Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Perca >>
KOLOM HARY B KORIUN
Legiun Muslim di Piala Eropa 2016
Kamis, 16 Juni 2016 - 16:18 WIB > Dibaca 9392 kali Print | Komentar
Legiun Muslim di Piala Eropa 2016
Taulant Xhaka (Albania/merah) dan Granit Xhaka (Swiss), dua bersaudara muslim asal Albania yang membela negara berbeda di Piala Eropa 2016. (GETTY IMAGES/ZIMBIO)
Berita Terkait



Meski menjadi minoritas (dari sisi agama), para pemain muslim di Piala Eropa 2016 Prancis memegang peran penting dalam tim masing-masing yang dibelanya.

PAGELARAN Piala Eropa 2016 sebulan penuh yang bertepatan dengan  Bulan Ramadan 1437 H, memang akan menyulitkan bagi pemain-pemain yang beragama Islam. Ramadan kali ini juga menjadi ujian bagi pemain muslim yang tetap memilih menjalankan puasa saat bermain. Sebabnya, berpuasa di Prancis pada saat ini lama waktunya mencapai 19 jam atau terpanjang dalam 33 tahun terakhir.

Meski Islam bukan agama mayoritas di Eropa, namun ada beberapa pemain muslim yang membela negara-negara tersebut.  Bahkan malah ada yang mendominasi. Paling banyak tentu Turki dan Albania, dua negara berpenduduk mayoritas muslim di Eropa. Hampir 70 persen penduduk Turki memeluk Islam, sedang Albania 60 persen (mayoritas dari etnis Kosovo). Namun, yang menarik, negara sekuler seperti Swiss juga banyak diperkuat pemain muslim.

Tetapi beberapa negara yang penduduknya tidak mayoritas muslim, juga memiliki beberapa pemain muslim. Tentu, mereka adalah para imigran dari negara-negara Islam. Prancis misalnya, ada lima pemain muslim imigran dari Afrika Utara. Kemudian Swiss diperkuat tujuh pemain muslim berdarah Albania, Jerman empat orang (dari Albania, Turki dan Tunisia), dan beberapa negara lainnya.

Kendala utama yang dihadapi pemain-pemain muslim adalah masalah ibadah. Mereka dihadapkan pada pilihan: ibadah atau bekerja. Sebagian ada yang memilih tetap puasa dan sebagian lagi memilih tak puasa dan menggantinya di hari lain.


Skhodran Mustafi (Jerman). (GETTY IMAGES/ZIMBIO)

Shkodran Mustafi misalnya. Pemain yang mencetak gol pembuka kemenangan Jerman atas Ukraina, Senin (13/6/2016) dini hari lalu, dikenal sebagai pemeluk Islam yang taat. Dia memilih tetap menjalankan ibadah puasa sambil terus berlatih dan bermain. Menurutnya, jika fisiknya tetap memungkinkan untuk tetap puasa, dia akan menjalankan ibadah itu. Tetapi kalau fisiknya tak memungkinkan, dia akan berhenti dan mencoba di hari berikutnya, dan akan "membayar" puasa itu di hari lain.

 "Sebenarnya ibadah puasa itu menyenangkan. Tapi, agama kami membolehkan kami tak puasa karena sedang bekerja keras dan menjalankan sebagai pengganti di hari lain," ujar bek Valencia itu.

Di tubuh Jerman, selain Mustafi, ada Sami Kedhira (keturunan imigran Tunisia bermain untuk Juventus), Emre Can (Turki/Liverpool), dan Mesut Oezil (Turki/Arsenal). Jika Mustafi memilih mencoba tetap puasa, ketiga pemain tersebut memutuskan tidak puasa selama Piala Eropa dan akan menggantinya di hari lain.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Marquez Tandai Hari Ultah dengan Waktu Tercepat
Minggu, 18 Februari 2018 - 13:15 wib
Zetizen
Berekspresi Lewat Musikalisasi Puisi
Minggu, 18 Februari 2018 - 13:13 wib
TOMMY SERAN
Mantan Juara Dunia WBO Naik Ring Lagi
Minggu, 18 Februari 2018 - 13:12 wib

Simbol Warisan Leluhur
Minggu, 18 Februari 2018 - 13:08 wib

Baju Koko Black Panther
Minggu, 18 Februari 2018 - 13:06 wib

Mane Mengamuk ke Gawang Porto
Minggu, 18 Februari 2018 - 12:53 wib
CRISTIANO RONALDO
Ditawarkan ke Tiga Klub Elite Inggris
Minggu, 18 Februari 2018 - 12:42 wib
Puluhan Lembaga Kampanyekan One Billion Rising

Puluhan Lembaga Kampanyekan One Billion Rising
Minggu, 18 Februari 2018 - 12:40 wib
Tapal Batas Tak Tuntas
Warga Bingung, Pelalawan atau Inhu
Minggu, 18 Februari 2018 - 12:36 wib

Peralatan Perang Air Dirakit Sendiri
Minggu, 18 Februari 2018 - 12:33 wib
Cari Berita
Perca Terbaru
Kuasa Bahasa

Kamis, 11 Januari 2018 - 16:10 WIB

"Legends of the Fall": Tentang Cinta dan Kesetiaan tanpa Batas
Antara Sri Bintang Pamungkas dan Amien Rais

Kamis, 08 Juni 2017 - 17:10 WIB

 Pertahanan Terbaik atau Ketajaman Mencetak Gol?

Minggu, 04 Juni 2017 - 01:11 WIB

Keberuntungan atau Kecerdasan Zidane?

Kamis, 20 April 2017 - 03:04 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us