UNGKAP BANYAK KETIDAKBERESAN
Ngeri, Ini Isi Curhat Freddy Budiman ke KontraS
Jumat, 29 Juli 2016 - 15:32 WIB > Dibaca 10976 kali Print | Komentar
Ngeri, Ini Isi Curhat  Freddy  Budiman ke KontraS
Freddy Budiman juga sempat meninggalkan kesaksian yang ditulis tangan.(JPNN.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Ada misteri yang tak ingin dibawa mati oleh Freddy Budiman, satu dari empat gembong narkoba yang Jumat (29/7) dinihari tadi diekseuksi mati di depan regu tembak di Nusakambangan.

Misteri itu erat kaitannya dengan oknum penegak hukum, yang menurut Freddy dia merasa menjadi korban permainan mereka. Itu semua tersingkap melalui pengakuannya yang disampaikan secara khusus ke Koordinator KontraS, Hariz Azhar, sebelum eksekusi.

Bahkan, Freddy pun berwasiat ke Haris untuk menceritakan adanya oknum Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri yang ternyata menjadi pemain narkoba.

Tak hanya itu. Freddy juga mengaku menyetor uang ke oknum BNN dan Mabes Polri. Jumlahnya pun tergolong wah. Rp 450 miliar mengalir ke oknum BNN, sedangkan Rp 90 miliar ke pejabat Mabes Polri.

Freddy juga menyinggung adanya petinggi TNI yang juga bermain narkoba. Bahkan Freddy pernah membawa narkoba dari Medan ke Jakarta bersama seorang perwira tinggi TNI berpangkat mayor jenderal.

Haris pun menuliskan pengakuan-pengakuan Freddy itu. Termasuk keluhan Freddy saat menjalani proses hukum meski sudah bersikap kooperatif.(fat/jpnn/zar)

Berikut kesaksian Haris Azhar seperti yang diterbitkan  JPNN.com, Jumat (29/7).

"Cerita Busuk dari seorang Bandit"

Kesaksian bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)

Di tengah proses persiapan eksekusi hukuman mati yang ketiga di bawah pemerintahan Joko Widodo, saya meyakini bahwa pelaksanaan ini hanya untuk ugal-ugalan popularitas. Bukan karena upaya keadilan.

Hukum yang seharusnya bisa bekerja secara komprehensif menyeluruh dalam menanggulangi kejahatan ternyata hanya mimpi. Kasus Penyeludupan Narkoba yang dilakukan Freddy Budiman, sangat menarik disimak, dari sisi kelemahan hukum, sebagaimana yang saya sampaikan dibawah ini.

Di tengah-tengah masa kampanye Pilpres 2014 dan kesibukan saya berpartisipasi memberikan pendidikan HAM di masyarakat di masa kampanye pilpres tersebut, saya memperoleh undangan dari sebuah organisasi gereja. Lembaga ini aktif melakukan pendampingan rohani di Lapas Nusakambangan (NK).
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT BANTUAN DARI POLRI
KPK Hanya Minta Penyidik Berpangkat AKP
Rabu, 29 Maret 2017 - 20:16 wib
KASUS DUGAAN PENISTAAN AGAMA
Ahli Psikologi UI Sebut Ahok Hanya Singgung Iklim Pilkada
Rabu, 29 Maret 2017 - 20:07 wib
TERKAIT PENCEGAHAN KORUPSI
Kata DPR soal MoU Tiga Lembaga Penegak Hukum
Rabu, 29 Maret 2017 - 20:03 wib
KASUS DUGAAN PENISTAAN AGAMA
Hamka Haq Minta Penyelesaian Kasus Ahok dari Rekam Jejak
Rabu, 29 Maret 2017 - 19:59 wib
MULAI 18 APRIL 2017
Liga 1 2017 Akan Dibuka Laga Persib Vs Arema
Rabu, 29 Maret 2017 - 19:55 wib
TERKAIT KASUS KORUPSI
Andi Taufan Tiro Dituntut 13 Tahun Penjara
Rabu, 29 Maret 2017 - 19:44 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
BAP Miryam saat Pemeriksaan di KPK Beredar, Ini Isinya
Rabu, 29 Maret 2017 - 19:39 wib
KASUS DUGAAN PENISTAAN AGAMA
Setiap Saksi Ahli Ahok Beri Keterangan 1,5 Jam demi Efisiensi
Rabu, 29 Maret 2017 - 19:35 wib
DIUNGGAH OLEH AKUN PEMPROV DKI
Bareskrim Sudah Periksa Ahli dalam Kasus "Wifi Al-Maidah"
Rabu, 29 Maret 2017 - 18:59 wib
PENUHI TARGET TIGA EMAS
Pebulutangkis Indonesia Akan Maksimal di Sea Games dan Kejuaraan Dunia
Rabu, 29 Maret 2017 - 18:54 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Dulu Dipandang Sebelah Mata

Minggu, 26 Maret 2017 - 10:54 WIB

Pantai Steril Dua Jam Sebelum Raja Salman Mandi

Jumat, 10 Maret 2017 - 10:58 WIB

Tinggalkan Rumah Indah Mertua, Boyong Keluarga Kecil ke Rumah Sederhana
Air Sebagai Pertanda

Minggu, 05 Maret 2017 - 13:59 WIB

Dor..Dor..! Pistol Menyalak di Hutan Giam Siak

Selasa, 28 Februari 2017 - 16:17 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us