Wonderful Indonesia
MENUJU PON XIX 2016 DI JABAR
Ibrahim Zarman Siap Cetak Sejarah Emas Taekwondo Riau
Kamis, 09 Juni 2016 - 10:36 WIB > Dibaca 2190 kali Print | Komentar
Ibrahim Zarman Siap Cetak Sejarah Emas Taekwondo Riau
Taekwondoin andalan Riau Ibrahim Zarman foto bersama Ketua Umum KONI Riau Drs Emrizal Pakis MM, Ketua Pemprov TI Riau Amran Yakni dan pengurus KONI Riau usai beramah tamah, Rabu(8/6/2016).(YUDI WALDI/RIAUPOS.CO)
Berita Terkait



PEKANBARU(RIAUPOS.CO)-Semangat pantang menyerah terlihat diwajah pria berpostur 190 meter. Dialah Ibrahim Zarman salah satu taekwondoin andalan Indonesia yang berasal dari Bumi  Lancang Kuning Riau.

Pria kalem ini bakal terbalik 180 derajat, bila bicara taekwondo, olahraga yang digelutinya sejak usia dini. Ketekunannya berlatih olahraga asal Korea ini  menjadi tangga meraih mimpi kecilnya menjadi bagian dari timnas taekwondo Merah Putih yang  dipersiapkan untuk ASIAN Games 2017.

Kehadiran pria berusia 18 tahun ini di kyorugi 58 kg ini membuat taekwondoin Riau memiliki
andalan baru menatap Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX  2016 di Jawa Barat.Selain Aulia  Ramadhan (poomsae) dan Galuh Kogas.Tak salah jika Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)

Riau memiliki espektasi yang tinggi kepada Pengrov TI Riau untuk merubah medali perak PON XVIII 2012 lalu menjadi medali emas di PON XIX yang digelar di Bumi Parahyangan Jawa Barat.

"Kalau di PON XVIII di Riau 2012 lalu kita cuma dapat medali perak, kini saatnya untuk
merubahnya menjadi medali emas," kata Ketua KONI Riau Drs Emrizal Pakis MM saat menerima Ibrahim Zarman yang didampingi Ketua Pengprov TI Riau Amran Tambi bersilaturahmi ke KONI Riau, Rabu (8/6/2016).

Orang nomor satu KONI Riau ini pun memberikan wejangan kepada Ibrahim untuk tetap semangat  menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Jakarta."Disiplin harus menjadi
prioritas, karena itu merupakan salah satu faktor meraih prestasi maksimal," kata Emrizal.

Mantan Kepala Bappeda Riau ini juga berharap Ibrahim yang sudah satu tahun menyelesaikan
di SMA Olahraga Riau bisa meneruskannya pendidikan ke jenjang perguruan tinggi."Prestasi penting tapi jangan lupa pendidikan harus dilanjutkan. Karena keduanya harus berimbang," kata Emrizal.

Untuk diketahui Ibrahim Zarman yang sudah menjadi penghuni pelatnas sejak 2015 lalu.
Prestasi terakhirnya saat membela Indonesia di kejuaraan Asia di Manila Filipina April lalu  adalah medali perunggu. Pada kejuaraan yang notabene untuk meraih tiket Olimpiade Rio de Janeiro, ia  kalah dari taekwondoin Iran, yang akhirnya menjadi juara di kyorugi kelas 58kg.

Disisi lain, Ketua Pengrov TI Riau Amran Tambi berharap dengan prestasi yang sudah diraih tidak membuat taekwondoin jebolan SMA Olahraga Riau ini besar kepala dan cepat puas.

"Saya berharap Ibrahim tetap harus banyak belajar, selayaknya seorang taekwondoin sejati, selalu santun dan terus bekerja keras untuk sebuah prestasi," kata Tambi.

Pria yang juga Ketua umum KONI Kota Pekanbaru ini pun berharap, prestasi Ibrahim ini, bisa mewujudkan medali emas yang ditargetkan KONI Riau."Mudah-mudahan misi mengubah perak menjadi medali emas bisa diwujudkan.Karena itu Ibrahim harus terus mejaga disiplin latihan dan menjaga kesehatannya," kata Tambi.
 
Harapan kedua pengurus olahraga di Riau itu nampaknya tak bertepuk sebelah tangan. Karena Ibrahim Zarman ternyata memiliki mimpi yang sama. Ia  optimis bisa meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX Jawa Barat  pada September mendatang.

"Optimis harus selalu dikedepankan, semua taekwondoin pasti memiliki mimpi meraih medali emas di PON 2016 nanti. Tapi semuanya harus melalui latihan dan kerja keras serta pantang menyerah untuk menjadi yang terbaik di kyorugi kelas 58kg," katanya.

Optimisime taekwondoin berpostur 190 meter ini cukup beralasan, selain telah menjalani pelatnas sejak 2015 lalu, ia juga langsung ditangani  pelatih asal Korea Selatan yang dikenal memiliki karakter semangat pantang menyerah meski dalam suasana ramadan.

"Selama Ramadan kami tetap latihan pagi dan sore. Jadwalnya sangat padat, tetapi saya sudah terbiasa. Semuanya demi tujuan meraih prestasi maksimal untuk Indonesia, khususnhya Riau tambahnya.

Lalu taekwondoin daerah  mana yang patut diwaspadai? mantan atlet PPLP Riau ini menunjuk atlet tuan rumah Jabar dan Kepri."Kedua daerah itu bisa menjadi batu sandungan, tapi Insya Allah dengan latihan keras dan doa masyarakat Riau saya bisa meraih hasil sesuai espektasi," katanya.

Terus berlatih dan berlatih ekstra keras dan pahami filosofi taekwondoin sejati yang menjadi bagian hidup sehari-hari. Tunjukkan pada Indonesia bahwa dirimu mampu membuat sejarah, insan olahraga Riau menunggu aksimu. Ayo, Kamu Bisa! 

Laporan: Yudi Waldi
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIPREDIKSI MENANG MUDAH
Lawan Kamboja, Timnas Tak Boleh Pandang Remeh
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:49 wib
DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN
Keras! Ini Kritik Din Syamsuddin ke K‎emenag Terkait First Travel
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:35 wib
BERTUJUAN MEMENANGKAN PERKARA
Kasus Suap Panitera PN Jaksel, KPK Bidik Keterlibatan Hakim
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:28 wib
DILARANG BERTANDING LIMA LAGA
Asosiasi Sepakbola Spanyol Tolak Banding Madrid Terkait Kasus Ronaldo
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:14 wib
ENGLISH PREMIER LEAGUE
Belum Mainkan Coutinho, Klopp: Saya Tak Punya Masalah dengan Dia
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:00 wib
USUL FAHRI HAMZAH
Diminta Panggil Jokowi ke DPR, Ini Tanggapan Pansus Angket KPK
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:48 wib
SEORANG PELAKU DIAMANKAN
Sindikat Penjual Data Nasabah Berhasil Diungkap Bareskrim, Ini Harganya
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:32 wib
PLAY-OFF LIGA CHAMPIONS
Bek Liverpool Enggan Remehkan Hoffenheim
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:25 wib
DINILAI SEBAGAI ISU LAMA
Terkait Desakan Penerbitan Perppu, KPK Akui Percaya Presiden
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:19 wib
TEPAT DI MOMEN HUT RI
Pembakar Umbul-umbul Merah Putih Ternyata Masih Remaja, Begini Reaksi Polri
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:00 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Nyala Hari Puisi Ini Pun Tak Akan Pernah Padam

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:08 WIB

Filosofi Hidup dalam Permainan Tradisi

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:03 WIB

Oppss! Ini Via Vallen Lho, Bukan Ayu Ting Ting atau Isyana Sarasvati...
Lama Waktu Mengemudi Maksimal Tiga  Jam

Minggu, 11 Juni 2017 - 11:05 WIB

Berkah dari Sang Penyengat

Minggu, 11 Juni 2017 - 10:59 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us