Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Perca >>
PIALA EROPA 2016
Ronaldo dan Air Mata Kupu-kupu
Selasa, 12 Juli 2016 - 14:00 WIB > Dibaca 13361 kali Print | Komentar
Ronaldo dan  Air Mata Kupu-kupu
Cristiano Ronaldo dan kupu-kupu yang "mengecup" air matanya. (ESPN)
Berita Terkait



Oleh Hary B Koriun

APAKAH air mata Cristiano Ronaldo berubah menjadi kupu-kupu? Apakah kupu-kupu itu yang kemudian terbang mengabarkan kepada malaikat, bahwa sang bintang perlu bantuan untuk memenangkan gelar juara Piala Eropa 2016 untuk negaranya, Portugal? Atau, apakah air mata itu berubah menjadi kupu-kupu, dan kupu-kupu itu adalah jelmaan malaikat?

Di Stade de France, Paris,  Senin (11/7/2016) dinihari atau 10 Juli waktu Paris,  sebelum pertandingan final dimulai, seluruh pemain dan tim Portugal masih penuh percaya diri. Final yang diimpi-impikan setelah tahun 2004 gagal juara di kandang sendiri saat dikalahkan Yunani 0-1, kini ada di depan mata. Baik sang megabintang Ronaldo, pelatih Fernando Santos, dan pemain lainnya, tak peduli dengan cibiran orang, atau ejekan mereka, bahwa Portugal lolos ke final lebih karena faktor keberuntungan.

Dalam sepakbola, atau dalam hidup kita secara luas, bukankah selalu didominasi oleh keberuntungan?  Di sepakbola, ketika dua tim yang memiliki kemampuan yang sama berhadapan, faktor teknis hanyalah alat untuk bertarung, hasil akhirnya ditentukan oleh keberuntungan. Lalu, apakah Portugal tak cukup memiliki kekuatan secara teknis untuk melawan Prancis di final? Tunggu dulu.

Boleh jadi, orang mengkalkulasikan perjalanan keduanya hingga ke final dengan perhitungan njomplang. Prancis yang digjaya, dan Portugal yang terseok-seok. Prancis yang selalu meraih kemenangan dalam waktu normal (kecuali hasil seri 0-0 melawan Swiss di penyisihan Grup A dan Portugal yang hanya menang dalam waktu normal saat melawan Wales. Dan hal-hal lainnya yang memang dianggap tak imbang.

Prancis lolos ke final sebagai juara Grup A setelah menang 2-1 atas Rumania, menang 2-0 atas Albania, dan imbang 0-0 dengan Swiss. Di 16 Besar, Les Bleus menang 2-1 atas Irlandia Utara. Kemudian, di perempatfinal, tim yang mengejutkan karena menyingkirkan Inggris, Islandia, dihabisi 5-2. Sampai sejauh ini, Prancis belum menemukan tim yang “sekelas”. Semuanya, secara materi maupun level, masih di bawah tim asuhan Didier Deschamps tersebut. Baru di semifinal, tim selevel dan dianggap layak juara, Jerman, dihadapi. Antoine Griezmann menjadi pahlawan dengan dua golnya.

Lalu, perjalanan Portugal penuh liku dan debu. Berada di grup yang sebenarnya cukup ringan, Grup F, secara hitung-hitungan normal, Sellecao das Quinas sebenarnya bisa menjadi juara grup. Namun kenyataannya, aroma harum Ronaldo belum tercium.  Di pertandingan pertama, Islandia menahan 1-1. Di pertandingan kedua, giliran Austria yang menahan tanpa gol. Di pertandingan ketiga, Hongaria yang nyaris tanpa bintang, malah menahan dengan jumlah gol yang banyak, 3-3. Jika di dua pertandingan sebelumnya Ronaldo menganggap dirinya sial, saat melawan Hongaria kebuntuan golnya terbuka. Dia mencetak dua gol. Sayangnya Portugal tak juga mampu menang.

Di babak 16 Besar, lawan berat sudah menunggu. Kroasia yang lolos sebagai juara Grup D setelah menumbangkan Spanyol, sudah siap menghadang. Banyak orang yakin, dengan peforma Portugal dan Ronaldo yang buruk di penyisihan, Kroasia bisa menyelesaikan perjalanan Portugal. Tetapi, Ronaldo mulai memberikan magisnya. Memang tidak mencetak gol, tetapi sundulan Ricardo Quaresma yang membobol jala Danijel Subasic adalah andil darinya.

Di perempatfinal, Portugal kembali melawan tim yang sebenarnya tak cadas-cadas amat. Tapi Polandia yang penuh percaya diri dengan beberapa bintangnya sekelas Robert Lewandowski, memberi perlawanan hingga tetes darah penghabisan. Pertandingan harus diselesaikan dengan adu penalti. Dan kesialan Jakub Błaszczykowski dalam melakukan eksekusi membuat Portugal berhadapan dengan Wales, debutan yang bersinar terang, di semifinal. Baru di babak inilah Portugal menang dalam waktu normal, 2-0, dan dua gol adalah andil Ronaldo. Satu gol lewat kepalanya, dan satu lagi lewat Luis Nani yang membelokkan tendangan bintang Real Madrid itu.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Bupati Teken MoU Program WKDS
5 Dokter Spesialis Berdinas di RSUD
Selasa, 25 Juli 2017 - 15:28 wib
Pembayaran Utang Dianggarkan dari APBNP
349 Ribu Guru Kemenag Segera Terima TPG
Selasa, 25 Juli 2017 - 13:25 wib
Terindikasi Terima TBS dari Kawasan Ilegal
Beroperasi di Riau, Pajak Lari ke Luar
Selasa, 25 Juli 2017 - 12:58 wib
KAB INDRAGIRI HULU
Bertekad Lebih Baik, Berbuah Raih WTP
Selasa, 25 Juli 2017 - 12:35 wib

Tim Atlet Panjat Tebing Raih Juara Umum
Selasa, 25 Juli 2017 - 12:30 wib
HUKUM & KRIMINAL
Kim Teng Senapelan Ditutup Sementara
Selasa, 25 Juli 2017 - 12:12 wib
Kabupaten Kampar
DPRD Apresiasi 100 Hari Kerja Azis-Catur
Selasa, 25 Juli 2017 - 12:11 wib
2018 Kembali Diusulkan
Embarkasi Haji Antara Gagal
Selasa, 25 Juli 2017 - 12:08 wib
PROVINSI RIAU
Beroperasi di Riau, Pajak Lari ke Luar
Selasa, 25 Juli 2017 - 11:50 wib
Cari Berita
Perca Terbaru
Antara Sri Bintang Pamungkas dan Amien Rais

Kamis, 08 Juni 2017 - 17:10 WIB

 Pertahanan Terbaik atau Ketajaman Mencetak Gol?

Minggu, 04 Juni 2017 - 01:11 WIB

Keberuntungan atau Kecerdasan Zidane?

Kamis, 20 April 2017 - 03:04 WIB

Diapresiasi Mampu Jaga Kemajemukan

Senin, 10 April 2017 - 09:05 WIB

Setiap Bulan, Warga Desa Pandan Sari Inhil Berkurang Drastis
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us