amzar)


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
JADI TUAN RUMAH DJARUM SIRNAS LI-NING RIAU OPEN 2018
PBSI Riau Bahas Teknis Persiapan sebagai Panitia Lokal
Kamis, 22 Februari 2018 - 17:06 wib
BEKERJA SAMA DENGAN DISPORA RIAU, PLN DAN PT ARARA ABADI
Sabtu, PWI Riau Tanam Pohon di Stadion Utama
Kamis, 22 Februari 2018 - 16:56 wib

Syamsuar Akan Angkat Ekonomi Riau yang sedang Terpuruk
Kamis, 22 Februari 2018 - 16:14 wib
DAMPAK LETUSAN GUNUNG SINABUNG
Pasokan Sayur ke Medan Terancam
Kamis, 22 Februari 2018 - 15:43 wib
NIKITA MIRZANI
Ingin Cepat-cepat Nikah
Kamis, 22 Februari 2018 - 15:17 wib

PSMS Medan Dapat Hadiah Rp550 Juta dari Piala Presiden
Kamis, 22 Februari 2018 - 13:57 wib

Proyek Zona I Lelang Ulang
Kamis, 22 Februari 2018 - 13:26 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Membuang Asam, Menjaga Payau

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:25 WIB

Bangunan Rusak dan Rumput Semakin Meninggi

Selasa, 06 Februari 2018 - 10:18 WIB

Negeri yang Tak Pernah Disentuh Ban Mobil

Minggu, 04 Februari 2018 - 12:16 WIB

KTP-el Dibuatkan, Lahan Diperjuangkan

Sabtu, 03 Februari 2018 - 11:51 WIB

Relokasi 5.000 Jiwa atau Lepaskan Status Lahan

Jumat, 02 Februari 2018 - 15:57 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us