Wonderful Indonesia
SASTRAWAN HAMSAT RANGKUTI TERBARING SAKIT
Mulai Drop Setelah Tanahnya Diambil Pemkot Depok
Minggu, 03 Juli 2016 - 00:53 WIB > Dibaca 6253 kali Print | Komentar
Mulai Drop Setelah Tanahnya Diambil Pemkot Depok
Sastrawan Hamsat Rangkuti terlihat terbaring lemah di Rumah Sakit Sembiring, Deli Tua, Deli Serdang, Sumatera Utara, saat dijenguk wartawan Sumut Pos yang juga sastrawan, Pandapotan MT Siallagan, Jumat (1/7/2016). (METRO SIANTAR/RPG)
Berita Terkait



Telah dua pekan sastrawan kenamaan Hamsad Rangkuti tergolek sakit saat berkunjung ke kampung halaman. Koleganya berharap pemerintah turut memberikan perhatian.

Laporan: Panda MT Siallagan (Deli Serdang)


 NURWINDASARI mendekatkan diri ke wajah sang suami, Hamsad Rangkuti. Mencium keningnya. Mencoba membisikkan sesuatu. Tapi, tak ada respons.

Hamsad yang sebelumnya sempat mengorok, berusaha menggeliat, dan membuka mata kembali tertidur. ’’Kemarin sempat diikat karena berusaha melepas jarum infus, sampai darah berceceran,’’ kata Nurwindasari sembari menata selimut yang menutupi badan cerpenis berusia 73 tahun itu.

Sejak 13 Juni lalu sastrawan besar Indonesia tersebut dirawat di Rumah Sakit Sembiring, Deli Tua, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dia harus dilarikan ke rumah sakit setelah muntah dan pingsan, tak lama seusai menikmati teh manis dan sepotong roti.

Sejak itu, Hamsad yang sebelum kejadian tersebut kondisi kesehatannya memang telah merosot, tak siuman lagi. Beberapa hari dirawat di ruang ICU (intensive care unit), lalu dipindahkan ke ruang rawat inap. Itu dilakukan setelah kondisi cerpenis dan novelis tersebut agak membaik meski belum sadar diri.

’’Kami ke sini karena bapak sudah lama bilang kangen kampung halaman,’’ kata Nurwindasari kepada Sumut Pos (Riau Pos Group) yang menjenguk Jumat (24/6) lalu.

Hamsad yang lahir di Titikuning, Medan, Sumatera Utara, 7 Mei 1943, adalah penulis yang menelurkan banyak karya besar dan kerap dianugerahi penghargaan. Kumpulan cerpennya, Bibir dalam Pispot (2003), misalnya, terpilih sebagai pemenang kategori prosa Khatulistiwa Literary Award (kini Kusala Sastra Khatulistiwa) 2003. Pada 2008, dia juga mendapatkan SEA Write Award, penghargaan bergengsi untuk para penulis di kawasan Asia Tenggara dari Kerajaan Thailand.

Hamsad juga memenangi sayembara penulisan cerita anak terbaik dalam rangka 75 Tahun Balai Pustaka pada 2001 lewat karyanya, Umur Panjang untuk Tuan Joyokoroyo. Secara keseluruhan, karya-karya sastrawan yang dikenal humoris itu kerap mengisahkan orang-orang kebanyakan dengan gaya realis yang khas.

Kekocakannya juga tampak dalam salah satu cerpennya yang paling terkenal yang juga termaktub di Bibir dalam Pispot: "Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu?".

Tapi, jejak kebesaran Hamsad itu sama sekali tak terlihat di Ruang J 17 Lantai 13 RS Sembiring tersebut. Ruangan 2,5 x 4 meter itu terasa sangat sempit. Sebab, ruangan tersisa digunakan sebagai tempat menggelar tikar tempat tidur oleh Nurwindasari dan putra keduanya yang turut mendampingi, Girindra Rangkuti.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
JADI TUAN RUMAH DJARUM SIRNAS LI-NING RIAU OPEN 2018
PBSI Riau Bahas Teknis Persiapan sebagai Panitia Lokal
Kamis, 22 Februari 2018 - 17:06 wib
BEKERJA SAMA DENGAN DISPORA RIAU, PLN DAN PT ARARA ABADI
Sabtu, PWI Riau Tanam Pohon di Stadion Utama
Kamis, 22 Februari 2018 - 16:56 wib

Syamsuar Akan Angkat Ekonomi Riau yang sedang Terpuruk
Kamis, 22 Februari 2018 - 16:14 wib
DAMPAK LETUSAN GUNUNG SINABUNG
Pasokan Sayur ke Medan Terancam
Kamis, 22 Februari 2018 - 15:43 wib
NIKITA MIRZANI
Ingin Cepat-cepat Nikah
Kamis, 22 Februari 2018 - 15:17 wib

PSMS Medan Dapat Hadiah Rp550 Juta dari Piala Presiden
Kamis, 22 Februari 2018 - 13:57 wib

Proyek Zona I Lelang Ulang
Kamis, 22 Februari 2018 - 13:26 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Membuang Asam, Menjaga Payau

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:25 WIB

Bangunan Rusak dan Rumput Semakin Meninggi

Selasa, 06 Februari 2018 - 10:18 WIB

Negeri yang Tak Pernah Disentuh Ban Mobil

Minggu, 04 Februari 2018 - 12:16 WIB

KTP-el Dibuatkan, Lahan Diperjuangkan

Sabtu, 03 Februari 2018 - 11:51 WIB

Relokasi 5.000 Jiwa atau Lepaskan Status Lahan

Jumat, 02 Februari 2018 - 15:57 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us