Wonderful Indonesia
BETERNAK LEBAH KELULUT DI RIAU
Harga Menggiurkan, Incaran Pasar Dunia
Minggu, 18 September 2016 - 12:06 WIB > Dibaca 5908 kali Print | Komentar
Harga Menggiurkan, Incaran Pasar Dunia
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - Budidaya lebah madu terutama jenis Trigona benar-benar menjadi incaran pasar dunia.Bahkan di Amerika Sarikat madu kelulut  ini sudah menjadi makanan super food.Makanya super food ini diperuntukkan untuk para atlet profesional yang ada di Amerika Serikat dan negara-negara belahan Eropa lainnya.

Untuk harga lokal madu kelulut per liternya mencapai harga Rp700-800 ribu.Namun bagi Sendy dirinya menjual secara eceran per botol ukuran 250 mili liter dijualnya dengan harga Rp150 ribu.‘’Jadi per liternya berkisar Rp600 ribu.Untuk brand yang dijualnya Atuk Honey (Madu Atuk),’’ jelas Sendi.

Harga ini tentunya berbeda jauh dengan madu Cerena dan madu sialang.Untuk madu Cerena per liternya berkisar Rp75-80 ribu.‘’Berapa kali lipat bedanya tu,’’ tegas Sendi.

Mendengar harganya awalnya bagi pembudidaya madu lebah Cerena dan sialang agak terkejut dan seakan tak percaya.Tetapi hal ini dirinya buktikan langsung dengan Ateng yang merupakan pembudidaya lebah Cerena.Melihat hasilnya maksimal tersebut membuat Ateng juga terpincut dan berpindah hati memelihara lebah madu kelulut.

Dikatkaan Sendy untuk harga luar negeri per liternya madu kelulut ini bisa berkisar Rp1.200.000. Bahkan beberapa negara jiran seperti Malaysia sudah ada memesan madu kelulut.Namun dirinya belum bisa memenuhi pasar tersebut.

Di Malaysia menurut Sandi memiliky dua agen agar bisa menyuplai madu kelulut. Per bulannya untuk per agen meminta 40 liter madu kelulut.‘’Namun untuk saat sekarang saya belum bisa memenuhi itu.Bahkan untuk stok yang ada saja tak bisa memenuhi pasar yang ada di Indonesia saat sekarang.Selain itu saya menjualnya secara eceran dan berharap suplay madu-madu kelulut dari teman-teman binaannya,’’ ujar Sendi.

Dengan keberadaan madu kelulut ini bukan saja membantu masyarakat untuk menghasilkan uang tambahan akan tetapi anggaplah log-log berisi sarang kelulut itu tabungan. Mengapa disebut tabungan, karena kelulut tersebut tak perlu diberi makan seperti berternak ayam, ikan, kambing dan sapi. Hanya saja perlu dana awal untuk mendapatkan log-log dari warga yang mencarinya.

‘’Jadi hanya mengeluarkan biaya Rp250 ribu per log bisa menghasilkan Rp300-400 ribu per log setiap bulannya.Kan penghasilan luar biasa.Itu hitungannya kalau per log bisa menghasilkan 500 mililiter madu kelulut kalau satu liter tentu per log bisa mendapatkan penghasilan Rp600-700 ribu,’’ jelas Sendi.

Budidaya Karena Manfaat dan Harga

Keberadaan madu kelulut diyakini banyak manfaat dan meningkatkan stamina bagi pengkonsumsinya.Bahkan diyakini bisa menyebuhkan berbagai penyakit yang sulit diyakini bisa sembuh secara medis.

Seperti dilakukan Rizat warga Jalan Karya Bakti, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru dirinya membudidayakan sekitar enam log sarang kelulut. Paling tidak dengan enam sarang kelulut tersebut per tiga bulannya bisa mendapatkan satu sampai tiga liter madu kelulut.

‘’Sebenarnya membudidaya kelulut di sekitar rumah ini karena melihat manfaatnya.Sebab terbukti kalau kena sariawan atau demam dengan mengkonsumsi madu kelulut bisa sembuh.Selain itu untuk stamina,’’ jelasnya.

Jadi untuk sekarang, kata Rizat yang akrab disapa Moris ini mengatakan tak terpikir untuk dijual atau menjadi mesin penghasil uang namun untuk konsumsi pribadi dulu.Semangat untuk membudidayakan kelulut juga dikarenakan di sekitar rumahnya terdapat berbagai jenis tanaman yang bisa memberikan asupan makanan bagi kelulut.

Sebab di sekitar rumah ada pohon mangga, lengkeng, jambu air dan berbagai jenis tanaman berbuah lainnya.‘’Jadi kita yakin dengan asupan koloni kelulut ini ada maka bisalah membudidayakannya. Kalau tidak ada asupan itu kita yakin koloni tak akan berkembang dan tak mendapatkan madu yang memadai,’’ jelasnya.

Untuk menghasilkan satu sendok madu kelulut, koloni harus mendapatkan empat juta bunga.Tapi yakinlah untuk mendapatkan satu sendok itu bisa terpenuhi jika melihat jumlah koloni kelulut dalam satu sarang.

Sebab dalam satu sarang kelulut memiliki kurang lebih 4.000 koloni dan jarak tempuh mendapatkan nekter, polen dan air itu beradius 500 meter persegi.‘’Jadi kalau membudidaya yakinkan kalau di radius 500 meter persegi tersebut tersedia pakan bagi kelulut itu,’’ jelasnya.

Sendy juga menceritakan kalau temannya membudidaya ratusan log kelulut karena manfaatnya. Bahkan sekarang sudah ada 200 log.Hal ini dikarenakan mahalnya madu kelulut yang didapatkan dari Provinsi Bangka Belitung dengan harga rata-rata Rp800 ribu per liternya. 

Madu kelulut itu digunakannya untuk konsumsi anaknya yang terkena penyakit lupus.‘’Kabarnya sejak mengkonsumsi madu kelulut penyakit lupus anaknya hampir sembuh dan tidak lagi rutin per bulannya harus chek up di Singapura.Hal inilah membuat dirinya termotivasi untuk membudidaya kelulut,’’ jelas Sendi.

Berbeda dengan Risman atau Ateng, dirinya membudidaya sekitar 27 log kelulut karena melihat pangsa pasar dan bisa menjadi hasil tambahan per bulannya. Selain itu dirinya melihat untuk mendapatkan log sarang kelulut tersebut mudah didapatkan di daerahnya yaitu di Dusun Jawi-jawi. Selain mudah mendapatkan log untuk pakan kelulut ada di sekitar lingkungannya. Sebab di lingkungannya terdapat perkebunan durian, rambutan, sawit, karet dan juga padi. ‘’Jadi kita yakin kalau kelulut akan berkembang dengan baik di sini,’’ jelasnya.

Bapak dengan tiga anak ini juga terus menambah log-log sarang kelulut, seperti Rabu kemarin dirinya mendapat tambahan dua log.‘’Dua log ini diyakini bisa menambah jumlah madu dua bulan ke depannya,’’ jelas Ateng yang mengaku seharian hanya bekerja sebagai penakik atau penyadap karet ini.

Dikatakan Ateng penghasilan karet per bulannya sangat tak menjanjikan dan diyakini hanya bisa memenuhi keperluan hidup sehari-hari.Sedangkan anak-anak mau sekolah dan keperluan rumah tangga lainnya.

Dengan penghasilan tambahan ini diharapkan terus memberi secercah harapan dengan tetap stabilnya harga madu kelulut tersebut.‘’Dengan harga sekarang kita berharap terus berlanjut dan tak ada kendala lainnya.Karena bukan kita saja diuntungkan teman-teman yang mencari sarang kelulut juga diuntungkan,’’ kata Ateng.

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
RESMI JADI KADER
Elektabilitas Prabowo Dibebankan kepada Ahmad Dhani? Ini Kata Gerindra
Kamis, 18 Oktober 2017 - 21:00 wib
REGISTRASI SIM CARD PRABAYAR
Unik, Kemenkominfo Gunakan Ibu "Pengabdi Setan" untuk Pemberitahuan
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:45 wib
TIMBULKAN PRO DAN KONTRA
Belum Bersikap, Mendagri Pelajari Teks Pidato Anies Singgung Pribumi
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:30 wib
JADI PERTIMBANGAN
Tolak Pembentukan Densus Antikorupsi, JK Diyakini Sudah Tanya Menteri
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:15 wib
PILIH LIBURAN KE LABUAN BAJO
Djarot Tak Hadir Sertijab, Pengamat: Kelihatan Panggung Aslinya
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:00 wib
HASIL SURVEI MEDIAN
Ternyata, Prabowo Jadi Pilihan Konstituen Parpol Pendukung Pemerintah
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:40 wib
BUTUH WAKTU 27 MENIT
Denmark Open, Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Babak Kedua
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:30 wib
SIRATKAN KETIDAKSETUJUAN
Jusuf Kalla Dikritik Fahri Hamzah Terkait Densus Tipikor
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:20 wib
PERNAH IKUT KONVENSI DEMOKRAT
Mungkinkah Anies Berambisi Maju Pilpres 2019? Ini Kata Pengamat
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:10 wib
PANDANGAN PENGAMAT
Anies Berpeluang Diusung Tiga Partai Ini di Pilpres 2019
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:00 wib
Cari Berita
Liputan Khusus Terbaru
Harus Dimulai dari Sekarang

Minggu, 01 Oktober 2017 - 13:54 WIB

Organik Masa Depan Dunia Pertanian

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:49 WIB

Baja Sahabat Alam

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:40 WIB

Terganjal karena Kepentingan?

Minggu, 24 September 2017 - 11:22 WIB

 Tidak Ada Intimidasi

Minggu, 24 September 2017 - 11:18 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini