Presiden Daerah

Minggu, 18 Mei 2014 - 15:15 WIB > Dibaca 3133 kali | Komentar

AGAKNYA tak perlulah dibilas suasana Jakarta yang hiruk-pikuk dengan pencalonan Presiden dan wakil Presiden (Capres-Cawapres). Di tengah khabar centang-perenang Pemilu bulan lalu, di tengah gugat-menggugat termasuk maki-hamun dan carut-marut Pemilu, ihwal Capres-Cawapres, menjadi tontonan yang mengasyikkan. ‘’Bagai opera sabun, sinetron penghibur yang selalu berusaha membuat konflik yang seadanya, kemudian membesar-besarkan dalam bingkai kesementaraan,’’ tulis Abdul Wahab melalui pesan pendek (SMS) yang sampai di telepon genggam saya pagi semalam.

Kawan lama tersebut kemudian menulis, ‘’Ada partai yang menjagokan populeritas sosok walau tanpa bukti kerja nyata, merayau ke sana ke sini, tetapi menolak setiap upaya bernegosiasi. Lalu muncul partai yang tanpa syarat mengikutinya, di samping tak sedikit partai yang coba mencari celah lain. Ini bersambut dengan partai yang sesekali mendekat, sesekali menjauh, macam main layang-layang. Partai ini terkesan meminta sana meminta sini meskipun usianya paling tua sekaligus konon paling berpengalaman.

Ada pula partai, lanjut Wahab, yang seperti main londo yakni seperti tak menghiraukan kanan-kiri, sambil mengutip setiap kesempatan. Terendus partai keluar-masuk, bahkan teragak-agak mengikuti partai ini setelah berusaha membuat sedikit ‘’bentrokan’’ di dalam dan di luar partainya sendiri. Ini tentu terlhat lebih manis dibandingkan partai yang terpaksa tiarap karena memperoleh dukungan sedikit, padahal telah sejak awal mematok Capres sekaligus Cawapres diiringi dengan bagi-bagi hadiah bahkan sampai menyamar jadi tukang beca yang disiarkan begitu luas melalui media televisi.

‘’Cantik pula bagaimana keraguan sekaligus kebimbangan dipertontonkan partai yang dulu besar, kini menjadi partai pertengahan saja. Kepada sosok yang terpilih dalam aturan yang dibuatnya sendiri, konvensi atau apakah namanya, tidak begitu dipandang—eeh, alih-alih memandang sosok lain pula untuk diusung sebagai Capres. Terlihatlah partai itu seperti burung bangau di pinggir air, melihat mangsa yang siap dicatuk,’’ tulis Wahab.

Wahab tak berkomentar ketika saya meningkah SMS-nya dengan menulis bahwa dalam suasana seperti itu ideologi partai bukan suatu pertimbangan. Nyatanya, beberapa partai yang kira-kira senapas dalam ideologi tidak dapat dipersatukan dalam satu poros.    Tapi mereka punya alasan sendiri; justeru menyebar ke partai yang garis ideologinya tidak sejajar, menjadikan hidup penuh warna sehingga lebih menawarkan keindahan, ceh...ceh...ceh...

Sebaliknya, setinggi apa pun ideologi mereka, soal daerah tidak menjadi perhatian. Padahal, dasar keberadaan negara yang dipimpin seorang Presiden ini adalah adanya daerah. Negara adalah abstraknya, sementara daerah-daerah adalah sesuatu yang konkrit yang kedua-duanya harus ada dalam alam pemikiran berbangsa dan bernegara. Presiden untuk daerah-daerah dapatlah dikatakan sebagai kalimat pemersatu untuk meletakkan negara-daerah dalam kesetaraan perlakuan.

Kedaulatan negara hanya dapat dijamin kalau hak-hak daerah diberikan secara adil, bukan provinsi A dapat segitu, sementara provinsi Z dapat segini. Seolah-olah, suatu provinsi harus melakukan apa yang dilakukan provinsi lain untuk menyamakan hak, jika hendak diletakkan dalam kesetaraan negara-daerah. ‘’Ya, misalnya Riau harus berbuat apa yang terjadi di Aceh dan Papua untuk memperoleh bagi hasil yang serupa dengan kedua provinsi itu,’’ tulis Wahab.

Saya hanya membaca kalimat itu sekilas karena mata saya sudah kembali mengarah ke telivisi dan komputer, menyaksikan sinetron politik yang disebutkan Wahab dalam suatu kesempatan. Asyik... ***

KOMENTAR
BERITA POPULER
Alamak... Istri Ketahuan Selingkuh dengan Brondong Penghuni Kos

Alamak... Istri Ketahuan Selingkuh dengan Brondong Penghuni Kos

24 Feb 2018 - 00:02 WIB | 509 Klik
Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres

Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres

24 Feb 2018 - 00:09 WIB | 414 Klik

Proyek Tol Dievaluasi

24 Feb 2018 - 09:24 WIB | 63 Klik
Ribuan Ikan Mengapung di Sungai Kerumutan

Ribuan Ikan Mengapung di Sungai Kerumutan

24 Feb 2018 - 09:02 WIB | 59 Klik

APBD Rohul 2018 Dibatalkan Masyarakat Diminta Tenang

24 Feb 2018 - 09:28 WIB | 36 Klik

Follow Us