Wonderful Indonesia
PROSPEK PASAR IKAN DI PEKANBARU
Untung nan Menguntungkan
Minggu, 21 Agustus 2016 - 11:18 WIB > Dibaca 5814 kali Print | Komentar
 Untung nan Menguntungkan
Berita Terkait



Prospek pemasaran dan pemijahan  ikan di Pekanbaru baru dilakukan segelintir orang, terlebih untuk pemijahan ikan.  Peluang ini jika bisa dimanfaatkan masyarakat akan memberikan keuntungan yang tidak sedikit, pasar masih terbuka luas, permintaan datang dari berbagai daerah bahkan dari  provinsi tetangga, tinggal bagaimana mengelola dan memanajemennya dengan baik, sebab setiap usaha yang dijalankan pasti ada risiko yang harus dihadapi, jika semua bisa dilalui untung nan menguntungkan pasti datang.

(RIAUPOS.CO) - Markam menyambut kedatangan Riau Pos di kediamannya di siang yang menyengat. Rumah sekaligus tempat usaha pemasaran bibit ikan milikya terletak di Jalan Kesehatan, Pekanbaru. Saat Riau Pos tiba, dua suami isteri sedang menunggu anak ikan yang sedang dihitung dua karyawannya.

Seorang sedang mengambil dan menghitung anak ikan patin yang dibeli konsumen, sementara karyawan lainnya sedang memasukkan oksigen ke dalam kantong yang berisi ratusan bibit ikan yang siap tabur. Ada empat tabung oksigen ukuran jumbo yang dimiliki Markam, oksigen ini sangat diperlukan jika ada konsumen yang membeli bibit ikan.

Di belakang rumah Markam terlihat belasan kolam ikan ukuran kecil yang terbuat dari plastik berwarna biru, semua kolam itu berisi ratusan anak ikan berbagai jenis. Ada lele, nila, patin, emas, gurami dan sebagainya. Di antara kolam itu air mengalir air tanpa berhenti.

Sisi lain, di atas meja sederhan di teras belakang rumahnya, ada satu buku yang berisi transaksi jual beli benih ikan. ‘’Alhamdulillah prospek bisnis ini cukup menjanjikan, hanya perlu kesabaran dan ketelitian dalam menjalankannya, karena apapun usaha yang dijalankan pasti ada risiko yang harus kita hadapi,’’ ujar Markam.

Budidaya ikan air tawar khususnya ikan lele  dumbo dan ikan patin menjadi primadona bagi pelaku wirausaha saat sekarang. Selain pangsa pasarnya jelas juga tak terhukum oleh luas lahan untuk budidaya dua jenis ikan ini.

Namun bagi pembudidaya ikan air tawar yang tinggal di tepian sungai ikan baung, selais dan tapah menjadi primadona. Untuk mendapatkan anakan tak semestinya didatangkan dari luar sumatera bahkan di Riau khususnya Pekanbaru sudah ratusan warga menyediakan benihnya.

  ‘’Kalau dibilang mudah ya sangat mudah membenihnya, tapi kalau dibilang susah ya sangat susah’’ ungkap Markam (45) warga Jalan Kesehatan, Kelurahan Marpoyan, Pekanbaru  yang bertungkus lumus untuk menyediakan berbagai jenis benih ikan air tawar untuk didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Riau.

Bukan saja untuk memenuhi benih ikan air tawar di kabupaten/kota di Riau saja, Markam juga menjadi agen untuk penjualan benih ikan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Menurut dia untuk satu hari ratusan ribu benih ikan dikirimkan ke berbagai kota. Jumlah benih yang dipesan sangat bervariasi.

Pembudidaya ikan biasanya memesan minimal 5-25 ribu benih ikan lele setiap harinya. Begitu juga dengan ikan patin dan nila. Terkadang, kata dia tak hanya memesan tiga jenis benih ikan itu saja, akantetapi juga memesan jenis ikan gurami  (kalui) dan juga ikan emas.

‘’Kalau bulan Agustus ini saja per harinya bisa menjual 70-150 ribu benih ke pelaku budidaya ikan dari berbagai wilayah,’’ jelas Markam yang asik menangguk anakan ikan nila dari kolam penampung berukuran 3-7 meter miliknya.

Pembelian benih ikan ini masih cukup tinggi. Seperti dicatatannya per 16 Agustus lalu per harinya mencapai 70 ribu ikan keluar dari tempat usahanya tersebut. Terbanyak itu ikan lele dan patin. Masing-masing mencapai 25 ribu ekor per hari.

Untuk memenuhi keperluan ikan patin dan lele per bulannya, jelas dia bisa mencapai ratusan ribu benih. Hal inilah membuat para pemijah atau kelompok warga yang ahli dalam pemijahan ikan lele dan patin harus berlomba dengan musim bertelur. Berdasarkan jumlah petani pelaku pemijahan ikan air tawar yang berhubungan langsung dengan dirinya bisa mencapai ratusan orang.

Hanya saja, kata Markam para petani itu biasanya mengumpulkan benih-benih ikannya ke satu pengepul dan pengepul tersebut mengantarkan kepada dirinya untuk didistribusikan kepada pengusaha atau wiraswata tambak ikan yang ada di Riau dan Kepulauan Riau. ‘’Bisa saja satu pengepul terdapat 10-20 petani pemijah ikan,’’ jelas dia.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DURI
Pelaku Pembobol Rumah Tertangkap di Bukit Kapur
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:27 wib

Akhir Tahun, Realisasi APBD Diatas 80 Persen
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:25 wib

Himapentika Universitas Riau Belajar ke Riau Pos
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:22 wib
ROHIL
Kementerian Desa Respon Usulan Rohil
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:22 wib

Canadian Ambassador Kunjungi PCR Terkait PEDP
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:20 wib

Kapolres Ingatkan Personel Tingkatkan Pelayanan
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:17 wib
SELATPANJANG
Karantina Amankan 424 Kg Buah Ilegal
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:15 wib

DPRD Bentuk Pansus Bahas 7 Ranperda Retribusi
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:14 wib
TEMBILAHAN
Jelang Natal, Peredaran Miras Diperketat
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:13 wib
PEKANBARU
DAK BOKB Riau 2018 Capai Rp51,8 Miliar
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:13 wib
Cari Berita
Liputan Khusus Terbaru
Harus Dimulai dari Sekarang

Minggu, 01 Oktober 2017 - 13:54 WIB

Organik Masa Depan Dunia Pertanian

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:49 WIB

Baja Sahabat Alam

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:40 WIB

Terganjal karena Kepentingan?

Minggu, 24 September 2017 - 11:22 WIB

 Tidak Ada Intimidasi

Minggu, 24 September 2017 - 11:18 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us