Wonderful Indonesia
MEMELUK ISLAM PADA AWAL RAMADAN 1437 H
Nur Aini Meneteskan Air Mata Usai Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat
Senin, 06 Juni 2016 - 17:00 WIB > Dibaca 2850 kali Print | Komentar
Nur Aini Meneteskan Air Mata Usai Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat
Nur Aini dibimbing oleh Ketua MUI Mustafa saat memeluk agama Islam senin (6-6) di masjid agung dahrul ulum Selatpanjang.
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Nora yang berganti nama setelah memeluk Islam menjadi Nur Aini tampak meneteskan air matanya ketika usai membacakan dua kalimat syahadat di hadapan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepulauan Meranti, Mustafa Umar S.Ag, MM dan sejumlah orang di dalam Masjid Agung Dahrul Ulum Selatpanjang, Senin (6/6/2016). Proses pengislaman gadis asal Desa Beting, Kecamatan Rangsang Pesisir itu berlangsung usai shalat zuhur.

Usai melaksanakan shalat zuhur berjamaah di Masjid Agung Dahrul Ulum Selatpanjang, tiba-tiba jemaah langsung berkumpul di bawah kubah masjid atau tepat di tengah bagian dalam masjid.

Meja kecil disiapkan. Seorang gadis dengan menggunakan kerudung dibimbing menuju ke salah satu sisi meja kecil tersebut.

Di hadapan gadis tersebut, tepatnya di sebarang meja, tampak Ketua MUI Kepulauan Meranti Mustafa Umar S.Ag, MM dengan didampingi Ketua Yayasan Fitrah Madani (YFM) Ustaz Fauzi. Sementara Nur Aini didampingi ibu angkatnya, Ondri Elly.

Sebelum menuntun Nur Aini mengucapkan dua kalimat syahadat, Ketua MUI Kepulauan Meranti itu menanyakan kepada gadis kelahiran 11 Agustus 1983 itu apakah memang sudah mantap untuk memeluk agama Islam. Dengan mengiyakannya, Nur Aini dipandu untuk mengucapkannya untuk diucapkan dengan benar dan jelas. Pengucapan pun dilakukan sebanyak dua kali.

Setelah selesai dan menandatangani surat persyaratan telah memeluk agama Islam tanpa paksaan, sambil memeluk ibu angkatnya, Nur Aini meneteskan air mata. Dia sempat terisak bahagia telah berhasil memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Muhamad SAW ke muka bumi ini.

"Tadi terharu saja setelah berhasil membacakan syahadat," kata Nur Aini kepada wartawan.

Nur Aini merupakan warga keturunan suku asli. Putri kelima dari pasangan Culai dan Timah ini lahir dari keluarga nonmuslim. Keluarganya beragama Buddha. Dia mengaku merasa hambar tiap kali beribadah.

Dia mengakui, alasannya memeluk agama Islam atas dasar kesadaran dirinya sendiri tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

Nur Aini mengatakan jika keinginannya masuk Islam sudah lama ia pendam. Namun, dirinya mencari waktu yang baik untuk diutarakan kepada ibu angkatnya.

"Masuk Islam ini karena memang niat dari hati. Keinginan yang begitu besar itu saya sampaikan ke Buk Ondri," ceritanya.

Ketika ditanya apakah keluarganya mengetahui bahwa dirinya akan memeluk Islam, Nur Aini mengaku bahwa keluarganya tidak mengetahuinya. Namun, dia meyakini jika keluarga tetap mengizinkan apa yang telah menjadi pilihannya tersebut.

"Saya memang sudah punya niat sejak lama untuk masuk Islam. Apalagi kakak saya yang ke-2 dan 3 sudah memeluk Islam lebih dahulu. Lama-kelamaan saya tersadar dan terketuk untuk menjadi seorang muslimah," akunya.

Sementara itu, ibu angkat Nur Aini, Ondri Elly mengatakan bahwa dia tidak memaksa kepada Nur Aini untuk memeluk agama Islam. Akan tetapi, anak angkatnya sendiri yang meminta kepadanya agar dibimbing untuk menjadi seorang muslimah.

"Dia sebelum memeluk agama Islam tinggal bersama kami. Mungkin dia tertarik melihat aktivitas keagamaan di keluarga kami, seperti salat, mengaji. Bahkan, dia sering mengintip ketika saya akan berwudu dan akan sholat. Setelah dia tertarik, saya beri dia buku pedoman salat. Dua hari sebelum masuk Ramadan, dia sudah menyatakan kesiapannya untuk masuk Islam," ujar Ondri.

Ketua MUI Kepulauan Meranti, Mustafa S.Ag, MM mengungkapkan bahwa ini merupakan sebuah hidayah di bulan Ramadan 1437 Hijriah yang penuh berkah. Sebab, jika hidayah sudah diturunkan, tidak seorang pun yang bisa menghalanginya.

"Syukur ke hadirat Allah. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini, Nur Aini dapat melaksanakan amalan sesuai ajaran agama Islam. Mari sama-sama kita doakan agar beliau istiqamah dan berkekalan dalam menjalankan ibadah Islam sampai ke akhir hayat. Setelah menjadi mualaf, serangkaian kewajiban sebagai muslim harus dijalankan, baik yang ada dalam rukun Islam, maupun rukun iman. Semua perintah Allah SWT harus dilaksanakan. Mulai dari salat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, membayar zakat dan lainnya. Insya Allah kami siap membimbing beliau," kata Mustafa.

Lebih lanjut Mustafa menambahkan, jumlah mualaf di Kepulauan Meranti terus mengalami peningkatan. Sampai saat ini, sebanyak 405 orang warga Meranti sudah menjadi mualaf, dengan YFM yang berperan besar dalam meningkatkan jumlah mualaf di Kepulauan Meranti itu. (amy)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Himapentika Universitas Riau Belajar ke Riau Pos
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:22 wib

Canadian Ambassador Kunjungi PCR Terkait PEDP
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:20 wib

Petugas Bandara Harus Jeli
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:17 wib

Kapolres Ingatkan Personel Tingkatkan Pelayanan
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:17 wib
SELATPANJANG
Karantina Amankan 424 Kg Buah Ilegal
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:15 wib
TEMBILAHAN
Jelang Natal, Peredaran Miras Diperketat
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:13 wib
PEKANBARU
DAK BOKB Riau 2018 Capai Rp51,8 Miliar
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:13 wib

Pretzel, si Kue Gurih Manis Asal Eropa
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:12 wib

STMIK Hang Tuah-Multimatics Jalin MoU
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:09 wib

RESEP PRETZEL RUMAHAN
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:06 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Pesan Wawako, Jangan Lupa Jaga Kebersihan

Jumat, 01 Desember 2017 - 09:04 WIB

Takjub Keindahan Baiturrahman

Selasa, 28 November 2017 - 12:08 WIB

Setiap Hari dapat Kiriman Air Limbah

Minggu, 10 September 2017 - 13:34 WIB

Nyala Hari Puisi Ini Pun Tak Akan Pernah Padam

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:08 WIB

Filosofi Hidup dalam Permainan Tradisi

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:03 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us