Wonderful Indonesia
PEKANBARU
Ubah Imej Lapas Sarang Narkoba
Sabtu, 16 April 2016 - 12:16 WIB > Dibaca 4739 kali Print | Komentar
Ubah Imej Lapas Sarang Narkoba
TANDA TANGAN PRASASTI: Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly menandatangani prasasti peresmian Lapas Terbuka Kelas III Rumbai, disaksikan Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi dan Kakanwil Kemenkum HAM Riau Ferdinan Siagian di Pekanbaru, Jumat (15/4/2016).
Berita Terkait



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kinerja pihak lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) dalam sorotan. Tudingan miring terus bergulir akibat kapasitas berlebih sehingga dianggap tidak manusiawi. Terlebih penyalahgunaan dan penggunaan narkoba yang disebut-sebut paling banyak terjadi. Hal ini menjadi perhatian serius Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna Laoly untuk mengubah imej negatif selama ini.

Hal ini disampaikan Yasonna saat meresmikan Lapas Terbuka Kelas III di wilayah Rumbai, Jumat (15/4). Ia mengatakan, sinergitas secara vertikal dan horizontal perlu berjalan melalui kerja sama yang baik. Melalui peresmian kemarin, dia berharap asimilasi Lapas Terbuka Kelas III merupakan dinamika yang memang harus ada lapas khusus bagi warga binaan. Karenanya Kemenkum HAM RI berkomitmen dalam pengembangan dan pembinaan lapas bagi napi agar dapat lebih optimal.

“Seluruh jajaran harus berkreasi. Sehingga citra negatif lapas sebagai tempat narkoba bisa terhapus,” tegasnya.

Dalam kesempatan kemarin, hadir beberapa pejabat Kemenkumham RI. Kanwil Kemenkum HAM Riau Ferdinan Sinaga juga hadir bersama seluruh pejabat di lingkungan instansi vertikal tersebut. Plt Gubri H Arsyadjuliandi Rachman menjemput langsung Yasonna di VIP Bandara SSK II Pekanbaru sekitar pukul 14.00 WIB. Juga hadir Wawako Pekanbaru Ayat Cahyadi.

Lebih lanjut diceritakan Yasonna, seluruh SDM dan aparatur dituntut bekerja lebih profesional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif. Menurutnya Lapas Narkoba akan didukung di Riau.

“Lahan di sini masih luas. Sudah disiapkan lahan 4 hektare direncanakan untuk Lapas Narkoba dan 2 hektare untuk lapas wanita. Kami mengapresiasi dukungan Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru,” paparnya.

Mengenai over kapasitas lapas, solusinya menurut Yasonna, bisa dilakukan dengan redistribusi dari yang padat ke tempat under kapasitas.

Karenanya dia menginstruksikan kepada jajaran Kanwil untuk memulai hal tersebut jika ada lapas-lapas yang kelebihan Napi. Karena menurutnya di Riau masih bisa terdistribusi. Salah satu yang menjadi perhatian Yasonna adalah lapas di Bagansiapi-api. Di mana itu mutlak harus dibangun.

Karenanya hari ini (16/4), dia akan meninjau langsung lokasi di Rokan Hilir. Terkait areal lahan yang sudah dihibahkan Pemkab Rohil.

“Jadi untuk lapas narkoba kami kerja sama dengan pemprov, dan kita apresiasi bantuan lapas wanita oleh Pemko Pekanbaru. Untuk Bagan jadi perhatian pembangunan yang dibantu dan didukung Pemkab Rohil,” tambahnya.

Masih terkait narkoba di lapas, Yasonna mengaku akan tetap menggelar operasi dengan koordinasi bersama Polri dan BNN. Sehingga lapas benar-benar bersih dari sarang narkoba dan dia juga menegaskan harus ada sebuah tempat yang dijadikan percontohan.

“Sehingga zero narkoba benar-benar terwujud. Model pendekatan, sistem, cara, tergantung daerah,” sambungnya.

Langkah tersebut, sambung Yasonna, bisa dilakukan diawali dengan masuk ke pengamanan. Kemudian cek rutin dan masa bertamu. Dengan melihat tamu yang masuk seperti apa. Kemudian juga mulai melakukan pengadaan pembelian beberapa peralatan seperti body screening sehingga lebih diketatkan.
“Petugas CCTV, finger print, lock, sudah ada di beberapa lapas yang dijadikan percontohan. Ini akan jadi protap untuk penerapan di seluruh wilayah,” tambahnya.

Sementara Kepala Kanwil Kumham Riau Ferdinan Sinaga dalam sambutannya menceritakan tentang sejarah ringkas Lapas Terbuka Kelas III Rumbai. Di mana diawali pada 1970 keluar izin tebas tebang sampai 100 hektare yang kemudian dijadikan tempat asimilasi. Lahan tersebut kemudian dibagi dua, 50 hektare program asimilasi, 50 hektare untuk kesejahteraan pegawai. Namun seiring waktu, beber Ferdinan, kini bersisa 31 hektare, dan lainnya dikuasai masyarakat.

“Diawali ditempatkan 20 warga binaan yang berkebun sawit, berkolam dan beternak. Pada 2011 mulai dibangun lapas terbuka dan rampung April 2015 dan mulai difungsikan,” kata Ferdinan.

Dengan adanya Lapas Terbuka Kelas III Rumbai itu, dia memastikan dapat menampung warga binaan dalam jumlah lebih besar dalam asimilasi.

Lebih lanjut dijelaskannya UPT Pemasyarakatan di Riau terdapat 19 UPT. Dengan total jumlah tahanan sekita 9.694 orang, lebih tiga kali lipat daya tampung dengan UPT yang dimiliki. Kemudian dari angka tersebut sekitar 3.847 orang merupakan napi narkoba, tipikor 195 orang, illegal logging sekitar 200-an orang, dan 4 ribuan lainnya tindak pidana umum.

Sementara mengenai lahan 31 hektare memang yang baru terkelola 8 hektare, dan direncanakan 4 hektare untuk lahan lapas narkotika, dan 2 hektare lapas wanita. Mengenai Lapas Rohil yang kapasitasnya membeludak juga diakui Ferdinan. Menurut Ferdinan, Kemenkum HAM sudah koordinasi bersama Bupati Rohil dan sudah siap membangun rutan yang lebih manusiawi.

“Mereka juga sudah menyiapkan lahan yang cukup luas di sana,” katanya.
Sementara Plt Gubri mengaku Riau akan selalu mendukung program dari berbagai kementerian/lembaga yang beroperasi. Karena bagaimanapun akan berdampak bagi Riau seiring perkembangannya.

“Seperti Kanwil Kumham, tentunya keperluan SDM Riau dalam mendukung warga binaan di Riau tentu bisa dimanfaatkan,” katanya.
Sementara itu terkait dukungan pembangunan lapas narkoba memang Pemprov Riau sudah berencana sejak awal untuk membangun. Terlebih Kemenkum HAM juga memiliki anggaran tambahan nantinya.

“Mengenai pembangunan, nanti kami bahas bersama Kemendagri mengenai penganggarannya bersumber dari APBD,” tambah Plt Gubri.(egp)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Senin, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Senin, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Senin, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Senin, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Senin, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Senin, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Senin, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Senin, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Senin, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Senin, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Historia Terbaru
Melihat Koleksi Senjata dan Gubernur Jabatan Terlama
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us