Wonderful Indonesia
TENTANG KETIDAKADILAN DAN KESETERAAN
Kupas Persoalan Perempuan bersama Eni Lestari Andayani Adi
Sabtu, 01 Oktober 2016 - 15:19 WIB > Dibaca 3928 kali Print | Komentar
Kupas Persoalan Perempuan bersama Eni Lestari Andayani Adi
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Mengingat kondisi perempuan saat ini masih banyak dipenuhi persoalannya ketidakadilan dan tidak kesetaraan di semua aspek kehidupan, baik secara ekonomi politik dan budaya, anggota DPRD Riau Ade Hartati Rahmad bersama Seuri dan Rupari menggelar diskusi publik dengan tema" Menakar Hasil KTT PBB ke-71 dan Memahami Persoalan Perempuan di Riau" pada Sabtu (1/10/2016), di gedung Pustaka Wilayah Riau, Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru.

Acar tersebut juga mendatangkan juru bicara Eni Lestari Andayani Adi, Buruh Migran Indonesia (JBMI) Hong Kong dan kini mengetuai International Migrant’s Alliance atau IMA. Ia merupakan perempuan dari Indonesia yang mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-71 PBB yang membicarakan tentang migrasi dan pengungsi,

Dalam penyampaiannya, Eni Lestari lebih banyak bercerita tenang pengalamannya selama menjadi tenaga kerja di Hongkong hingga ia menjadi ketua IMA tersebut. "Miris, apa yang dialami tenaga kerja perempuan Indonesia di Hongkong dengan tidak menerima hari libur, gaji tidak penuh, padahal satu satunya negara di Asia ini yang menerapkan perturan perlindungan hukum terhadap tenaga kerja buruh dan pembantu, tapi itu disembunyikan," ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, ia terus belajar bahasa asing supaya dapat mengawal setiap masalah atau kasus yang menimpa rekan sejawatnya di negara lain. "Setiap maslah itu saya pelajari. Tidak hanya masalah saya yang saya pelajari, tapi semua masalah kawan-kawan yang saya dampingi. Ternyata aturan bantuan hukum terhadap sengaja dijauhkan dari pekerja Indonesia supaya jangan ada yang menuntut gaji penuh, menuntut hari libur. Bahkan, agen pun sebelum kami berangkat sudah mencuci otak para TKW yang mau berangkat tersebut," tuturnya.

Berawal dari menyuarakan hak-hak migrasi dari indonesia di Hongkong itu, ia kemudian diangkat menjadi ketua Migran Asia yang pernah di undang ke KTT PBB beberapa waktu lalu untuk membicarakan persoalan perempuan.

"Bicara soal buruh migran tanpa melibatkan kami para buruh, dulu saya hanya membicarakan, menyarankan hak perempuan di Hongkong saja. Dari situlah saya bisa menjadi ketua IMA dan menjadi pembicara di KTT PBB," pungkasnya.

Sementara itu, Ade Hartati Rahmad selaku anggota DPRD Riau mengatakan diskusi tersebut untuk membicarakan bagaimana kondisi perempuan di tingkat dunia dan bicara perempuan dari Indonesia tentang buruh migran yang berada di berbagai negara lain yang harus dibekali dengan pengetahuan wawasan dan pendidikan,

"Karena apa yang dirasakan perempuan itu suhunya lebih dari pada kondisi sehari-hari. Kondisi  bagaimana masa depan anak, bagaimana masa depan keluarga. Nah, inilah yang menjadi perjuangan perempuan, kenapa perempuan juga harus bekerja sampai ke luar negeri, perempuan menjadi buru, perempuan harus bekerja jadi pembantu rumah tangga," jelasnya.

Kemudian, lanjutnya, pihaknya juga sengaja mengundang bakal calon walikota Ivan Herman karena dalam konteks ini pihaknya ingin menyampaikan serta mengajak semua pemimpin itu untuk punya cara pandang yang sama, perspektif yang sama tentang kondisi perempuan, tentang kebutuhan perempuan.

"Kami ingin mengajak pemimpin ke depan itu berkomitmen bersama terhadap kondisi perempuan saat ini. Ke depan untuk punya pandangan yang sama komitmen yang sama, bagaimana membangun daerah itu dimulai dari membangun dan memperkokoh kondisi perempuan terutama di level akar rumput," tutupnya.

Laporan: Doni Afrianto
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Senin, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Senin, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Senin, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Senin, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Senin, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Senin, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Senin, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Senin, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Senin, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Senin, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Perempuan Terbaru
Motivasi Mengalir Dari Mana Saja

Minggu, 28 Januari 2018 - 12:47 WIB

Obsesi Model Profesional

Minggu, 21 Januari 2018 - 11:17 WIB

Terima Kasih Riau Pos

Sabtu, 06 Januari 2018 - 11:34 WIB

Tantang  Keterbatasan

Sabtu, 23 Desember 2017 - 10:54 WIB

Kepercayaan Ortu Itu Mahal

Minggu, 03 Desember 2017 - 11:18 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us