Wonderful Indonesia
BETERNAK LEBAH KELULUT DI RIAU
Harga Tak Semasam Rasa
Minggu, 18 September 2016 - 11:58 WIB > Dibaca 4367 kali Print | Komentar
Harga Tak Semasam Rasa
Ateng saat memamen madu lebah kelulut miliknya, Rabu (14/9/2016) kemarin. Dari madu lebah kelulut ini Ateng menggantungkan hidup keluarganya. Gema Setara/Riau Pos
Berita Terkait



Beternak lebah kelulut saat ini menjadi tren di tengah masyarakat di Riau, harga jual madunya yang  tinggi sehingga masyarakat memburu sarang lebah ini hingga ke tengah hutan belantara. Padahal dahulu, lebah ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat karena dinilai tidak ekonomis, sekarang setiap pohon yang dihinggap lebah kelulut dihargai sangat mahal walau belum tentu bermadu. Walau rasa madunya sedikit asam, namun harga jualnya tak semasam rasa.

-------------------------

(RIAUPOS.CO) - Deru mesin chinsaw terdengar memekakkan telinga Rabu (14/9) kemarin di  Dusun Jawi-jawi, Desa Kotoperambahan, Kecamatan Kampar Timur, Kabupaten Kampar. Ateng, siang itu tengah membelah satu pohon durian untuk dijadikan papan, saat Riau Pos tiba di rumahnya yang sangat sederhana pekerjaan Ateng membuat papan ternyata sudah selesai. Dia terlihat sedang membersihkan mesin chinsaw yang baru ia gunakan tadi.

Bersama Sendi, Riau Pos memang sengaja berkunjung ke rumah Ateng. Hari itu, Sendi berniat membeli madu lebah kelulut milikny, tapi sebelum dibeli madu  itu terlebih dahulu harus dipanen dengan menggunakan alat sederhana yang direka sendiri oleh Sendi.

Dahulu, kelulut dikenal orang sebagai hama yang bisa saja bersarang di tiang rumah terbuat dari kayu atau bambu. Bagi sebagian masyarakat koloni lebah tak bersengat ini dihalau dengan cara membakar atau merusak sarangnya karena sering memburu rambut. Kelulut dikenal dengan nama latin Trigona SP ini tak dipedulikan orang karena madunya sedikit dan rasanya agak asam. Namun madu sekarang kelulut menjadi idola dan harga per liternya selangit.

Dari laman Wikipedia menyebutkan lebah kelulut adalah lebah tidak bersengat yang menghasilkan madu sama seperti lebah madu. Dianggarkan hampir 500 spesis kelulut terdapat di seluruh dunia. Lebah kelulut boleh didapati di kebanyakan kawasan-kawasan tropika dunia, seperti Australia, Afrika, Asia Tenggara, dan kawasan tropika Amerika.

Madu kelulut dikatakan mempunyai pelbagai khasiat dan lebih tinggi khasiatnya jika dibandingkan dengan madu lebah. Kelulut menyimpan madu di dalam tempayan kecil yang dilapisi propolis. Madu kelulut tidak putih seperti yang didakwa (diduga, red).  Rasanya masam sedikit berbanding madu lebah. Lebah ini penting sebagai agen pendebungaan di hutan-hutan dan kebanyakan spesis buah, bunga, sayur dan tanaman lain.(fiz)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
RESMI JADI KADER
Elektabilitas Prabowo Dibebankan kepada Ahmad Dhani? Ini Kata Gerindra
Kamis, 18 Oktober 2017 - 21:00 wib
REGISTRASI SIM CARD PRABAYAR
Unik, Kemenkominfo Gunakan Ibu "Pengabdi Setan" untuk Pemberitahuan
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:45 wib
TIMBULKAN PRO DAN KONTRA
Belum Bersikap, Mendagri Pelajari Teks Pidato Anies Singgung Pribumi
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:30 wib
JADI PERTIMBANGAN
Tolak Pembentukan Densus Antikorupsi, JK Diyakini Sudah Tanya Menteri
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:15 wib
PILIH LIBURAN KE LABUAN BAJO
Djarot Tak Hadir Sertijab, Pengamat: Kelihatan Panggung Aslinya
Kamis, 18 Oktober 2017 - 20:00 wib
HASIL SURVEI MEDIAN
Ternyata, Prabowo Jadi Pilihan Konstituen Parpol Pendukung Pemerintah
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:40 wib
BUTUH WAKTU 27 MENIT
Denmark Open, Tunggal Putra Indonesia Melaju ke Babak Kedua
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:30 wib
SIRATKAN KETIDAKSETUJUAN
Jusuf Kalla Dikritik Fahri Hamzah Terkait Densus Tipikor
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:20 wib
PERNAH IKUT KONVENSI DEMOKRAT
Mungkinkah Anies Berambisi Maju Pilpres 2019? Ini Kata Pengamat
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:10 wib
PANDANGAN PENGAMAT
Anies Berpeluang Diusung Tiga Partai Ini di Pilpres 2019
Kamis, 18 Oktober 2017 - 19:00 wib
Cari Berita
Liputan Khusus Terbaru
Harus Dimulai dari Sekarang

Minggu, 01 Oktober 2017 - 13:54 WIB

Organik Masa Depan Dunia Pertanian

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:49 WIB

Baja Sahabat Alam

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:40 WIB

Terganjal karena Kepentingan?

Minggu, 24 September 2017 - 11:22 WIB

 Tidak Ada Intimidasi

Minggu, 24 September 2017 - 11:18 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini