Wonderful Indonesia
RAMADAN DI TANAH SUCI
Inilah Para Imam Masjidil Haram dan Nabawi
Selasa, 28 Juni 2016 - 14:40 WIB > Dibaca 40881 kali Print | Komentar
Inilah Para Imam Masjidil Haram dan Nabawi
Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais saat menjadi imam pada saat berkunjung ke Lahore, Pakistan
SETIAP tahun, ketika bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh dunia selalu terpesona dengan kharisma imam yang memimpin salat tarawih di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Sebagai imam, perannya sangat penting melalui energi spiritualitas mereka lewat lantunan merdu dan mengagumkan saat pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an.

Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais dan Sheikh Saud Al-Shuraim telah membuat kepincut hati jutaan jamaah melalui pembacaan fasih ayat-ayat Al-Qur’an dengan suara yang merdu dan enak didengar. Mereka telah memimpin salat tarawih selama Ramadan di dua kota suci selama beberapa dekade, memberikan jamaah pengalaman spiritual yang unik.

Sheikh Abdul Rahman Al-Sudais

Selama 100 tahun terakhir, 190 imam memimpin salat di dua masjid suci baik sebagai imam permanen atau pada tugas sementara. Dari mereka ini, 105 imam berada di Masjidil Haram di Makkah sementara 85 lagi di Masjid Nabawi di Madinah.

Sheikh Saud Al-Shuraim

Mengimami salat di Masjidil Haram adalah sebuah kehormatan yang luar biasa. Abdullah Abulkhair, Omar Al-Kurdi dan Abdullah Al-Zawawi adalah beberapa imam tua di Masjidil Haram di Makkah. Semua mereka meninggal pada tahun 1343 H.

Yahya PT Dar, yang meninggal pada 1345 H, adalah imam tertua yang memimpin salat di Masjid Nabawi di zaman modern.

Ali Al-Hudaifi, yang saat ini mengepalai para imam Masjid Nabawi di Madinah, adalah salah seorang qari terkenal di Timur Tengah. Ia adalah seorang mantan imam Masjid Quba yang bersejarah dan dosen di Universitas Islam Madinah. Dia menjadi imam kepala Masjid Nabawi pada tahun 1400 AH. Ia sempat diangkat imam Masjidil Haram di Makkah di Ramadan 1401H.

Sheikh Ali Al-Hudaifi

Bandar Balilah adalah imam yang baru diangkat di Masjidil Haram, seangkatan dengan  Abdullah Al-Baeejan dan Ahmed Bin Humaid yang juga imam baru di Masjid Nabawi.

Hassan Bukhari dan Yasser Al-Dossari ditunjuk sebagai penjabat imam sementara pengganti Muhammad Ayoub (yang meninggal baru-baru ini) dan Khaled Al-Mohanna diberi mandat sebagai imam penggantinya di Masjid Nabawi.

Almarhum Sheikh Muhammad Ayoub

Raja Saud dan Raja Faisal pernah membuat sejarah dengan menjadi imam di Masjidil Haram, dengan Abdul Malik Mulla, seorang muadzin senior, yang meninggal di 1427 AH. Inilah salah satu momen langka di Masjid Haram, Makkah.

Ulama terkenal seperti Sheikh Mohammed Bin Othaimeen, Sheikh Abdullah Al-Bassam dan Sheikh Abdullah Al-Obaid yang menjadi imam di Masjidil Haram sementara Sheikh Bakar Abuzaid, Sheikh Abubacker Al-Jazairy, Sheikh Abdul Qader Shaiba Al-Hamad dan Sheikh Saleh Al Aboud mengimami salat di Masjid Nabawi.

Ulama penyandang tunanetra Mohammed Al-Alami, yang meninggal tahun 1411, juga pernah menjadi imam di Masjidil Haram.

Adel Al-Kalbani dan Yasser Al-Dossari juga pernah ditunjuk sebagai penjabat imam di Masjidil Haram.

Adel Al-Kalbani

Pada tahun 2008, Raja Abdullah menunjuk Kalbani, putra seorang imigran dari Ras Al-Khaima, sebagai salah seorang imam untuk memimpin salat tarawih di Masjidil Haram. Sheikh Kalbani ini memiliki suara khas bariton yang dalam, bergema pengeras suara Masjidil Haram dan tersambung dengan siaran TV satelit untuk ratusan juta umat Islam di seluruh dunia.

"Membaca Alquran di depan ribuan orang tidak masalah bagi saya. Tapi di tempat suci ini, jelas sangat berbeda dari salat di tempat lain. Di Masjidil Haram, ada raja, presiden dan orang-orang biasa, semua dipimpin dalam salat oleh Anda sebagai imam. Ini memberi Anda perasaan kehormatan dan takut kepada Allah SWT, "kata Kalbani, yang pernah berkhidmat sebagai imam di sebuah masjid Riyadh selama 20 tahun, mengenang saat pengangkatannya di Masjidil Haram.

Imam terkemuka di dua masjid suci tak ubahnya selebriti di dunia Muslim. Sejumlah qari atau pembaca Alquran dan sarjana telah meraih gelar "Imam Al-Haramain." Mereka termasuk Salah Al-Budair, Ali Al-Hudzaify, Abdul Bari Al-Thubaiti, Maher Al-Moaiqeli, Abdullah Al-Johani, Khaled Al-Ghamdi dan Abdul Rahman Al-Sudais.

Maher Al-Moaiqeli

Sheikh Ahmed Taleb Bin Humaid, lahir tahun 1401 H, adalah bungsu dari para imam dari Masjid Nabawi sementara Ali Al-Hudaifi (lahir di 1366 H) adalah yang tertua.

Sheikh Saleh Bin Humaid, 68, adalah imam tertua di Makkah sementara Abdullah Al-Johani, 41, adalah yang termuda.

Sheikh Saleh Bin Humaid

Muslim di seluruh dunia, terutama mereka yang sudah mendapat kesempatan untuk mengunjungi dua masjid suci ini, akan mengenang serta mengingat imam ini dengan sangat hormat untuk memperkuat spiritualitas mereka.

Di antara mereka, Abdul Rahman Al-Sudais, Abdullah Al-Jaber dan Abdullah Al-Khulaifi adalah yang paling menonjol di mata kaum muslimin karena mereka tidak akan pernah lupa bacaan ayat-ayat Al-Qur’an mereka yang luar biasa indah, fasih dan merdu.(saudi gazette/zar)

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
JADI TUAN RUMAH DJARUM SIRNAS LI-NING RIAU OPEN 2018
PBSI Riau Bahas Teknis Persiapan sebagai Panitia Lokal
Kamis, 22 Februari 2018 - 17:06 wib
BEKERJA SAMA DENGAN DISPORA RIAU, PLN DAN PT ARARA ABADI
Sabtu, PWI Riau Tanam Pohon di Stadion Utama
Kamis, 22 Februari 2018 - 16:56 wib

Syamsuar Akan Angkat Ekonomi Riau yang sedang Terpuruk
Kamis, 22 Februari 2018 - 16:14 wib
DAMPAK LETUSAN GUNUNG SINABUNG
Pasokan Sayur ke Medan Terancam
Kamis, 22 Februari 2018 - 15:43 wib
NIKITA MIRZANI
Ingin Cepat-cepat Nikah
Kamis, 22 Februari 2018 - 15:17 wib

PSMS Medan Dapat Hadiah Rp550 Juta dari Piala Presiden
Kamis, 22 Februari 2018 - 13:57 wib

Proyek Zona I Lelang Ulang
Kamis, 22 Februari 2018 - 13:26 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Membuang Asam, Menjaga Payau

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:25 WIB

Bangunan Rusak dan Rumput Semakin Meninggi

Selasa, 06 Februari 2018 - 10:18 WIB

Negeri yang Tak Pernah Disentuh Ban Mobil

Minggu, 04 Februari 2018 - 12:16 WIB

KTP-el Dibuatkan, Lahan Diperjuangkan

Sabtu, 03 Februari 2018 - 11:51 WIB

Relokasi 5.000 Jiwa atau Lepaskan Status Lahan

Jumat, 02 Februari 2018 - 15:57 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us