Depan >> Berita >> Hukum >>

7 dari 10 Gubernur di Sumatera Tersangkut Korupsi
20 April 2012 - 09:44 WIB > Dibaca 1733 kali Print | Komentar
7 dari 10 Gubernur di Sumatera Tersangkut Korupsi
JAKARTA (RP) - Data ini pastinya membuat para gubernur di wilayah Sumatera ketar-ketir. Pasalnya, peluang terseret kasus korupsi cukup besar. Bayangkan saja, dari 10 provinsi yang ada di wilayah Sumatera, tujuh diantaranya gubernurnya terseret kasus korupsi. Sebagian besar pun harus menikmati gerahnya bui.

Data ini termasuk dalam list 173 kepala daerah hingga 2012, yang tersangkut korupsi, yang dirilis Kemendagri.

Tujuh gubernur di wilayah Sumatera itu adalah Gubernur Aceh Abdullah Puteh, Gubernur Sumbar Zaenal Bakar yang sempat menjadi tersangka kasus korupsi APBD 2002. Selanjutnya Gubernur Sumut Syamsul Arifin (kasus APBD Langkat), Gubernur Bengkulu Agusrin Najamudin (kasus dana PPB/BPHTB).

Berikutnya Gubernur Kepri Ismeth Abdullah (kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran), Gubernur Sumsel Syahrial Oesman (kasus dugaan suap alih fungsi hutan lindung menjadi pelabuhan Tanjung Api-api), dan Gubernur Riau Saleh Djasit (kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran). Teranyar, Gubernur Riau Rusli Zainal dicekal KPK dalam kasus suap PON Riau.

Hanya Jambi, Bengkulu, dan Babel saja yang gubernurnya tidak tersangkut kasus korupsi. Dengan catatan, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP pernah dimintai keterangan KPK terkait kasus pengadaan tanah untuk pembangkit listrik tenaga uap di Lampung Selatan pada 2007.

Gubernur di luar wilayah Sumatera yang juga pernah tersangkut kasus korupsi antara lain adalah Gubernur Sulut AJ Sondakh, Gubernur Banten Djoko Munandar, Gubernur NTB Lalu Serinata, Gubernur Sultra Ali Mazi, Gubernur NTT Peit A Tallo, Gubernur Kaltim Suwarna AF, Gubernur Jabar Danny Setiawan, Gubernur Kalsel Sjachriel Darham, Gubernur Kaltim Awang Faroek, dan Gubernur Kalsel Rudy Arifin, yang belakangan kasusnya di-SP3.

Untuk tingkat Kabupaten/Kota di Sumut, yang tersangkut korupsi adalah Walikota Medan Abdillah, Walikota Tanjungbalai Sutrisno Hadi (kasus anggaran MTQN), Bupati Serdang Chairullah (kasus dana proyek pembinaan keamanan 2004), Bupati Nias Binahati B (kasus dana PSDA kehutanan 2001), Bupati Simalungun Zulkarnain Damanik, Walikota Siantar RE Siahaan, Bupati Asahan Risuddin, Bupati Tobasa Monang Sitorus, Bupati Deliserdang Amri Tambunan (saksi kasus proyek swakelola 2005 pada Dinas Kimpraswil dengan tersangka Faisal dkk), Bupati Palas Basyrah Lubis, dan Bupati Nias Selatan Fuhuwusa Laia.

Sebelumnya, juru bicara Kemendagri Reydonnyzar Moenek, menjelaskan,  173 kepala daerah yang tercatat di Kemendagri, terdiri dari beberapa status. Mulai dari saksi, tersangka, terdakwa hingga terpindana.

Dijelaskan, berdasarkan kajian dari Kemendagri ada beberapa hal yang menyebabkan jumlah kepala daerah yang tersangkut korupsi terus meningkat. Pertama, latar belakang kepala daerah di Tanah Air sangat beragam. Mulai birokrat, politisi, pengusaha, hingga artis.

Nah, dari situ banyak orang yang sebenarnya pemahaman dan kemampuan tentang birokrasi sangat kurang, terutama tentang sistem regulasi keuangan daerah. Misalnya pengusaha dan artis. Mereka akhirnya terjebak dalam kasus korupsi lantaran keputusan yang diambilnya ternyata melanggar ketentuan yang berlaku. Padahal sebenarnya mereka tidak berniat melakukan korupsi.

Kedua adalah faktor SDM di daerah yang masih terbatas. Apalagi masih banyak ditemukan orang-orang yang tidak berkompeten diberi jabatan strategis hanya karena yang bersangkutan tim sukses kepala daerah yang menang.  Sedangkan yang ketiga adalah karena ada niat dari kepala daerah untuk melakukan korupsi. (sam/jpnn)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
Bapak Garap Anak Kandung
Bapak Garap Anak Kandung
Sabtu, 28 Mei 2016 - 10:49 wib
Besok, MTQ ke-46 Tingkat Kabupaten Dibuka
Besok, MTQ ke-46 Tingkat Kabupaten Dibuka
Sabtu, 28 Mei 2016 - 10:48 wib
Hipkabi Riau Tuan Rumah PIT Ke-15
Sabtu, 28 Mei 2016 - 10:44 wib
Remaja Tewas setelah Minum Miras Oplosan
Remaja Tewas setelah Minum Miras Oplosan
Sabtu, 28 Mei 2016 - 10:44 wib
Prudential Bayar Klaim Rp173 juta
Sabtu, 28 Mei 2016 - 10:43 wib
Kerusakan Terminal Roro Diperbaiki
Kerusakan Terminal Roro Diperbaiki
Sabtu, 28 Mei 2016 - 10:39 wib
Jaga Kamtibmas Tak Semata Tugas Polisi
Jaga Kamtibmas Tak Semata Tugas Polisi
Sabtu, 28 Mei 2016 - 10:38 wib
Pengembangan Sektor Pertanian Harus Terpadu
Pengembangan Sektor Pertanian Harus Terpadu
Sabtu, 28 Mei 2016 - 10:37 wib
Rp300 M Bangun Wisata Alam dan Hutan Tropis
Rp300 M Bangun Wisata Alam dan Hutan Tropis
Sabtu, 28 Mei 2016 - 10:32 wib
Disdukcapil Sederhanakan Pengurusan Adminduk
Sabtu, 28 Mei 2016 - 09:55 wib
Masyarakat Rokan Kiri Ancam Demo PLN
Masyarakat Rokan Kiri Ancam Demo PLN
Sabtu, 28 Mei 2016 - 09:54 wib
Akhir Juli, Anggota Paskibra Dikarantina
Akhir Juli, Anggota Paskibra Dikarantina
Sabtu, 28 Mei 2016 - 09:53 wib
Siswa SMAN 1 Rambah Dilarang Bawa Handphone
Sabtu, 28 Mei 2016 - 09:40 wib
Tak Ada Alasan Tak Sekolah
Sabtu, 28 Mei 2016 - 09:34 wib
Polisi Tangkap Pria Pengedar Sabu
Polisi Tangkap Pria Pengedar Sabu
Sabtu, 28 Mei 2016 - 09:32 wib
Pemkab Bangun Dua Unit Kantor BP3K
Pemkab Bangun Dua Unit Kantor BP3K
Sabtu, 28 Mei 2016 - 09:21 wib
Minyak Subsidi Banyak Dijual ke Industri
Sabtu, 28 Mei 2016 - 09:19 wib
Stiker Lepas, Banyak Tercacah Dua Kali
Stiker Lepas, Banyak Tercacah Dua Kali
Sabtu, 28 Mei 2016 - 09:16 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Jessica Kena Pasal 340 Ancaman Hukuman Mati

Sabtu, 28 Mei 2016 - 01:36 WIB

Jessica ke Jaksa Bersama Puluhan Barang Bukti

Sabtu, 28 Mei 2016 - 00:48 WIB

Kalau Nurhadi Jadi Tersangka, Mahkamah Agung Pasrah

Sabtu, 28 Mei 2016 - 00:09 WIB

Hakim Ini Punya Fortuner, Eh Disita KPK...

Sabtu, 28 Mei 2016 - 00:02 WIB

Bawang Ilegal Akan Dimusnahkan

Jumat, 27 Mei 2016 - 16:52 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
Follow Us