Depan >> Kolom >> Chaidir >>

Darah Siluman

Senin, 05 Mei 2014 - 12:12 WIB > Dibaca 3844 kali | Komentar

ALIEN dan siluman beda. Kisah alien, makhluk planet lain, banyak diangkat dalam cerita fiksi, tapi tidak demikian halnya dengan makhluk siluman.

Siluman sungguh-sungguh nyata di muka bumi. Tidak menakutkan seperti alien, tapi daya rusaknya merisaukan. Siluman adakalanya digambarkan sebagai makhluk halus, tapi dalam kehidupan sehari-hari lebih sering digunakan untuk jastifikasi sesuatu yang tersembunyi dalam konotasi ilegal.

Dalam pileg 9 April lalu misalnya, disebut ada pemilih siluman. Pemilih siluman terdaftar dalam DPT, tapi alamatnya palsu (dicari ke mana-mana pun oleh Ayu Tingting tak akan pernah ketemu..he he he). Ada pemilih yang sebetulnya sudah lama meninggal dunia tapi namanya masih tercantum dalam DPT dan hebatnya, yang bersangkutan tetap nyoblos. Ada pula pemilih yang tak terdaftar, tak nyoblos, bahkan tak pernah kelihatan batang hidungnya, tapi bisa menambah suara. Ada pemilih siluman ada pula tim sukses (timses) siluman. Timses siluman ini tak pernah tampak melakukan sosialisasi atau kampanye untuk jagonya tapi senantiasa gentayangan membawa  kemenyan dalam sandi operasi serangan fajar.

Dalam pengangkatan puluhan ribu CPNS yang berasal dari tenaga honorer Kategori 1 (K1) dan Kategori 2 (K2), rupanya juga disusupi siluman. Sejatinya, tenaga honorer K1 merupakan tenaga honorer yang honornya dibiayai langsung oleh APBD atau APBN.  Sesuai  Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 5/2010, tenaga honor K1 adalah tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintahan terhitung mulai 1 Januari 2005, secara terus menerus. Adapun Tenaga Honorer K2 adalah tenaga honorer yang juga diangkat per 1 Januari 2005 tapi tidak mendapat upah dari APBD/APBN.  Honorer K1 dan K2 ini mendapat prioritas untuk diangkat sebagai CPNS sesuai prosedur. Anehnya, tiba-tiba saja dalam daftar tenaga honorer tersebut muncul nama-nama bodong atau nama-nama asli tapi palsu alias nama-nama siluman.

Bencana asap yang melanda Riau Februari 2014 lalu, juga ternyata menyisakan banyak cerita tentang nama-nama siluman yang melakukan perambahan hutan (temasuk hutan lindung cagar alam Giam Siak Kecil). Seperti terungkap ke berbagai media, ada kepala desa yang menerbitkan surat izin pembukaan lahan kebun kepada sejumlah nama, ternyata nama-nama tersebut fiktif alias bodong alias siluman.

 Dalam kehidupan sehari-hari praktik siluman berada di sekitar kita. Di eksekutif, legislatif dan yudikatif, bahkan juga di bisnis media sebagai pilar keempat, praktik siluman tak jarang ditemukan. Di sektor swasta apalagi. Krisis likuiditas beberapa bank swasta pada era 2000 an temasuk krisis Bank Century misalnya, berawal dari banyaknya praktik-praktik siluman. Data kesehatan keuangan bank yang dipublikasi berbeda dengan kondisi keropos yang sesungguhnya.

Praktik siluman dan uang hampir tak dapat dipisahkan, praktik siluman dan uang ibarat ayam dan telur. Darah siluman itu adalah uang. Banyak uang siluman merajalela, krisis uang siluman gentayangan.***
KOMENTAR
BERITA POPULER
Ahok Akan Sampaikan Bukti Istrinya Selingkuh

Ahok Akan Sampaikan Bukti Istrinya Selingkuh

21 Feb 2018 - 02:17 WIB | 471 Klik
KFC Tutup Ratusan Restorannya

KFC Tutup Ratusan Restorannya

21 Feb 2018 - 01:16 WIB | 370 Klik
Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

21 Feb 2018 - 00:31 WIB | 368 Klik
Bagi Budi Waseso, BNN Tetap di Hati

Bagi Budi Waseso, BNN Tetap di Hati

21 Feb 2018 - 00:02 WIB | 311 Klik
Sky Energy Melantai, Harga Sahamnya Rp375-Rp450 Per Lembar

Sky Energy Melantai, Harga Sahamnya Rp375-Rp450 Per Lembar

21 Feb 2018 - 00:44 WIB | 243 Klik

Follow Us