Wonderful Indonesia
FAKTOR KETURUNAN DAN POLA HIDUP
Gaya Hidup Tak Sehat, Usia Muda Juga Berisiko Tinggi
Minggu, 10 April 2016 - 11:33 WIB > Dibaca 4696 kali Print | Komentar
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - Umumnya, usia menjadi faktor risiko utama selain genetik yang membuat seseorang terkena kanker kolorektal atau kanker usus besar. Meski begitu, bukan berarti usia muda pun tak terhindar dari ancaman penyakit kanker ketiga terbanyak di dunia, setelah kanker paru dan payudara ini.

Diutarakan Prof Dr dr Arry Haryanto Reksodiputro, SpPD-KHOM, 9 dari 10 pasien yang terkena kanker kolorektal berusia di atas 50 tahun. Tetapi kelompok usia muda juga bisa berisiko apalagi jika memiliki gaya hidup tidak sehat.

"Bisa juga kena yang muda terutama selain dipengaruhi keturunan juga gaya hidup. Di usia muda banyak mengasup makanan kaya lemak, daging merah, protein, karbohidrat dan justru kurang serat seperti sayur dan buah, itu bisa jadi faktor risiko," tegas Prof Arry.

Faktor risiko lain yang patut diperhatikan adalah riwayat keluarga dengan kanker kolorektal. Sebab, 1 dari 5 pasien yang terkena kanker kolorektal berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kanker kolorektal. Faktor risiko lainnya yakni adanya polip dan obesitas.

"Kemudian konsumsi alkohol dan merokok karena senyawa karsinogen pada rokok bisa meningkatkan risiko terkena kanker kolon. Kalau daging merah, banyak mengonsumsinya meningkatkan risiko kanker ini 3 kali lipat, terutama pada laki-laki," kata Prof Arry.

Prof Arry menuturkan, kanker kolorektal paling banyak terjadi pada lansia pasalnya daya tahan tubuh lansia seiring bertambahnya umur imunitas tubuh pun menurun. Sehingga, ketika ada sel yang tidak normal, sulit dideteksi dan tidak bisa ’dimatikan’ hingga bisa berkembang jadi kanker.

"Kanker kolorektal merupakan penyakit kanker terbesar ke-3 di dunia setelah kanker paru dan payudara dengan jumlah penderita 1,2 juta. Untuk mengurangi risikonya lakukan skrining sedini mungkin dan lakukan pola hidup sehat, banyak makan buah, sayur, serat, dan antioksidan," tutur Prof Arry.

"Patut diingat bahwa kanker bisa berkembang ketika genetik didukung lingkungannya. Genetik diibaratkan otak yang mengatur sifat sel hingga berubah dan tidak bisa dikendalikan. Kanker nggak bisa tumbuh kalau lingkungannya tidak ’mendukung’. Ada bakat, sel tumbuh, lingkungan menguntungkan maka sel kanker pun tumbuh," tandas Prof Arry.(int/noi)


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Selasa, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Selasa, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Selasa, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Gaya Hidup Terbaru
Memasyarakatkan Bersepeda untuk Kesehatan

Minggu, 04 Februari 2018 - 10:20 WIB

Bangga Berhijab

Jumat, 02 Februari 2018 - 10:02 WIB

Merawat Kepercayaan

Rabu, 17 Januari 2018 - 11:35 WIB

Warga Perlu Bantuan Pangan

Rabu, 06 Desember 2017 - 11:35 WIB

Baru Satu Jembatan Difungsikan

Selasa, 05 Desember 2017 - 09:08 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini