Wonderful Indonesia
MEMELUK ISLAM PADA AWAL RAMADAN 1437 H
Nur Aini Meneteskan Air Mata Usai Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat
Senin, 06 Juni 2016 - 17:00 WIB > Dibaca 2714 kali Print | Komentar
Nur Aini Meneteskan Air Mata Usai Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat
Nur Aini dibimbing oleh Ketua MUI Mustafa saat memeluk agama Islam senin (6-6) di masjid agung dahrul ulum Selatpanjang.
SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Nora yang berganti nama setelah memeluk Islam menjadi Nur Aini tampak meneteskan air matanya ketika usai membacakan dua kalimat syahadat di hadapan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepulauan Meranti, Mustafa Umar S.Ag, MM dan sejumlah orang di dalam Masjid Agung Dahrul Ulum Selatpanjang, Senin (6/6/2016). Proses pengislaman gadis asal Desa Beting, Kecamatan Rangsang Pesisir itu berlangsung usai shalat zuhur.

Usai melaksanakan shalat zuhur berjamaah di Masjid Agung Dahrul Ulum Selatpanjang, tiba-tiba jemaah langsung berkumpul di bawah kubah masjid atau tepat di tengah bagian dalam masjid.

Meja kecil disiapkan. Seorang gadis dengan menggunakan kerudung dibimbing menuju ke salah satu sisi meja kecil tersebut.

Di hadapan gadis tersebut, tepatnya di sebarang meja, tampak Ketua MUI Kepulauan Meranti Mustafa Umar S.Ag, MM dengan didampingi Ketua Yayasan Fitrah Madani (YFM) Ustaz Fauzi. Sementara Nur Aini didampingi ibu angkatnya, Ondri Elly.

Sebelum menuntun Nur Aini mengucapkan dua kalimat syahadat, Ketua MUI Kepulauan Meranti itu menanyakan kepada gadis kelahiran 11 Agustus 1983 itu apakah memang sudah mantap untuk memeluk agama Islam. Dengan mengiyakannya, Nur Aini dipandu untuk mengucapkannya untuk diucapkan dengan benar dan jelas. Pengucapan pun dilakukan sebanyak dua kali.

Setelah selesai dan menandatangani surat persyaratan telah memeluk agama Islam tanpa paksaan, sambil memeluk ibu angkatnya, Nur Aini meneteskan air mata. Dia sempat terisak bahagia telah berhasil memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Muhamad SAW ke muka bumi ini.

"Tadi terharu saja setelah berhasil membacakan syahadat," kata Nur Aini kepada wartawan.

Nur Aini merupakan warga keturunan suku asli. Putri kelima dari pasangan Culai dan Timah ini lahir dari keluarga nonmuslim. Keluarganya beragama Buddha. Dia mengaku merasa hambar tiap kali beribadah.

Dia mengakui, alasannya memeluk agama Islam atas dasar kesadaran dirinya sendiri tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.

Nur Aini mengatakan jika keinginannya masuk Islam sudah lama ia pendam. Namun, dirinya mencari waktu yang baik untuk diutarakan kepada ibu angkatnya.

"Masuk Islam ini karena memang niat dari hati. Keinginan yang begitu besar itu saya sampaikan ke Buk Ondri," ceritanya.

Ketika ditanya apakah keluarganya mengetahui bahwa dirinya akan memeluk Islam, Nur Aini mengaku bahwa keluarganya tidak mengetahuinya. Namun, dia meyakini jika keluarga tetap mengizinkan apa yang telah menjadi pilihannya tersebut.

"Saya memang sudah punya niat sejak lama untuk masuk Islam. Apalagi kakak saya yang ke-2 dan 3 sudah memeluk Islam lebih dahulu. Lama-kelamaan saya tersadar dan terketuk untuk menjadi seorang muslimah," akunya.

Sementara itu, ibu angkat Nur Aini, Ondri Elly mengatakan bahwa dia tidak memaksa kepada Nur Aini untuk memeluk agama Islam. Akan tetapi, anak angkatnya sendiri yang meminta kepadanya agar dibimbing untuk menjadi seorang muslimah.

"Dia sebelum memeluk agama Islam tinggal bersama kami. Mungkin dia tertarik melihat aktivitas keagamaan di keluarga kami, seperti salat, mengaji. Bahkan, dia sering mengintip ketika saya akan berwudu dan akan sholat. Setelah dia tertarik, saya beri dia buku pedoman salat. Dua hari sebelum masuk Ramadan, dia sudah menyatakan kesiapannya untuk masuk Islam," ujar Ondri.

Ketua MUI Kepulauan Meranti, Mustafa S.Ag, MM mengungkapkan bahwa ini merupakan sebuah hidayah di bulan Ramadan 1437 Hijriah yang penuh berkah. Sebab, jika hidayah sudah diturunkan, tidak seorang pun yang bisa menghalanginya.

"Syukur ke hadirat Allah. Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini, Nur Aini dapat melaksanakan amalan sesuai ajaran agama Islam. Mari sama-sama kita doakan agar beliau istiqamah dan berkekalan dalam menjalankan ibadah Islam sampai ke akhir hayat. Setelah menjadi mualaf, serangkaian kewajiban sebagai muslim harus dijalankan, baik yang ada dalam rukun Islam, maupun rukun iman. Semua perintah Allah SWT harus dilaksanakan. Mulai dari salat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, membayar zakat dan lainnya. Insya Allah kami siap membimbing beliau," kata Mustafa.

Lebih lanjut Mustafa menambahkan, jumlah mualaf di Kepulauan Meranti terus mengalami peningkatan. Sampai saat ini, sebanyak 405 orang warga Meranti sudah menjadi mualaf, dengan YFM yang berperan besar dalam meningkatkan jumlah mualaf di Kepulauan Meranti itu. (amy)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
DIPREDIKSI MENANG MUDAH
Lawan Kamboja, Timnas Tak Boleh Pandang Remeh
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:49 wib
DIDUGA LAKUKAN PENIPUAN
Keras! Ini Kritik Din Syamsuddin ke K‎emenag Terkait First Travel
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:35 wib
BERTUJUAN MEMENANGKAN PERKARA
Kasus Suap Panitera PN Jaksel, KPK Bidik Keterlibatan Hakim
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:28 wib
DILARANG BERTANDING LIMA LAGA
Asosiasi Sepakbola Spanyol Tolak Banding Madrid Terkait Kasus Ronaldo
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:14 wib
ENGLISH PREMIER LEAGUE
Belum Mainkan Coutinho, Klopp: Saya Tak Punya Masalah dengan Dia
Kamis, 24 Agustus 2017 - 01:00 wib
USUL FAHRI HAMZAH
Diminta Panggil Jokowi ke DPR, Ini Tanggapan Pansus Angket KPK
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:48 wib
SEORANG PELAKU DIAMANKAN
Sindikat Penjual Data Nasabah Berhasil Diungkap Bareskrim, Ini Harganya
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:32 wib
PLAY-OFF LIGA CHAMPIONS
Bek Liverpool Enggan Remehkan Hoffenheim
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:25 wib
DINILAI SEBAGAI ISU LAMA
Terkait Desakan Penerbitan Perppu, KPK Akui Percaya Presiden
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:19 wib
TEPAT DI MOMEN HUT RI
Pembakar Umbul-umbul Merah Putih Ternyata Masih Remaja, Begini Reaksi Polri
Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:00 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Nyala Hari Puisi Ini Pun Tak Akan Pernah Padam

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:08 WIB

Filosofi Hidup dalam Permainan Tradisi

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:03 WIB

Oppss! Ini Via Vallen Lho, Bukan Ayu Ting Ting atau Isyana Sarasvati...
Lama Waktu Mengemudi Maksimal Tiga  Jam

Minggu, 11 Juni 2017 - 11:05 WIB

Berkah dari Sang Penyengat

Minggu, 11 Juni 2017 - 10:59 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us