Wonderful Indonesia
UNGKAP BANYAK KETIDAKBERESAN
Ngeri, Ini Isi Curhat Freddy Budiman ke KontraS
Jumat, 29 Juli 2016 - 15:32 WIB > Dibaca 44273 kali Print | Komentar
Ngeri, Ini Isi Curhat  Freddy  Budiman ke KontraS
Freddy Budiman juga sempat meninggalkan kesaksian yang ditulis tangan.(JPNN.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ada misteri yang tak ingin dibawa mati oleh Freddy Budiman, satu dari empat gembong narkoba yang Jumat (29/7) dinihari tadi diekseuksi mati di depan regu tembak di Nusakambangan.

Misteri itu erat kaitannya dengan oknum penegak hukum, yang menurut Freddy dia merasa menjadi korban permainan mereka. Itu semua tersingkap melalui pengakuannya yang disampaikan secara khusus ke Koordinator KontraS, Hariz Azhar, sebelum eksekusi.

Bahkan, Freddy pun berwasiat ke Haris untuk menceritakan adanya oknum Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri yang ternyata menjadi pemain narkoba.

Tak hanya itu. Freddy juga mengaku menyetor uang ke oknum BNN dan Mabes Polri. Jumlahnya pun tergolong wah. Rp 450 miliar mengalir ke oknum BNN, sedangkan Rp 90 miliar ke pejabat Mabes Polri.

Freddy juga menyinggung adanya petinggi TNI yang juga bermain narkoba. Bahkan Freddy pernah membawa narkoba dari Medan ke Jakarta bersama seorang perwira tinggi TNI berpangkat mayor jenderal.

Haris pun menuliskan pengakuan-pengakuan Freddy itu. Termasuk keluhan Freddy saat menjalani proses hukum meski sudah bersikap kooperatif.(fat/jpnn/zar)

Berikut kesaksian Haris Azhar seperti yang diterbitkan  JPNN.com, Jumat (29/7).

"Cerita Busuk dari seorang Bandit"

Kesaksian bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)

Di tengah proses persiapan eksekusi hukuman mati yang ketiga di bawah pemerintahan Joko Widodo, saya meyakini bahwa pelaksanaan ini hanya untuk ugal-ugalan popularitas. Bukan karena upaya keadilan.

Hukum yang seharusnya bisa bekerja secara komprehensif menyeluruh dalam menanggulangi kejahatan ternyata hanya mimpi. Kasus Penyeludupan Narkoba yang dilakukan Freddy Budiman, sangat menarik disimak, dari sisi kelemahan hukum, sebagaimana yang saya sampaikan dibawah ini.

Di tengah-tengah masa kampanye Pilpres 2014 dan kesibukan saya berpartisipasi memberikan pendidikan HAM di masyarakat di masa kampanye pilpres tersebut, saya memperoleh undangan dari sebuah organisasi gereja. Lembaga ini aktif melakukan pendampingan rohani di Lapas Nusakambangan (NK).
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Canadian Ambassador Kunjungi PCR Terkait PEDP
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:20 wib

Petugas Bandara Harus Jeli
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:17 wib

Kapolres Ingatkan Personel Tingkatkan Pelayanan
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:17 wib
SELATPANJANG
Karantina Amankan 424 Kg Buah Ilegal
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:15 wib

DPRD Bentuk Pansus Bahas 7 Ranperda Retribusi
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:14 wib
PEKANBARU
DAK BOKB Riau 2018 Capai Rp51,8 Miliar
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:13 wib

Pretzel, si Kue Gurih Manis Asal Eropa
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:12 wib

STMIK Hang Tuah-Multimatics Jalin MoU
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:09 wib

RESEP PRETZEL RUMAHAN
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:06 wib

OSIS SMAN 12 Pekanbaru Taja Lomba Antar Kelas
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:05 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Pesan Wawako, Jangan Lupa Jaga Kebersihan

Jumat, 01 Desember 2017 - 09:04 WIB

Takjub Keindahan Baiturrahman

Selasa, 28 November 2017 - 12:08 WIB

Setiap Hari dapat Kiriman Air Limbah

Minggu, 10 September 2017 - 13:34 WIB

Nyala Hari Puisi Ini Pun Tak Akan Pernah Padam

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:08 WIB

Filosofi Hidup dalam Permainan Tradisi

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:03 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us