Wonderful Indonesia
MENGENANG BM SYAMSUDDIN
Pejuang Seni Tradisi, Karyanya Sulit “Ditemukan” Lagi
Minggu, 21 Februari 2016 - 00:04 WIB > Dibaca 5775 kali Print | Komentar
Pejuang Seni Tradisi, Karyanya Sulit “Ditemukan” Lagi
Berita Terkait



Bagi dunia sastra Riau, BM Syamsuddin adalah seorang maestro. Sayangnya setelah meninggal, pelan tapi pasti, namanya mulai dilupakan orang. Karyanya juga sudah tak ditemukan lagi kecuali di rak-rak buku para koleganya.

“SEJAK itu ke mana-mana saja pergi Wak Dolah, Atan mahasiswa Universitas Lancang Kuning Jurusan Ilmu Sosial dan Politik smester tujuh mengambil masa langkau itu tetap bersama-sama beliau. Memasuki perairan Sengkanak hingga ke Kepala Jeri Pulau Terong, kadang-kadang menyeberang ke Bukum, ditandai dengan keriat-keriut kalas dayung sampan-koleknya. Mereka berdua beranak telah benar-benar hafal seluk-beluk perairan, sekitar pedesaan pantai itu. Karena itulah pada saat-saat tertentu dipandang mujur, sampan-koleknya melaut waktu pula bagi penduduk sekitarnya.. .”

Dengan penghayatan teaterikal, sastrawan Riau, SPN Marhalim Zaini, membaca salah satu cerpen BM Syamsuddin yang berjudul “Batam Peburuan” tersebut di depan hadirin yang datang pada acara “Malam Mengenang BM Syam” yang diselenggarakan Komunitas Paragraf, di Galeri Ibrahim Sattah Kompleks Bandar Serai Pekanbaru, Ahad. 13 Mei 2007 lalu. Sebelum Marhalim tampil, musisi dan juga dosen musik di Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR), Hukmi dan kawan-kawannya, juga tampil menyanyikan beberapa buah lagu hasil dari gubahan puisi, di antaranya “Lingkaran Aku Cinta Padamu” gubahan Zuarman Ahmad.

Malam itu, ketika hujan membuat beberapa kawasan di Pekanbaru berubah menjadi kubangan air, ada sekitar 50-an lebih pecinta, peminat dan pekerja sastra/seni yang datang dari berbagai komunitas dan sanggar sastra/seni (seperti AKMR, Forum Lingkar Pena [FLP], mahasiswa-mahasiswi FKIP Unri, Latah Tuah, Bahana Mahasiswa Unri, Aklamasi UIR, dan yang lainnya), mau hadir dalam acara sederhana tersebut, yang menurut budayawan Al azhar, lebih bagus jika kata “mengenang” diganti dengan “mengingat”. Alasannya, “Kalau ‘mengenang’, kita hanya terperangkap pada memori-memori masa lampau, tetapi kalau ‘mengingat’, apa-apa yang pernah dilakukan oleh orang yang kita ingat harus menjadi pelajaran bagi kita ke depan untuk perbaikan-perbaikan dan spirit,” kata Al Azhar malam itu.

Nampak juga hadir beberapa sastrawan seperti Gde Agung Lontar, Olyrinson, Budy Utamy, Titin Kasmila Dewi, Abel Tasman, Herlelaningsih, Parlindungan, Jefry Al Malay, Murparsaulian dan yang lainnya. Hadir sebagai pembicara diskusi adalah Al Azhar dan pengajar FKIP Unri, Elmustian Rahman.

Pejuang Seni Tradisi

Menurut Al azhar, selain kuat dalam karya sastra, jauh sebelum cerpen-cerpennya menghiasi berbagai media di tanah air, BM Syam adalah seorang pekerja teater yang tangguh, ulet, penuh dedikasi dan sangat idealis. Al azhar menceritakan, pada tahun 1981 di Taman Budaya Riau, dalam diskusi seusai pementasan drama oleh Sanggar Taman Republik, BM Syam kesal karena sutradara yang mementaskan naskahnya yang berjudul Warung Bulan, yakni Al azhar sendiri, menafikan anasir-anasir Makyong dan Begubang Topengka, dua bentuk teater rakyat di Kepulauan Riau. Naskah itu disunting dan ditafsirkan kembali oleh Al azhar menjadi sebuah pementasan yang memang agak berbeda dengan naskah aslinya. Tapi, bagi BM Syam, anasir-anasir Makyong dan Begubang Topengka itu adalah hal yang penting dan esensial dalam naskah tersebut, dan tidak bisa ditafsirkan sembarangan. Meskipun, sebenarnya BM Syam juga telah menafsirkan Makyong dan Bagubang Topengka dari bentuk aslinya.

“Itu adalah contoh bagaimana BM Syam sangat gigih memperjuangkan kehidupan teater tradisional Melayu,” kata Al Azhar.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Senin, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Senin, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Senin, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Senin, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Senin, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Senin, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Senin, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Senin, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Senin, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Senin, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Historia Terbaru
Melihat Koleksi Senjata dan Gubernur Jabatan Terlama
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us