Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Buku >>
OLEH MUHAMMAD AMIN
Reformasi TNI, Quovadis?
Minggu, 10 April 2016 - 00:20 WIB > Dibaca 3936 kali Print | Komentar
Reformasi TNI, Quovadis?
Sebelum reformasi, kesatuan prajurit di NKRI pernah beberapa kali berganti nama. Nama yang paling lama adalah ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Nama ABRI kemudian berganti menjadi TNI (Tentara Nasional Indonesia) seiring dengan bergulirnya reformasi. Salah satu tuntutan reformasi memang adalah reformasi terhadap tentara yang selama Orde Baru dianggap terlalu dominan dalam pemerintahan.

Salah satu yang diperbincangkan sangat intens adalah soal dwi fungsi ABRI yang dinilai tak relevan dengan semangat reformasi. Tentara haruslah bersikap dan bertindak profesional dalam menjaga keutuhan NKRI. Selama ini, tafsir tentara profesional itu dianggap keliru, karena selama Orde Baru, cara profesional dalam menjaga NKRI adalah dengan menempatkan tentara sebagai bagian dari pemerintahan. Maka tentara pun ada di semua lini pemerintahan, mulai dari legislatif sampai eksekutif. Anggota dewan di pusat dan di daerah diisi tentara, tanpa pemilihan. Begitu pula bupati, wali kota dan gubernur. Belum lagi lini bisnis yang juga digawangi tentara. Kekuatan demokrasi lainnya, yakni yudikatif dan pers, diawasi dengan ketat.

Tafsir tentara profesional itu kemudian diubah. Tentara yang profesional adalah tentara yang mampu dan terampil dalam menjaga keamanan nasional. Tentara yang profesional bukanlah tentara yang sibuk berpolitik dan berbisnis. Tuntutan terhadap penghapusan peran sosial politik  ABRI ada kaitannya dengan tuntutan yang lebih besar yaitu tuntutan terciptanya pemerintahan yang bersih.

Maka kemudian dirumuskanlah paradigma baru TNI. Paradigma baru itu tuntas dirumuskan pada tanggal 20 April 2000. Saat itu, pimpinan TNI sepakat menyatakan bahwa TNI tidak lagi memiliki fungsi sosial politik, karena lebih memusatkan perhatiannya pada peran dan tugas utama pertahanan. Itu berarti TNI resmi telah meninggalkan doktrin dwi fungsi. Banyak yang mengacungkan jempol atas peran yang diambil TNI setelah reformasi itu.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TAK PERLU DIHUKUM PENJARA
Dhawiya Memang Pengguna Narkoba, Kuasa Hukum Sarankan Rehabilitasi
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:45 wib
DATANG KE BANDARA SOETTA
Pendukung Tak Kecewa meski Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:35 wib
BATAL PULANG KE INDONESIA
Polisi Imbau Pendukung Habib Rizieq Tinggalkan Bandara Soetta
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:25 wib
TERJADI DI BEBERAPA DAERAH
Tak Ingin Ada Hoax, MUI Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Ulama
Rabu, 21 Februari 2018 - 15:15 wib

Bulog Tetap Ngotot Lakukan Impor Beras
Rabu, 21 Februari 2018 - 13:02 wib
8 Hari Kejar Kapal Pembawa Narkoba
Sabu 1,6 Ton Dikemas dalam 81 Karung
Rabu, 21 Februari 2018 - 12:32 wib
Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta

Terbesar Rp1 Miliar, Terkecil Rp1 Juta
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:59 wib
Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau

Letusan Sinabung Tak Berdampak ke Riau
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib

Muhammad Ridho Masuk TC Timnas
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:57 wib

Rp57,15 M Dana PSR Masuk ke Rekening Petani
Rabu, 21 Februari 2018 - 11:50 wib
Cari Berita
Buku Terbaru
Majas

Minggu, 04 Februari 2018 - 12:05 WIB

Agar Siswa Berpikir Kreatif

Minggu, 04 Februari 2018 - 11:35 WIB

Belgia Jadi Tim Pertama Eropa di Rusia 2018

Senin, 04 September 2017 - 16:05 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us