Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
DIDUGA OLEH SEMPALAN ABU SAYYAF
WNI Jadi Korban Penyanderaan Lagi, Ini Kata DPR
Senin, 08 Agustus 2016 - 17:42 WIB > Dibaca 217 kali Print | Komentar
WNI Jadi Korban Penyanderaan Lagi, Ini Kata DPR
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kelompok perompak yang berafiliasi dengan Abu Sayyaf kembali menculik Warga Negara Indonesia (WNI). Kapten kapal nelayan asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, bernama Herman Mango (30), menjadi korban dalam insiden tersebut.

Rabu (3/8/2016), dia diculik di perairan Kinabatangan, Sabah, Malaysia. Diketahui, kapal tersebut mengangkut tiga orang. Hanya saja, dua ABK yang diketahui bernama Aryanto Basrun (22) dan Muhamadin Ratin (26) dibebaskan kelompok perompak itu. Keduanya berkewarganegaraan Malaysia.

Menurut anggota Komisi I DPR Hidayat, Nur Wahid, kejadian itu menantang negara untuk membuktikan kedaulatannya. Indonesia sebagai negara berdaulat, katanya, harus melindungi seluruh warga dan bangsanya.

"Kalau negara kita negara berdaulat melindungi rakyatnya, maka pihak lain pada akhirnya akan menghormati kita," ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/8/2016).

Lebih jauh, ia pun mempertanyakan soal kerja sama patroli tiga negara antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang diratifikasi beberapa waktu lalu. "Kalau sudah disepakati, tapi nggak berjalan, lalu jadi korban lagi, sangat selayaknya pemerintah lakukan lobi efektif, " tegas Hidayat.

Ia pun berharap agar kesepakatan itu segera dilaksanakan. Pasalnya, jika dibiarkan terus berlarut tanpa adanya patroli di wilayah tersebut, dimungkinkan korban penculikan akan bertambah. "Kesepakatan harus dilaksanakan. Kawasan itu nggak bertuan. Kalau dibiarkan, mereka semakin nyaman lakukan kejahatan," pungkasnya. (dna)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
AUDIENSI DENGAN DPR
Soal Pembubaran Seminar di LBH, Ini Aspirasi dari Perwakilan Ormas
Selasa, 25 September 2017 - 21:00 wib
HADAPI DUA KUBU
Jika Peta Politik Tak Berubah Drastis, Jokowi Diprediksi Kembali Menang Pilpres
Selasa, 25 September 2017 - 20:45 wib
BEREDAR DI MEDIA SOSIAL
Ini Klarifikasi MUI soal Pesan Berantai 70 Ustaz yang Perlu Diwaspadai
Selasa, 25 September 2017 - 20:30 wib
ANALISIS PENGAMAT POLITIK
Penayangan Film G30S/PKI Terancam Batal jika Simpatisan PKI Bergerak
Selasa, 25 September 2017 - 20:20 wib
BERASAL DARI SEJUMLAH ORMAS
Tolak Pencabutan TAP MPRS soal PKI, 50.000 Massa Siapkan Aksi 299
Selasa, 25 September 2017 - 20:15 wib
KASUS UJARAN KEBENCIAN
Mangkir dari Panggilan Polisi, Jonru Minta Pemeriksaan Diundur
Selasa, 25 September 2017 - 19:45 wib
KEMBALI DIPERIKSA SEBAGAI SAKSI
Bantah Sebut Nama Aris Budiman, Miryam: Tak Ada Aliran Dana 2 Miliar
Selasa, 25 September 2017 - 19:30 wib
DALAM PEMBICARAAN INTERNAL
Soal Pengadaan 5.000 Senjata, Pernyataan Panglima TNI Disadap?
Selasa, 25 September 2017 - 19:15 wib
PEMILIK SUDAH DIAMANKAN
Terkait Mahar Koin Nikahsirri.com, Ini Penjelasan Polisi
Selasa, 25 September 2017 - 19:00 wib
SIDANG PRAPERADILAN KASUS E-KTP
Ratusan Dokumen yang Dibawa KPK Tak Pengaruhi Tim Kuasa Hukum Novanto
Selasa, 25 September 2017 - 18:45 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Mangkir dari Panggilan Polisi, Jonru Minta Pemeriksaan Diundur
Bantah Sebut Nama Aris Budiman, Miryam: Tak Ada Aliran Dana 2 Miliar
Ratusan Dokumen yang Dibawa KPK Tak Pengaruhi Tim Kuasa Hukum Novanto
Polisi: Situs Nikahsirri.com Diduga Eksploitasi Anak

Senin, 25 September 2017 - 17:15 WIB

Soal LHP BPK, Ini Permintaan Kubu Setya Novanto kepada KPK
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini