Wonderful Indonesia
USAHA PEMBENIHAN DAN PEMIJAHAN IKAN RAKYAT DI PEKANBARU
Raih Untung Rp10 Juta Per Bulan
Minggu, 21 Agustus 2016 - 11:16 WIB > Dibaca 4633 kali Print | Komentar
 Raih Untung Rp10 Juta Per Bulan
LARVA IKAN: M Thamrin sedang melihat larva ikan yang baru tiga hari menetas, Sabtu (20/8/2016). Larva ini akan menjadi anak ikan yang siap di jual kepada petani ikan di Riau maupun di luar Riau. Gema setara/riau pos
Berita Terkait



Usaha pembenihan dan pemijahan ikan di Riau ternyata cukup menjanjikan, pasar yang masih cukup besar membuat usaha ini berjalan dengan baik. Para pelaku yang bergelut di bidang ini meraih omset yang tidak sedikit, dalam satu bulan bisa mencapai Rp10 juta bersih. Tunak dan pantang menyerah menjadi kata kunci yang harus dilakukan seorang pembudidaya. Kata gagal memang  menjadi jodoh dari setiap usaha yang dijalankan.

(RIAUPOS.CO)
- Sabtu (20/8) kemarin Muhammad Thamrin pemilik Ranty Farm sedang duduk santai dengan seorang rekannya. Dua gelas kopi menemani perbualan mereka pagi yang cerah itu. Senyum simpul mengembang saat Riau Pos bertandang ke kediamannya se­kaligus sebagai tempat usaha pemijahan ikan di Jalan Mawar Nomor 70 A Pekanbaru.

Di halaman rumah miliknya setidaknya ada tujuh hingga delapan kolam ikan dengan berbagai ukuran, semuanya berbentuk segi empat yang di semen dengan berbagai ukuran. Tiga kolam ia siapkan untuk in­dukan, masing-masing untuk indukan ikan patin, baung dan gurami. Sementara kolam lainnya berisi anakan ikan dengan berbagai macam jenis, semuanya terpisah antara satu dengan yang lainnya.

‘’Yang tiga kolam, itu khusus untuk indukan. Kita mengembangkan ikan patin dan baung. Untuk gurami baru kita siapkan untuk indukan, jika memang sudah siap dipijah akan kita pijahkan. Sementara untuk gurami kita membeli telur ikannya lalu kita pijah sendiri,’’ ujar Thamrin.

Air yang disedot dengan menggunakan pompa air terus mengalir sepanjang waktu, air dan mesin pompa air tidak pernah berhenti mengalir dan berbunyi. Ini sangat penting sekali, karena untuk jenis-jenis ikan tertentu seperti baung harus hidup di air yang mengalir.

‘’Mesin pompanya 24 jam non stop, ini penting untuk menjaga ketersediaan air dalam kolam yang ada,’’ ujarnya.

Tak berapa lama, Thamrin mengajak Riau Pos masuk ke rumah melalui pintu samping. Di dalam itu terdapat bak-bak penampung yang berisikan ribuan anak-anak ikan yang kasat mata tidak terlihat. Setiap petak kolam temperature suhu dijaga, ini tujuannya agar anak-anak ikan bisa hidup dan tumbuh dengan baik.

Setidaknya ada 10 petak kolam dengan berbagai ukuran. Masing-masing kolam dipastikan berisi ribuan anak ikan. ‘’Kolam ini baru satu minggu umur anaknya, sementara yang di dalam akuarium itu baru tiga hari. Suhu airnya harus terus dipantau agar anak-anak ikan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik,’’ ujarnya.

 Keperluan benih ikan air tawar endemik Riau terutama baung, patin dan selais untuk dibudidayakan sangat tinggi. Bahkan setiap bulannya ratusan bahkan jutaan benih ikan terserap di 12 kabupaten/kota yang ada di Riau.

Hal ini dikarenakan konsumsi ikan air tawar terutama patin dan baung terus meningkat dari waktu ke waktu. Tak hanya di Riau bahkan dari beberapa daerah seperti Sumatera Utara (Sumut) juga berharap benih ikan baung dan patin dari Riau.

150 Ribu Benih Ikan
 Bertandang di hatchry Ranty Farm milik Ir Muhamad Thamrin  menjadi kebanggaan sendiri selain bisa melihat langsung proses pemijahan benih ikan patin, baung dan gurami juga melihat proses pemeliharaan larva atau anakan ikan yang baru tiga hari menetas.  Heatchry yang sudah berdiri sejak 20 tahun silam ini tetap fokus menghasilkan ratusan ribu benih ikan yang bisa dijual ke tengah-tengah masyarakat terutama para pembudidaya tambak ikan seantero Riau.

Memiliki sepuluh kotak heatcry atau (merupakan sebuah tempat untuk pembenihan memanipulasi suhu ruangan agar menjadi lebih hangat/panas untuk benih ikan) Thamrin berusaha tetap eksis dan menghasilkan benih-benih ikan yang berkualitas.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DURI
Pelaku Pembobol Rumah Tertangkap di Bukit Kapur
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:27 wib

Akhir Tahun, Realisasi APBD Diatas 80 Persen
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:25 wib

Himapentika Universitas Riau Belajar ke Riau Pos
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:22 wib
ROHIL
Kementerian Desa Respon Usulan Rohil
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:22 wib

Canadian Ambassador Kunjungi PCR Terkait PEDP
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:20 wib

Kapolres Ingatkan Personel Tingkatkan Pelayanan
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:17 wib
SELATPANJANG
Karantina Amankan 424 Kg Buah Ilegal
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:15 wib

DPRD Bentuk Pansus Bahas 7 Ranperda Retribusi
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:14 wib
TEMBILAHAN
Jelang Natal, Peredaran Miras Diperketat
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:13 wib
PEKANBARU
DAK BOKB Riau 2018 Capai Rp51,8 Miliar
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:13 wib
Cari Berita
Liputan Khusus Terbaru
Harus Dimulai dari Sekarang

Minggu, 01 Oktober 2017 - 13:54 WIB

Organik Masa Depan Dunia Pertanian

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:49 WIB

Baja Sahabat Alam

Minggu, 01 Oktober 2017 - 12:40 WIB

Terganjal karena Kepentingan?

Minggu, 24 September 2017 - 11:22 WIB

 Tidak Ada Intimidasi

Minggu, 24 September 2017 - 11:18 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us