Wonderful Indonesia
BERKAH ANAK KESEPULUH DAN KEKUATAN KELUARGA
Sukses Meraih Cita-cita meski Didera Himpitan Ekonomi
Minggu, 26 Juni 2016 - 10:22 WIB > Dibaca 4937 kali Print | Komentar
Sukses Meraih Cita-cita meski Didera Himpitan Ekonomi
Himpitan ekonomi tidak membuat dua sosok berikut berserah diri pada nasib. Tekad yang kuat dan dukungan dari keluarga menjadi energi hingga akhirnya mereka sukses meraih cita-cita menjadi dokter.

(RIAUPOS.CO) - Karir kedokteran Abdullah Qayyum muda dimulai di Rumah Sakit Selaguri Padang 1992-1993. Kemudian berlanjut sebagai dokter PTT (pegawai tidak tetap) di RS Cut Nyak Dhien Meulaboh dan RS Zainal Abidin Banda Aceh 1994-1997. Karirnya diperkaya dengan nyambi mengajar di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala dan Akademi Perawat Abulyatama di kota Serambi Mekah.

Pada 1997 ia ke kembali Pekanbaru usai PTT. Selain membuka praktik mandiri, pria kelahiran Padang, 3 April 1967 ini, tidak jauh-jauh dari dunia pendidikan. Ia dipercaya menjadi Ketua Pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab. Berlanjut menjadi Dekan dan Penanggungjawab Kurikulum FK universitas tersebut. Kemudian 2004 menjabat sebagai Pembantu Rektor IV Universitas Abdurrab.

Yang mutakhir, pada 2012, ayah dengan tiga anak ini dipercayai memimpin pendirian sebuah rumah sakit besar, mewah dan modern. Rumah sakit bertingkat 10 itu bernama Aulia Hospital dan segera beroperasi dengan dirinya sebagai direktur utama.

dr Abdullah Qayyum MM adalah bungsu dari 10 bersaudara buah kasih pasangan Abdul Karim Maridi dan Khadijah. Ayahnya pegawai biasa di Departemen Penerangan di kota Padang, Sumatera Barat. Kehidupan ekonomi keluarga yang amat sederhana semakin berat setelah sang Abak, panggilan kepada ayahnya, pensiun pada 1967.

Abdul Karim lantas merantau ke kota Pekanbaru, Riau. Ia menjadi penjual buku-buku berbahasa Inggris. Lokasinya di tepi jalan masuk ke kompleks perkantoran PT Caltex Pacific Indonesia (sekarang PT Chevron) di kawasan Rumbai. Targetnya adalah karyawan dan keluarga perusahaan minyak besar tersebut. ‘’Saya ikut temani ayah berjualan. Saat itu saya baru kelas satu dan dua SD,’’ kenang dr Qayyum.

Sang ayah juga sempat membuka taman bacaan dan kursus bahasa Inggris. Menurut dr Qayyum, sang ayah memang jago berbahasa Inggris. Kedai taman bacaan dan English 900, nama tempat kursusnya, terdapat di depan persimpangan Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Hangtuah. Kawasan tersebut dari dulu hingga sekarang menjadi salah satu pusat bisnis di kota Pekanbaru.

Kisah ini menunjukkan bahwa Abdul Karim adalah seorang pekerja keras. Di sisi lain, bagi dr Qayyum juga memperlihat ayahnya ingin menghidupi keluarganya dengan upaya sendiri serta hasil yang halal. ‘’Kehidupan ekonomi kami waktu itu memang sulit. Saya juga merasakan bagaimana rumah kami kemasukan air hujan karena atap banyak yang bocor,’’ cerita dr Qayyum.

Tidak banyak kenangan dr Qayyum bersama ayahnya. Semasa bayi ia bersama ibunya tinggal di Padang. Sedang ayahnya di Pekanbaru. Ketika berusia sekitar tujuh tahun baru ia berkumpul lagi dengan ayahnya serta masuk SDN 9 Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru. Di usianya sepuluh tahun sang ayah pun ‘’dipanggil’’ sang Khalik.

Di mata dr Qayyum, ayahnya adalah seorang intelek dan menguasai lima bahasa asing. Yakni bahasa Inggris, Thailand, Arab, Prancis, dan Urdu. Banyak buku dalam berbagai bahasa menjadi harta peninggalan sang ayah. Buku-buku yang tersusun rapi dalam lemari itu menginspirasi anak-anaknya untuk membaca.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
JADI TUAN RUMAH DJARUM SIRNAS LI-NING RIAU OPEN 2018
PBSI Riau Bahas Teknis Persiapan sebagai Panitia Lokal
Kamis, 22 Februari 2018 - 17:06 wib
BEKERJA SAMA DENGAN DISPORA RIAU, PLN DAN PT ARARA ABADI
Sabtu, PWI Riau Tanam Pohon di Stadion Utama
Kamis, 22 Februari 2018 - 16:56 wib

Syamsuar Akan Angkat Ekonomi Riau yang sedang Terpuruk
Kamis, 22 Februari 2018 - 16:14 wib
DAMPAK LETUSAN GUNUNG SINABUNG
Pasokan Sayur ke Medan Terancam
Kamis, 22 Februari 2018 - 15:43 wib
NIKITA MIRZANI
Ingin Cepat-cepat Nikah
Kamis, 22 Februari 2018 - 15:17 wib

PSMS Medan Dapat Hadiah Rp550 Juta dari Piala Presiden
Kamis, 22 Februari 2018 - 13:57 wib

Proyek Zona I Lelang Ulang
Kamis, 22 Februari 2018 - 13:26 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Membuang Asam, Menjaga Payau

Minggu, 18 Februari 2018 - 11:25 WIB

Bangunan Rusak dan Rumput Semakin Meninggi

Selasa, 06 Februari 2018 - 10:18 WIB

Negeri yang Tak Pernah Disentuh Ban Mobil

Minggu, 04 Februari 2018 - 12:16 WIB

KTP-el Dibuatkan, Lahan Diperjuangkan

Sabtu, 03 Februari 2018 - 11:51 WIB

Relokasi 5.000 Jiwa atau Lepaskan Status Lahan

Jumat, 02 Februari 2018 - 15:57 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us